idahram

Inilah beritanya.

***

Kisruh Bedah Buku Wahabi di Masjid Raya Bogor, Ini Penjelasan Panitia

KIBLAT.NET, Bogor – DKM Masjid Raya Bogor pada Ahad, (21/06) menggelar acara bertajuk bedah buku “Bukan Fitnah Tapi Inilah Faktanya, Membongkar Tradisi Dusta Wahabi”. Namun, acara ini kemudian mendapatkan sorotan karena berakhir dengan kericuhan.

Ahmad Fathoni, dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Kota Bogor sekaligus panitia bedah buku, mengungkapkan kepada Kiblat.net bahwa acara tersebut dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadhan.

“Bulan Ramadhan ini Masjid Raya punya kegiatan Ramadhan in Mind,” kata Ahmad kepada Kiblatnet saat ditemui di Masjid Raya Bogor, (25/06) kemarin.

Ketika ditanya alasan dipilihnya tema tersebut, Ahmad mengaku banyak jamaah Masjid Raya Bogor yang mempertanyakan perihal Wahabi. Dia menambahkan bahwa jamaah di masjidnya sebenarnya berasal dari berbagai paham golongan.

“Buku ini yang menjadi sebuah polemik, buku karya Syaikh Idahram,” kata Ahmad.

Sebenarnya panitia sejak awal juga telah menyadari kontroversi buku karangan Idahram tersebut. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ade Sarmili dari Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) yang juga mengurusi manajemen Masjid Raya Bogor. “Buku ini kan kontroversial, makanya kita undang penulisnya langsung,” katanya.

“Kalaupun ada orang yang merasa tidak puas dengan buku tersebut silahkan diungkapkan pada saat forum ilmiah itu,” imbuh Ade.

Ahmad Fathoni menyatakan bahwa bedah buku yang hanya menghadirkan penulis, tanpa menghadirkan pembicara lain itu sebagai forum ilmiah. Dengan adanya penulis buku tersebut panitia mengharapkan akan ada tanggapan dari jamaah, baik yang pro maupun yang kontra. “Ini sekali lagi kapasitasnya forum ilmiah,” imbuhnya.

Meskipun tanpa ada pembicara pembanding, Fathoni dengan tegas tetap menyatakan bahwa acara bedah buku yang diselenggarakannya merupakan forum ilmiah. Menurutnya, yang namanya bedah buku adalah si pengarang buku itu memaparkan apa isi buku tersebut. “Yang kontra punya hak yang sama ketika termin tanya jawab,” imbuhnya.

Ahmad mengungkapkan bahwa awalnya sesi tanya jawab berjalan normal. Sebagai penanggap pertama Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor Ustadz Muhammad Abbas Aula menyampaikan beberapa pendapatnya. Saat Ustadz Abbas berbicara ada jamaah lain yang turut berbicara.

Adalah Abu Husain At-Thulaibi yang turut berbicara dan menyatakan bahwa buku karangan Syaikh Idahram berisi kedustaan, karena memuat kata pengantar dari Ustadz Arifin Ilham. Padahal menurutnya, Arifin Ilham tak pernah memberikan kata pengantar bahkan sekalipun belum pernah membacanya.

Para jamaah kemudian tersulut emosinya. Selanjutnya, acara tersebut berubah menjadi ricuh, dan baru berakhir ketika Ketua MUI Kota Bogor KH Adam Ibrahim menghentikannya.

Ahmad menambahkan bahwa acara tersebut berakhir tanpa ada sebuah kesimpulan. Menurutnya acara yang sebenarnya bisa sebagai koreksi keilmiahan buku karangan Idahram, apakah sudah sesuai standar ilmiah atau belum. “”Titik temu antara pro dan kontra jadi tidak tersampaikan,” pungkasnya.

Reporter: Imam S.

Editor: Fajar Shadiq

One Response to “Kisruh Bedah Buku Wahabi di Masjid Raya Bogor, Ini Penjelasan Panitia”

  1. Abdullahsays:

29 June 2015 at 12:27 am

Saya org bogor dan yg sedikit banyak tau ttg perkembangan DKM MesRa (Masjid Raya) Bogor. Dulu dibawah walikota bogor sebelumnya, Pa Diani, pengurus MesRa adalah org2 yg terbuka dengan keberagaman ‘pemahaman’ kaum muslimin Bogor. Makanya siapa saja boleh masuk mengadakan acara di tempat itu, kecuali mereka yg memang sudah dianggap sesat dan dapat memicu kontroversi (perpecahan umat) pasti akan gak dikasih. Gak peduli dia katanya ‘wahabi’ atau bukan.

Begitu pa Walikota mau berganti, tiba2 pa walikota merombak struktur pengurusan dan yg terpilih org2 yg memang anti (benci sekali) sama yg namanya ‘wahabi’. Pengurus yg lama ‘dipecat2in’ atau resign. Walhasil teman2 yg dianggap ‘wahabi’ sdh nggak bisa masuk ke sana dengan berbagai alasan tentunya. Kalau pun bisa, sulit sekali peluangnya.

makanya kalo dikatakan kajian ilmiah, saya mah nggak percaya 😀

kiblat.net

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.551 kali, 1 untuk hari ini)