Ilustrasi: Orang-orang sunni digantung penguasa syiah di Iran.

Memanasnya konflik Syiah di Indonesia menandakan ajaran ini sudah berkembang pesat di Indonesia. Merebaknya ajaran Syiah menurut Ustadz Bahctiar Natsir setidaknya terjadi karena dua faktor.

“Pertama mereka melakukan itu secara sembunyi-sembunyi dengan taqiyyahnya. Dan mereka lakukan dengan cara yang sangat lembut. Pendekatannya biasanya, pendekatan tasawuf untuk pengajian keluarga. Pendekatan rasional untuk golongan muda. Tanpa mereka sadari,” ujarnya kepada Eramuslim.com, belum lama ini.

Faktor kedua adalah sikap menahan diri para da’i. “Jadi kita cenderung menahan diri untuk tidak mengkafirkan Syiah. Itulah yang terjadi selama ini hingga akhirnya kita kecolongan,” lanjutnya.

Menurut pimpinan Arrahman Qur’anic Learning Center ini, kecolongan tersebut juga terjadi dimana-mana termasuk di Mesir dan juga Arab Saudi. “Awalnya kita menahan diri semata-mata demi menjaga keharmonian umat. Tapi akhirnya kita kecolongan,” tambahnya.

Ia juga meminta kedepan para da’i harus jeli melihat pergerakan aliran sesat selain Syiah. “Seperti ajaran Hisyam Qabbani, Naqsabandiyyah Haqqani. Dan dia hebat, dia mengambil tokoh-tokoh publik untuk didekati. Termasuk juga membuat majelis-majelis zikir,” paparnya.

Karenanya, Ustadz Bahctiar Natsir mengatakan bahwa kita sudah tidak bisa lagi mentolerir ajaran-ajaran sesat seperti Syiah, bila perlu kita mulai berani sebut nama agar umat tahu siapa-siapa saja mereka. “Kita sekarang sudah tidak bisa mentolerir lagi. Kita harus sebut nama-nama itu, tidak usah pakai tedeng aling-aling lagi,” pungkasnya. (Pz)

ERAMUSLIM > BERITA NASIONAL

http://www.eramuslim.com/berita/nasional/ustadz-bachtiar-natsir-kita-tidak-boleh-lagi-kecolongan-oleh-syiah.htm
Publikasi: Senin, 30/01/2012 08:39 WIB

Foto ilustrasi/ Foto ريزقينطو هيرماوان

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.140 kali, 1 untuk hari ini)