.

Berita tentang Kitab Suci Al-Qur’an dijadikan barang bukti terorisme sudah amat sangat mengusik perasaan Umat Islam. Hingga menambah deretan pertanyaan.

Nampaknya Polri tak ridho Polwan menjadi shalihah, karena sumber pengambilan hukum jilbab berasal dari kitab Al Quran yang mendukung tindakan terorisme.

Buktinya Polisi dan Densus 88 menantang umat Islam dan melakukan tindakan sembrono dengan menetapkan AL-QUR’AN sebagai barang bukti tindakan terorisme!

Entah umat Islam harus prihatin atau menuntut Densus 88 karena akan mengincar Al Qura’n sebagai salah satu barang bukti untuk Terorisme. Naudzubillah!! (https://www.nahimunkar.org/pantas-jilbab-polwan-dilarang-al-quran-masuk-barang-bukti-terorisme/)

Ternyata bukan hanya itu yang terjadi mengenai dijadikannya Kitab Suci Al-Qur’an sebagai sasaran. Dikabarkan, di Lapas Batu Nusakambangan baru-baru ini terjadi kerusuhan. Pada sweeping hari pertama, kitab suci Al-Qur’an juga sempat dibakar, tapi pada sweeping berikutnya berhasil diselamatkan dari amukan aparat, menurut media yang menginvestigasi peristiwanya dengan susah payah ke sana.

Apa sebenarnya yang terjadi akhir-akhir ini di Indnesia ? Gejala buruk yang disinyalir Ketua MUI rupanya benar-benar semakin nyata. Seperti PKI, Muncul Kelompok-kelompok yang Menjauhkan Agama dari Kehidupan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Slamet Effendi Yusuf mengemukakan, pihak-pihak yang berupaya menjauhkan nilai agama dari kehidupan bernegara dan bermasyarakat telah melanggar norma Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Ingat, nilai utama yang dijunjung dalam Pancasila dan UUD 45 adalah nilai keagamaan, bukan sekulerisme,” tegasnya. Untuk itu, ia mengingatkan kepada kelompok-kelompok yang ingin mencari peluang untuk merusak Pancasila agar menghentikan upaya tersebut. Menurut Slamet, gerakan kelompok-kelompok ini seperti yang dijalankan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Mereka, jelas dia, menyebarkan paham-paham ideologi ke masyarakat untuk menentang praktik-praktik keagamaan yang semakin kuat di masyarakat, khususnya umat Islam. Beberapa oknum gerakan ini pun berusaha menyebarkan ideologi mereka dengan masuk ke instansi penting di pemerintahan. Slamet pun meminta pemerintah mewaspadai gerakan seperti ini.

Sementara itu Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku khawatir dengan berbagai upaya pendangkalan akidah yang terus terjadi di masyarakat Indonesia belakangan ini.

Ia mencontohkan beberapa fakta yang telah terjadi. Seperti di kota besar, banyak wanita Muslimah yang mau berjilbab, tetapi tidak bisa. Sebab, di negeri yang mayoritas Islam ini, penggunaan jilbab diatur sangat ketat. “Contoh yang mudah di pertelevisian, kepolisian, dan beberapa pramuniaga di pusat perbelanjaan,” kata dia.

Di pertelevisian, jelas Menag, pembawa acara akan diprioritaskan bagi mereka yang tidak menggunakan jilbab. Hal ini juga terjadi di kepolisian pada polisi wanita (polwan). “Polwan yang sudah dibolehkan pakai jilbab kemudian dilarang kembali. Dengan alasan, tidak seragam,” ujarnya.


Penggerogotan agama dari kehidupan di Indonesia ini, oleh para tokoh Islam dinilai sebagai pendangkalan akidah Islam secara sistemis. https://www.nahimunkar.org/seperti-pki-muncul-kelompok-kelompok-yang-menjauhkan-agama-dari-kehidupan/#sthash.V8Q9Fgbu.dpuf

Berikut ini kasus keributan di LP Batu yang di antaranya sampai Al-Qur’an pun dibakar oleh pihak Lapas. Walau berita ini diambil dari media yang pro pihak tahanan, namun karena secara pemberitaan memang telah berupaya keras untuk menggali berita dari kedua belah pihak (pihak Lapas dan pihak yang dipenjara) maka pantas disimak. Bagaimanapun, dibakarnya Kitab Suci Al-Qur’an dan juga dijadikannya sebagai bukti terorisme merupakan suatu kejahatan yang amat dahsyat. Maka manusia-manusia yang memberlakukan tingkah jahatnya hingga menjadikan Kitab Suci Al-Qur’an sebagai sasaran seperti itu wajib dihadapi oleh Umat Islam. Allahu Akbar!

***

Kronologis Kerusuhan Di LP Batu Nusakambangan, Kalapas Biang Keroknya! 

NUSAKAMBANGAN-Masih ingat kerusuhan di Lapas Besi Nusakambangan, Senin (30/12/2013)? Terkait kerusuhan di LP Batu, semua media menyebutkan bahwa tahanan teroris (Baca : Mujahidin) adalah penyebabnya sehingga terjadi tindakan pembakaran dan perlawanan dari semua tahanan. Benarkah demikian?

Sebagaimana informasi dari berbagai sumber akurat dan yang dapat dipercaya ke Al-Mustaqbal Channel, maka tuduhan kepada Mujahidin sebagai penyebab kerusuhan adalah sebuah dusta dan fitnah dan peng-kambing hitam-an dari Kalapas terhadap ikhwan-ikhwan Mujahidin.

Sejak kedatangan Kalapas baru di LP Batu, Liberty Sitinja, semua kebijakannya membuat resah tahanan-tahanan dan petugas bawahannya, karena sejak awal kedatangannya sudah terjadi beberapakali demo dari tahanan dan nyaris rusuh. Padahal sebelumnya kondisi di dalam LP sangat kondusif.

Untuk memaksakan kebijakan-kebijakan Kalapas baru ini, dia membuat fitnah macam-macam terhadap tahanan teroris (Baca : Mujahidin) dengan menyebut sebagai provoktor, pembuat onar, mengkader membuat bom dan kedustaan lainnya dari mulut sitinja ini. Maka dengan alasan yang tidak benar dan dibuat-buat Kalapas ingin memindahkan Mujahid Pepi Fernando, yang dari awal ditanya apa alasannya dipindah, tapi pihak LP tidak bisa menjawab, lalu paksakan kemauannya membuat panas kondisi lapas. Lalu kalapas meminta pihak kepolisian untuk membawa paksa Mujahid Pepi ke LP lain sehingga terjadi perlawanan.

Pihak LP Bakar Semua Pakaian Ikhwan, Astaghfirullah!

Setelah Pepi dipindah, maka selesai dan tidak ada perlawanan lagi, tapi pihak LP besoknya melanjutkan dengan menggledah paksa semua kamar tahanan dan membakar semua isinya dari kasur, pakaian, alat masak, alat mandi dan lainnya, yang tersisa hanya pakaian di badan, bahkan sampai 2 hari setelah penggeledahan ini kamar tetap dikunci, listrik dimatikan dan tidak pernah ada dialog. Kepada tamping (tahanan pemdamping petugas) Kalapas ditanya kenapa caranya seperti ini? Dengan congkak dia jawab, “Kamu jual maka saya beli!!!” Jadi biang kerok kerusuhan dan keonaran yang terjadi di LP Batu faktanya adalah Kalapas sendiri!

Bahkan petugas bawahan mengatakan, kalau Kalapas melakukan ini karena dendam dan marah dengan semua tahanan! Jadi berangkat dari dendam dan bukan untuk ketertiban lapas, dan ironisnya, tahanan teroris (Baca : Mujahidin) dijadikan kambing hitam! Laa haula wa laa quwwata illa billah!

Diposting pada: January 2, 2014 – الخميس 02 ربيع الأول 1435 | Oleh: M. Fachry untuk Al-Mustaqbal Channel http://al-mustaqbal.net

***

Ini Hasil Investigasi Pasca Kerusuhan di LP Batu Nusakambangan yang Dipicu Tindakan Beringas Aparat

Rabu, 05 Rabi`ul Awwal 1435H / January 8, 2014

CILACAP (shoutussalam.com) – Aparat bertindak arogan dan represif terhadap ikhwan mujahidin di penjara. Dengan alasan ketertiban, pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batu Nusakambangan, Cilacap menciptakan kerusuhan yang tidak manusiawi untuk menyudutkan ikhwan Mujahidin.

Semua barang milik ikhwan Mujahidin: pakaian, keperluan shalat, kasur, alat masak, perlengkapan mandi, uang, dompet dan kitab-kitab milik ikhwan mujahidin ludes dibakar aparat thaghut. Pada sweeping hari pertama, kitab suci Al-Qur’an juga sempat dibakar, tapi pada sweeping berikutnya berhasil diselamatkan dari amukan aparat thaghut.

Terkait hal tersebut, Abdullah salah seorang mantan penghuni Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap yang kini telah bebas, berusaha untuk melakukan investigasi mendalam ke lokasi.

“Sore kami mendapat kabar, baik melalui broadcast whatsapp maupun ke sms center gashibu bahwa istri ustadz Abdullah Sonata dan istri Rizqi Gunawan yang membawa pakaian untuk ikhwah masjun (mujahidin yang dipenjara, red.) tidak berhasil mengirimkannya ke lapas batu,” ujar Abdullah melalui email yang diterima, pada Selasa (7/1/2014).

Ia melanjutkan dengan kronologis kedatangan dirinya ke LP Batu Nusakambangan, Cilacap. Malam itu juga, pada Senin (6/1/2014) ia merapat ke Cilacap.

“Pagi alhamdulillah ana bisa masuk ke Lapas Batu dengan tujuan menemui Kalapas,” sambungnya.

Misi Abdullah mendatangi Kalapas Batu Liberty Sitinjak yang telah direncanakannya itu tak lain untuk mengetahui lebih detil perkembangan kondisi mujahidin pasca kerusuhan beberapa waktu lalu.

  1. Meminta penjelasan kenapa para ummahat tersebut tidak diizinkan mengirimkan pakaian untuk suami suaminya.
  2. Memastikan kondisi ikhwah masjun di Lapas Batu dalam kondisi baik dan sehat.
  3. Mengklarifikasi kabar yang sampai ke kami bahwa kaum muslimin (nara pidana yang beragama Islam) selain kasus terorisme dalam kondisi tidak bisa melaksanaan shalat dikarenakan kondisinya yang hanya memakai celana dalam saja (ditelanjangi).

Namun rencana Abdullah menemui Kalapas tidak berhasil, dengan alasan yang tidak jelas Kalapas tidak bisa menemui dan diwakili oleh Kabinadik (Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan) Bapak Tulus di dampingi staf Senior Binadik Bapak Edi Wasono dan Beberapa Petugas Lapas Batu.

Dari pembicaraan Abdullah dengan petugas Lapas yang ditemuinya, diperoleh keterangan:

  1. Untuk sementara ikhwah masjun di Lapas Batu tidak bisa dikunjungi dikarenakan sedang dilakukan proses pengendapan/netralisasi pasca kerusuhan. Larangan ini juga berlaku bagi Napi kasus lain.
  2. Barang-barang baik pakaian dan makanan juga tidak diperbolehkan masuk ke lapas, dengan pertimbangan dikhawatirkan terjadi kesenjangan sosial antara mujahidin yang ditahan dengan Napi kasus lain. Satu tidak diperbolehkan maka semua juga tidak diizinkan. Tidak ada perlakuan istrimewa terhadap salah satu kelompok Napi.
  3. Adanya kabar bahwa Napi Muslim tidak bisa melaksanaan shalat karena ditelanjangi itu kurang benar. Menurut jawaban pak Edi dan petugas lain. Penelanjangan terjadi pada hari terjadi kerusuhan di karenakan protap lapas menyikapi terjadinya kerusuhan dengan tujuan sterilisasi dan tindakan preventif. Hari berikutnya sudah diberikan pakaian jatah Lapas bertulis WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan). Sehingga mereka tetap bisa melaksanaan sholat.
  4. Kondisi ikhwah masjun semuanya baik dan sehat.

Meski sudah mendapatkan jawaban dari pihak Lapas, Abdullah tetap menuntut untuk bertemu dengan salah satu mujahidin yang ditahan dengan maksud agar mendapatkan kabar yang berimbang, bukan hanya kabar versi petugas Lapas.

Namun petugas Lapas belum berani membuka pintu sel untuk mempertemukan Abdullah dengan salah satu mujahidin yang dalam hal ini di wakili Pak Abas (mujahidin yang ditahan dalam kasus bom jibaku Atrium Senen, red.).

“Karena mereka tidak bisa memenuhi tuntutan ana untuk bertemu maka ana minta agar pak Abas menuliskannya di selembar kertas untuk ana bawa sebagai informasi valid dari dalam sijn (penjara, red),” tegas Abdullah.

Alhamdulillah, Abdullah berhasil mendapatkan keterangan dari perwakilan mujahidin yang ditahan. Kini selembar kertas yang ditulis tangan dan ditandatangani pak Abas sudah didapatkan. Surat tersebut berisi kondisi terkini para mujahidin yang diisolasi pasca kerusuhan di LP Batu, Nusakambangan. [Widad] http://shoutussalam.com/

***

Surat dari Mujahidin di LP Batu, Memprihatinkan Sudah Seminggu Lebih tak Bisa Ganti Pakaian

Rabu, 05 Rabi`ul Awwal 1435H / January 8, 2014

CILACAP (shoutussalam.com) – Kerusuhan di Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah lantaran sikap beringas aparat terhadap mujahidin yang ditahan, sangat menyakiti umat Islam.

Sebab dari kabar yang beredar, semua barang milik ikhwan Mujahidin: pakaian, keperluan shalat, kasur, alat masak, perlengkapan mandi, uang, dompet dan kitab-kitab milik ikhwan mujahidin ludes dibakar aparat thaghut. Pada sweeping hari pertama, kitab suci Al-Qur’an juga sempat dibakar, tapi pada sweeping berikutnya berhasil diselamatkan dari amukan aparat thaghut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdullah, salah seorang mujahidin yang pernah ditahan di Lapas Batu, Nusakambangan dan kini telah bebas, melakukan investigasi ke lokasi kejadian, pada Senin (6/1/2014).

Abdullah mendatangi Kalapas Batu, Liberty Sitinjak tak lain untuk mengetahui lebih detil perkembangan kondisi mujahidin pasca kerusuhan beberapa waktu lalu.

  1. Meminta penjelasan kenapa para ummahat tersebut tidak diizinkan mengirimkan pakaian untuk suami suaminya.
  2. Memastikan kondisi ikhwah masjun di Lapas Batu dalam kondisi baik dan sehat.
  3. Mengklarifikasi kabar yang sampai ke kami bahwa kaum muslimin (nara pidana yang beragama Islam) selain kasus terorisme dalam kondisi tidak bisa melaksanaan shalat dikarenakan kondisinya yang hanya memakai celana dalam saja (ditelanjangi).

Namun rencana Abdullah menemui Kalapas tidak berhasil, dengan alasan yang tidak jelas Kalapas tidak bisa menemui dan diwakili oleh Kabinadik (Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan) Bapak Tulus di dampingi staf Senior Binadik Bapak Edi Wasono dan Beberapa Petugas Lapas Batu.

Keterangan pihak Lapas yang menyatakan bahwa kondisi para tahanan baik-baik saja, tak lekas dipercaya Abdullah. Ia pun mendesak petugas Lapas agar mujahidin sendiri yang memberikan jawaban tentang kondisi mereka di dalam selama diisolasi.

Akhirnya, salah seorang perwakilan mujahidin yang ditahan, pak Abbas alias Edi Setiono menyampaikan kondisi terkini para mujahidin di LP Batu, Nusakambangan melalui tulisan tangan dalam secarik kertas.

Dalam surat tersebut, ternyata kondisi mujahidin masih begitu memprihatinkan. Meski kebutuhan makan mereka tercukupi, namun mereka amat kekurangan pakaian terutama untuk shalat. Bahkan sudah lebih dari seminggu mereka tak bisa ganti pakaian.

.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kondisi Terkini Penghuni Kamar 14 “Isolasi Room”

1. Semua ikhwan dalam keadaan baik dan sehat, Alhamdulillah

2. Makanan dan Minuman tercukupi

3. Alat mandi dan kebersihan sangat kekurangan (termasuk handuk)

4. Pakaian (shalat terutama) lebih sangat kekurangan. Sudah hampir seminggu dipakai belum ganti (termasuk pakaian dalam)

5. Listrik dan Air Pam cukup memadai

6. Untuk masalah ibadah sehari-hari & ritual, Alhamdulillah lancar

Demikian kondisi yang dapat kami sampaikan, semoga ada kelanjutan baiknya dari pihak-pihak yang berkepentingan.

 

Wassalam,

Lapas Batu, 07 Januari 2014

 

(Pak Abbas)

Demikian isi surat dari pa Abbas, salah seorang perwakilan mujahidin yang ditahan di Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap.

Bagi kaum Muslimin yang ingin membantu meringankan kesulitan Mujahidin yang ditahan di Lapas Batu Nusakambangan, bisa disampaikan melalui lembaga yang telah mengkoordinir bantuan. [Widad]

 ***

Surat dari Mujahidin di LP Batu, Memprihatinkan Sudah Seminggu Lebih tak Bisa Ganti Pakaian

Rabu, 05 Rabi`ul Awwal 1435H / January 8, 2014 (shoutussalam.com)

 

(nahimunkar.com)

Keterangan pihak Lapas yang menyatakan bahwa kondisi para tahanan baik-baik saja, tak lekas dipercaya Abdullah. Ia pun mendesak petugas Lapas agar mujahidin sendiri yang memberikan jawaban tentang kondisi mereka di dalam selama diisolasi.

Akhirnya, salah seorang perwakilan mujahidin yang ditahan, pak Abbas alias Edi Setiono menyampaikan kondisi terkini para mujahidin di LP Batu, Nusakambangan melalui tulisan tangan dalam secarik kertas.

Dalam surat tersebut, ternyata kondisi mujahidin masih begitu memprihatinkan. Meski kebutuhan makan mereka tercukupi, namun mereka amat kekurangan pakaian terutama untuk shalat. Bahkan sudah lebih dari seminggu mereka tak bisa ganti pakaian.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kondisi Terkini Penghuni Kamar 14 “Isolasi Room”

1. Semua ikhwan dalam keadaan baik dan sehat, Alhamdulillah

2. Makanan dan Minuman tercukupi

3. Alat mandi dan kebersihan sangat kekurangan (termasuk handuk)

4. Pakaian (shalat terutama) lebih sangat kekurangan. Sudah hampir seminggu dipakai belum ganti (termasuk pakaian dalam)

5. Listrik dan Air Pam cukup memadai

6. Untuk masalah ibadah sehari-hari & ritual, Alhamdulillah lancar

Demikian kondisi yang dapat kami sampaikan, semoga ada kelanjutan baiknya dari pihak-pihak yang berkepentingan.

 

Wassalam,

Lapas Batu, 07 Januari 2014

 

 

(Pak Abbas)

Demikian isi surat dari pa Abbas, salah seorang perwakilan mujahidin yang ditahan di Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap. [Widad] http://shoutussalam.com/

(Dibaca 2.749 kali, 1 untuk hari ini)