radarkotanews, Jakarta – Mantan Kas Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein mengatakan Simposium 65 yang dilakukan di Hotel Aryaduta beberapa waktu lalu merupakan simbul membangkitkan kembali Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI tidak punya andil sama sekali dalam perjuangan kemerdekaan, justeru PKI menikam negara dari belakang dengan melakukan pemberontakan.

Lanjut Kivlan dengan cara menyusup ke pemerintah, kemudian PKI melakukan propaganda untuk membusukan Masyumi, HMI, PII kemudian membunuh para ulama NU dan Muhammadiyah.

“Bagaimana bisa negara meminta maaf kepada PKI, yang sudah menyusup ke TNI dan Polri kemudian melakukan Kudeta,” ucap Kivlan saat diskusi yang bertajuk “Melawan Komunis Gaya Baru” disekretarian FKPPI Jakarta. (25/5/2016)

Lawan PKI gaya baru0002

Menurut Kivlan, kader-kader mudah PKI melakukan pembajakan reformasi melalui FORKOT, LMND, PRD bahkan mereka berhasil menyusup ke partai politik. Para kader PKI yang menyusup ke partai sudah mempunyai jabatan di DPR dan pemerintahan.

“Bentuk propaganda mereka saat ini dengan menulis buku seperti aku bangga jadi anak PKI dan anak PKI masuk Parlemen,” jelasnya.

Kivlan juga menceritakan bentuk kekejaman PKI di tahun 1960 sampai dengan 1965 dengan sadisnya PKI melakukan pembunuhan dimana mana. PKI memanfaatkan lubang-lubang perlindungan yang diisi mayat setelah dibantai PKI.

“Di Solo massa PKI dan umat Islam sama besarnya! Bersama TNI umat Islam berhasil menumpas PKI yang terlebih dahulu membunuh para ulama,” terangnya.

Kivlan mengajak kepada masyarakat untuk waspada terhadap bangkitnya PKI, karena tanda-tanda munculnya hantu PKI dengan menyebarkan buku-buku PKI diseluruh Indonesia, kemudian photo, kaos yang berlambang PKI.

“Komunis Gaya Baru mulai masuk dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, DPR dan Menteri bahkan sampai Presiden,” tukasnya. (EK)*/

***

FUI; Akan Melawan Segala Bentuk Ancaman Dari Komunis Gaya Baru Maupun Komunis Lama

Al-Khaththath-FUI

RKNews.com, Jakarta – Forum Umat Islam (FUI) menceritakan Jika Thamrin Tamagola mengatakan tidak mungkin PKI hidup lagi, sementara dia sendiri menunjukan gambar atribut PKI, jika PKI tidak ada ngapain Tap MPRS mau dicabut, biarkan saja itu masalah sejarah, jika mau dicabut berarti ada persiapan mau dihidupkan lagi.

Sekretaris Jendral Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath mengatakan bahwa Pancasila dicibir oleh Tamrin Tamagola ketika pak Menhan mengatakan Pancasila diturunkan oleh Tuhan, saya cek dan renungkan apa benar atau tidak ternyata di Al Qur’an ada, Tuhan menurunkan ideologi kepada manusia. Kepada Nabi Musa, ketika di gunung Thursina menurunkan prinsip agama, ideologi dan petunjukNya.

Tuhan yang Maha Satu dan didalam konstitusi kita ada dalam Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi itu benar dan ada asal usulnya baik secara syar’I dan secara nyata, ini tekstual apa yang dikatakan bahwa Ideologi Pancasila berasal dari Tuhan dan sangat bisa dibenarkan. ungkapnya.

Menurutnya, ada upaya untuk minta maaf kepada PKI, kalau Jokowi mau minta maaf gara gara PKI banyak yang mati karena dibalas atas pembunuhan para Jenderal dan ulama maka sekalian minta maaf kepada Belanda dan Jepang karena kakek kita waktu berjuang banyak orang Belanda dan Jepang yang mati, biar lucu sekalian.

“Jika Ribka Tjiptaning sudah menyebut 15 juta kader maka kita akan melakukan gerakan dengan tema “Tegakan Tauhid Tumpas Komunisme” usai sholat Jum’at berjamaah di Masjid Al Azhar, kita tegor keras PKI dan para pendukungnya. Semoga anak turunan PKI segera taubat dan kembali ke jalan yang benar.”ujar Al Khaththath di Kebon sirih bilangan menteng jakarta, rabu (25/05/2016)

“Saya akan memperjuangkan ideologi yang datang dari Allah ini saya akan menegakkan ideologi ini saya bersama dengan seluruh umat islam akan berjuang hidup dan mati demi mempertahan kan ideologi ini dan saya akan melawan partai-partai yang bertentangan dengan ideologi Allah dan bertekad melawan segala bentuk ancaman dari Komunis Gaya Baru maupun Komunis Lama.”tegasnya. (Bayu)

Sumber : radarkotanews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.884 kali, 1 untuk hari ini)