Kivlan Zen saat berorasi di Apel Siaga FPI Jawa Barat di depan Gedung Sate, Bandung, 31 Mei 2016. (Foto: TEMPO/Prima Mulia)

Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen kembali melontarkan tudingan terkait adanya kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia. Secara terang-terangan Kivlan mengatakan, PKI difasilitasi oleh orang-orang di lingkaran kekuasaan, terutama orang-orang PDI Perjuangan.

Ia mengklaim mengantongi bukti kedekatan PKI dengan partai pimpinan Megawati Sukarnoputri itu.

“Ini baru dukungan di dalam negeri. Dukungan luar negeri mereka ke China. PDIP itu pengkaderan ke China, tanda tangan acara untuk kerjasama PDIP dan PKI di dalam pengkaderan,” kata Kivlan dalam suatu diskusi kebangsaan Presidium Alumni 212, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (2/3).

“Setiap bulan orang-orang China datang ke kantor di (DPP PDIP) Diponegoro,” lanjutnya.

Tak hanya itu, menurut Kivlan, rentetan peristiwa penyerangan terhadapa tokoh ulama di sejumlah tempat belakangan ini tak lain adalah rekayasa yang dibuat seperti PKI pada masa lampau. Tujuannya, menurut dia, untuk menciptakan teror, ketakutan, serta adu domba antar-masyarakat sehingga dapat dengan mudah merebut kekuasaan.

Kivlan mengatakan, PKI memiliki misi meraih kekuasaan di tahun 2019.

“Jadi suasananya mendekati itu,” kata dia.

“Itu nyata,” tegasnya.

Kepala Staf Kostrad ABRI di era Orde Baru itu mengungkapkan sejumlah kader PDIP yang menurutnya memiliki hubungan dengan PKI, antara lain Rieke Diah Pitaloka, Budiman Sudjatmiko, Ribka Tjiptaning dan Eva Kusuma Sundari.

“Itu pengakuan mereka sendiri,” ujar Kivlan.

Selain itu, Kivlan juga blak-blakan menyebut jumlah partisan dari partai terlarang di Indonesia tersebut.

“Dari informasi, ada 15 juta pengikut dan simpatisan PKI. Kalau dengan anak cucunya bisa 60 juta orang,” kata Kivlan.

Menurut dia, saat ini PKI memang tengah mengumpulkan masa secara perlahan-lahan.

“Motifnya ingin berkuasa. Ingin mengubah menjadi negara komunis, menjadi negara diktator. Melarang adanya demokrasi dan tidak ada Tuhan,” ujar Kivlan.

Fenomena yang terjadi saat ini, kata Kivlan, adalah sebagian orang mengaku mencintai Pancasila, namun di sisi lain juga mengakui paham komunisme.

“Itu adalah kebohongan. PKI tidak mengaku adanya Tuhan dan Pancasila,” tegas Kivlan.

Bahkan Kivlan memprediksi, PKI akan melakukan berbagai cara untuk merebut kekuasan. Puncaknya pada pemilu 2019 nanti.

“Sekarang belum berkuasa tapi sudah berani mengeluarkan simbol-simbol. Itu dilakukan oleh anak-anak PKI. Doktrin dia harus berkuasa,” tutur Kivlan.

Oleh karena itu dia meminta umat muslim untuk selalu waspada mengenai kebangkitan PKI di Indonesia.

“Sebentar lagi PKI akan bangkit, satu tahun lagi dia akan bangkit. Mari kita berperang,” pungkasnya.

Smber: jurnalpolitik.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.147 kali, 1 untuk hari ini)