Jubir Koalisi Arab, Ahmad ‘Asiry (aljazeera.net)


dakwatuna.com – Yaman. Jubir untuk Koalisi Arab menentang perlawanan Syiah Hutsi di Yaman, Jeneral Ahmad ‘Asiry, mengumumkan berakhirnya masa gencatan senjata di Yaman dan sejauh ini tidak memperpanjangnya.

Sebagaimana diberitakan Aljazeera (21/11/2016), ‘Asiry menjelaskan bahwa Koalisi Arab memandang tidak terwujudnya situasi yang dikehendaki sehingga gencatan senjata tidak dapat dilanjutkan.

Pengumuman pencabutan itu setelah berlalu 48 jam kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak yang bertikai, pasukan Koalisi Arab yang mendukung pemerintahan sah saat ini dan kelompok pemberontak Syiah Hutsi yang membantu presiden terguling, Abdullah Shaleh.

Bersama dengan pernyataan ‘Asiry, pimpinan tertinggi militer Yaman (pendukung pemerintah sah) dalam rilisnya menyatakan bahwa milisi Syiah Hutsi dan pendukung Abdullah Shaleh telah melakukan 328 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Pelanggaran terbanyak dilakukan di Provinsi Ti’iz sebanyak 166 kali, kemudian di Provinsi al-Juuf sebanyak 69 kali.

Koresponden Aljazeera di Provinsi Tiiz, Hadil al-Yamani, dalam reportasenya mengatakan bahwa daerah-daerah di bagian timur provinsi tersebut telah mendapatkan serangan sengit dari pihak pemberontak Hutsi. (rem/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera /dakwatuna.com-Rio Erismen

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.848 kali, 1 untuk hari ini)