Kota pelabuhah Hudaidah merupakan titik masuk untuk sekitar 70 persen pasokan medis dan makanan ke Yaman. (Foto: AP)


HUDAIDAH (Arrahmah.com) – Koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Syiah Houtsi di Yaman telah mengirim lebih dari 10.000 pasukan tambahan menuju kota pelabuhan Hudaidah yang dikuasai Houtsi, menurut pejabat pemerintah Yaman.

Pengerahan tersebut adalah bagian dari serangan baru yang direncanakan untuk mengamankan wilayah yang telah dibebaskan dari Houtsi, seorang pejabat militer mengatakan kepada kantor berita AFP pada Selasa (30/10/2018).

Menurut pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya itu, misi diperkirakan akan dimulai dalam beberapa hari dan pasukan dari Sudan -bagian dari koalisi- telah pindah ke daerah aman di sekitar kota strategis.

Selama 10 hari terakhir, kelompok teroris Syiah Houtsi telah menempatkan para pejuangnya di atap-atap bangunan di kota Hudaidah, ujar pejabat militer Yaman kepada AFP.

Kota pelabutan Laut Merah Hudaidah merupakan daerah strategis penting. Ini adalah satu-satunya pelabuhan yang dikendalikan oleh Houtsi dan berfungsi sebagai titik masuk untuk sebagian besar impor komersial Yaman dan pasokan bantuan.

Arab Saudi mengatakan Houtsi menggunakan pelabuhan itu untuk menyelundupkan senjata dari Iran. Uni Emirat Arab mengatakan Houtsi menghasilkan 30 hingga 40 juta USD per bulan dalam pendapatan dari pelabuhan itu. (haninmazaya/arrahmah.com)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 526 kali, 1 untuk hari ini)