Komen ‘Rezim Koplak’, Dicopot Jabatannya. Disertasi Halalkan Zina, Diluluskan Jadi Doktor di UIN Jogja

  • Disertasi di UIN Jogja yang Halalkan Seks Tanpa Nikah, Membahayakan Kehidupan, Gelar Doktor Penulisnya Harus Dicabut

     

***

Tulis ‘Rezim Koplak’ di Medsos, PNS Kominfo Dibebastugaskan dari Jabatannya

Posted on 22 Oktober 2019

by Nahimunkar.org

 

 


 

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial HP yang bekerja di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dibebastugaskan karena ‘nyinyir’ di media sosial dengan menyebut pemerintah sebagai ‘Rezim Koplak’

https://www.nahimunkar.org/tulis-rezim-koplak-di-medsos-pns-kominfo-dibebastugaskan-dari-jabatannya/

***

Sultan Brunei Tetapkan Eksekusi Mati Kepada Pelaku LGBT dan Zina, Kini Ada Disertasi di UIN Jogja, Seks di Luar Nikah Tak Melanggar Syariat Islam

Posted on 31 Agustus 2019

by Nahimunkar.org


  • MUI Tolak Keras Hasil Disertasi Hubungan Seksual Nonmarital Dalam Batasan Tertentu Tak Langgar Syariat

  • Penolakan keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).


  • Alasannya jika penafsiran Al Quran menggunakan konsep hermeneutika dibiarkan bebas, maka syariat Islam bisa hancur lebur akibat hasil pemikiran aqliyah dapat dijadikan sebagai pijakan hukum syariat dan hukum kenegaraan.

Inilah berita dan sorotannya.

***

  
 

Heboh Disertasi di UIN Jogja, Seks di Luar Nikah Tak Melanggar Syariat Islam

RMco.id  Rakyat Merdeka – Disertasi Abdul Aziz, mahasiswa program doktoral Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, menggemparkan dunia.

Dalam disertasinya, dia menyebutkan hubungan seks di luar pernikahan tidak melanggar syariat Islam. Mendengar hal ini, publik pun heboh. Tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dunia.

Warganet ikut-ikutan heboh. Abdul Aziz merupakan dosen Fakultas Syariah UIN Surakarta. Dia mengambil S3 di Pascasarjana UIN Yogyakarta.

Disertasi yang di tulisnya berujul “Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai keabsahan hubungan Seksual Non-Marital”.

Disertasi itu diujikan dalam sidang terbuka, Rabu lalu. Sidangnya berlangsung selama 1,5 jam. Abdul Aziz berhasil mempertahankan disertasinya dan dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan”.

Dalam abstraksinya, dia berkesimpulan bahwa konsep milk Al-Yamin (kepemilikan penuh) Muhammad Syahrur itu merupakan sebuah teori baru yang bisa dijadikan sebagai justifikasi terhadap keabsahan hubungan seksual non marital.


“Dengan teori ini, maka hubungan seksual non marital adalah sah menurut syariat sebagaimana sah nya hubungan seksual marital,” tulis Abdul Azis.

Menurutnya, konsep ini menawarkan akses hubungan seksual lebih luas dibanding konsep milkalyamin tradisionalis. Karena dalam konsep tersebut seks di luar nikah dalam batasan tertentu tak melanggar syariat.

Ia juga menyebut, ulama besar seperti Imam Syafii dan Imam Tabari memahami milk Al Yamin sebagai hubungan seksual nonmarital dengan budak perempuan melalui akad milik. Abdul juga menyebut 15 ayat Al-Quran ubah jadi “Problematika Konsep Milk Al Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual non Marital’,” ucapnya.


Tentang Milk Al Yamin ini. Dalam konteks modern, konsep seks di luar nikah dengan budak itu telah bergeser menjadi nikah kontrak dan samen leven. atau hubungan seks tanpa ikatan pernikahan yang tidak bertujuan untuk memiliki keturunan. Namun, tetap melarang seks bebas.

Dia menegaskan, konsep seks di luar nikah ini bukan zina. Kata dia, dengan mengutip konsep Muhammad Syahrur, hubungan intim disebut zina bila dipertontonkan ke publik.

Bila hubungan intim dilakukan di ruang privat, berlandaskan suka sama suka, sama-sama dewasa, tidak ada penipuan, dan niatnya tulus, tidak bisa disebut zina.

Sontak saja, kesimpulan membuat geger. Bukan hanya masyarakat biasa, banyak akademisi juga mengkritisi kesimpulan Abdul. Rektor UIN Yogyakarta, Prof Yudian Wahyudi, kaget dengan hal ini.

https://www.nahimunkar.org/heboh-disertasi-di-uin-jogja-seks-di-luar-nikah-tak-melanggar-syariat-islam/?

***

(Arsip) Sultan Brunei Tetapkan Eksekusi Mati Kepada Pelaku LGBT Dan Zina

Posted on 28 Desember 2017

by Nahimunkar.com

 
 

by Nahimunkar.com 18 Agustus 2017

Pemerintahan Brunei Darussalam telah menerapkan Hukuman Rajam bagi para kaum LGBT (lesbian/homoseksual/biseksual/transgender) di Negara tersebut. Hukuman ini juga akan diberlakukan untuk pelaku zina di Negara yang telah dimulai pada tahun 2014. Brunei telah mengganti Hukum Pidana Negara dengan menerapkan Hukum Syariah itu.

https://www.nahimunkar.org/sultan-brunei-tetapkan-eksekusi-mati-kepada-pelaku-lgbt-dan-zina-kini-ada-disertasi-di-uin-jogja-seks-di-luar-nikah-tak-melanggar-syariat-islam/

ilustrasi/ foto news.berdakwah.net

***

Disertasi di UIN Jogja yang Halalkan Seks Tanpa Nikah, Membahayakan Kehidupan, Gelar Doktor Penulisnya Harus Dicabut

 

  • Disertasi ini telah membahayakan kehidupan individu muslim, rumah tangga, masyarakat dan generasi bangsa kita. Bahkan, membahayakan agama dan aqidah umat Islam dengan merusak ajaran agama dan menyesatkan umat Islam.

 

  • Disertasi ini mesti dibatalkan dan gelar doktor penulisnya mesti dicabut.

(Dr. Tgk. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh).

(nahimunkar.org).

(Dibaca 226 kali, 1 untuk hari ini)