Komik Lagi Ya Pak Jokowi




Kita masih ingat, Oktober 2018 dalam acara Plenary Meeting IMF di Nusa Dua Bali, Presiden Jokowi mengangkat cerita komik yang difilmkan “Game of Thrones”.  Kini, di Februari 2020, saat pidato di Australia, Jokowi lagi-lagi menyinggung komik Marvel yang juga diangkat ke layar lebar “Avengers: Endgame”. Dua duanya tentu fiksi dan hanya “game” saja. Menyaksikan kejadian itu, ada empat hal yang menyesakkan dada.

Pertama, memutar ulang ucapan Presiden yang mengecam studi banding ke luar negeri. Dengan nada melecehkan buat apa studi banding ke luar negeri, semua ada dalam HP Android. Wajahnya serius. Eh kini Pak Jokowi studi banding ke Australia. Jokowi pun melihat kawasan Mount Ainslie Canberra yang sebenarnya ada di Android juga.

Kedua, Presiden dipermalukan oleh sambutan anggota Parlemen Australia Ketua Partai Hijau Adam Brandt, pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM). Jokowi menunduk di hadapan Brandt yang berjas mengenakan pin Bintang Kejora. Bereskan dulu urusan Papua. Martabat bangsa direndahkan.

Ketiga, Veronica Koman dan aktivis HAM berhasil menerobos untuk menyerahkan data tahanan dan korban Papua kepada Presiden Jokowi. Veronica Koman adalah buron Polda Jawa Timur soal provokasi di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya yang berujung kerusuhan di Papua.

Keempat, ya itulah pidato dengan membawa komik dan film fiksi Avengers. Pak Presiden film itu bercerita tentang heronya orang Amerika bukan Australia. Ada Captain America, Iron Man, Ant Man, Thor dan lainnya. Siapa pembuat teks pidato tersebut? Mungkin komikus.

Pemindahan ibukota yang dijadikan obyek studi banding tentu tak sebanding. Canberra sudah menjadi pilihan sebagai ibukota negara sejak tahun 1908 menengahi persaingan Sydney dan Melbourne. Canberra adalah kota ke 8 terbesar di Australia. Secara formal dibentuk tahun 1913 setelah Australian Capital Territory (ACT) berdiri.

Jauh dengan Penajam yang harus dibangun dari nol. Daerah berlubang bekas tambang yang terkena banjir juga. Dipilih baru baru saja dan munculnya juga “ujug-ujug”.  Yang diributkan awal adalah Palangkaraya Kalteng. Canberra dibangun dengan siap biaya. Sedang Penajam makin mempertajam hutang. Tanah juga dikuasai taipan yang mesti dibebaskan. 466 triliun mesti disiapkan untuk biaya pemindahan.

Di tengah pertumbuhan ekonomi stagnan 5 % bahkan kini kurang, maka ambisi memindahkan ibukota bisa jadi bagai cerita komik. Ujung nantinya rakyat yang menanggung beban berat. Pak Jokowi sudah tidak jadi Presiden lagi bahkan mungkin sudah tiada. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Perlu dikaji secara serius oleh para pemimpin negara, apakah pemindahan dan pembangunan ibukota baru itu prioritas dengan tingkat urgensi tinggi? Jika semua manut tanpa pertimbangan matang, maka Presiden dan para pemimpin negara itu memang bacaannya cuma komik. Kelas komik. Maaf ya Pak.

Penulis: M. Rizal Fadillah

 

[portal-islam.idSabtu, 15 Februari 2020  Berta NasionalCatatan

 

***

Komik saja jadi bacaan bahkan rujukan, tapi perda bernafaskan Islam malah dihapus Jokowi

***

Astaghfirullah, Ini Perda Bernafaskan Islam yang Dihapus Presiden Jokowi

Posted on 18 Juni 2016

by Nahimunkar.com


Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah menghapus 3143 peraturan daerah (perda) yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi dan bertentangan dengan peraturan yang dibuat pemerintah pusat.

Saya sampaikan bahwa Mendagri sesuai dengan kewenangannya telah membatalkan 3.143 Perda yang bermasalah tersebut,” ujar Jokowi di Istana Merdeka, seperti dilansir liputan6, Senin (13/6/2016).

Sementara koran Radar Bogor edisi selasa, 14 Juni 2016, merelease sejumlah Perda yang bernafaskan Islam termasuk yang dihapus. Perda bernafaskan Islam dinilai bersifat intoleransi.

Berikut ini beberapa perda bernafaskan Islam yang termasuk dalam daftar perda yang dihapus Jokowi.

  • Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat :Surat Imbauan Bupati Tanah Datar No.451.4/556/Kesra-2001, Perihal Himbauan berbusana Muslim/Muslimah kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Tenaga Kerja.
  • Kabupaten Bengkulu Tengah: Perda No.05 Tahun 2014 tentang Wajib bisa baca Al-Qur’an bagi siswa dan calon pengantin.
  • Kabupaten Cianjur Jawa Barat: Keputusan Bupati no.451/2712/ASSDA.I/200 tentang kewajiban memakai Jilbab di Cianjur.
  • Kabupaten Pasuruan Jawa Timur: Perda No.4/2006 tentang Pengaturan membuka rumah makan, rombong dan sejenisnya pada bulan Ramadhan.
  • Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan: Perda No.10/2001 tentang larangan membuka restoran, warung, rombong dan sejenisnya serta makan, minum atau merokok di tempat umum pada bulan Ramadhan.
    Perda No.4/2004 tentang Khatam Al-Qur’an bagi peserta didik pada pendidikan dasar dan menengah.
  • Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat
    a). Perda No. 11/2004 tentang tata cara pemilihan kades (materi muatanya mengatur keharusan calon dan keluarganya bisa membaca Al-Qur’an yang dibuktikan dengan rekomendasi KUA).
    b). SK Bupati Dompu No KD.19.05/HM.00/1330/2004, tentang pengembangan Perda No.1 Tahun 2002. Isinya menyebutkan :
    – Kewajiban membaca Al-Qur’an bagi PNS yang akan mengambil SK/Kenaikan pangkat, calon pengantin, calon siswa SMP dan SMU dan bagi siswa yang akan mengambil ijazah.
    – Kewajiban memakai busana Muslim (Jilbab).
    – Kewajiban mengembangkan budaya Islam (MTQ, Qosidah dll).
  • Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat : Instruksi Bupati Lombok Timur No.4/2003 tentang pemotongan gaji PNS/Guru 2,5% setiap bulan. [suaranasional/repelita.com]

https://www.nahimunkar.org/astaghfirullah-perda-bernafaskan-islam-dihapus-presiden-jokowi/

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 354 kali, 1 untuk hari ini)