Aksi Pelajar Islam Indonesia (PII) mendukung siswa berjilbab di Bali

.

 

Jakarta (SI Online) – Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution menyerukan agar umat Islam bersatu terkait kasus jilbab di sekolah-sekolah di Bali.

Maneger mengatakan Pemkot Denpasar sempat bertanya apakah jilbab itu aturan agama atau budaya Islam? Oleh karena itu, selain pendekatan personal ke sekolah, perlu tetap lakukan pendekatan budaya.

”Sebab itu ada usulan dialog antar agama yang difasilitasi FKUB. Jadi tidak hanya soal rumah ibadah, tapi juga pakaian atau atribut agama lain,” kata Maneger seperti dikutip RoL, Rabu (5/3/2014).

Dalam waktu dekat ini Komnas HAM akan bertemu perwakilan Kemendik dan Kemenag terkait kasus jilbab di Bali ini. Maneger mengatakan HAM tidak ada kaitan dengan pemilu. Jadi penyelesaian kasus ini harus tetap jalan. Apalagi waktu penerimaan siswa baru semakin dekat.

Senada dengan Maneger, Wakil Ketua I Komnas HAM Imdadun Rahmat menuturkan hak beragama melekat pada semua orang. Memilih dan meyakini suatu agama, tidak boleh diganggu oleh siapapun.

”Apa jilbab melanggar empat hal itu? Pelarangan jilbab di manapun itu melanggar hak. Kasus ini perlu digemakan, agar wilayah lain tidak melakukan pelarangan serupa, ” tutur dia.

Masyarakat Indonesia hidup dalam keberagaman. Mayoritas dan minoritas bisa tukar berbuat kebaikan dan hidup bersama.

red: adhila
sumber: RoL

(nahimunkar.com)

(Dibaca 346 kali, 1 untuk hari ini)