Polisi lakukan pengamanan ketika melakukan penggusuran rumah warga di Kampung Pulo, Jakarta. Foto: Aktual

Jakarta, Aktual.com – Cara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang melakukan penggusuran paksa terhadap rumah-rumah warga di beberapa tempat, mendapat kritikan dari Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Nur Cholis.

Menurut Nur Cholis, cara-cara yang dilakukan Ahok, untuk menggusur paksa rumah-rumah warga yang dibarengi dengan unsur kekerasan itu tidak manusiawai.

“Kita harus melakukan pendekatan yang lebih manusiawi ketika kita ingin menggerakkan proses pembangunan dengan masyarakat-masyarakat di grass root (bawah),” kata Nur Cholis kepada Aktual.com, usai menghadiri pembukaan Museum Temporer “Rekoleksi Memori” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (7/12) malam.

Diungkapkan Nur Cholis, diperlukan mediasi antara pemerintah dengan masyarakat sebelum melakukan penggusuran. Hal ini sebagai langkah menghindari adanya kekerasan yang dilakukan pemerintah terhadap masyarakat.

“Kepentingan masayrakat yang harus mendiami satu tempat tertentu, menurut kami bisa dilakukan dengan mediasi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, penggusuran rumah-rumah warga di beberapa wilayah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, nyaris diwarnai dengan bentrokkan antara petugas dengan masyarakat.

Salah satu yang masih segar dalam ingatan adalah, penggusuran rumah warga di kawasan Kampung Pulo Jakarta, yang diwarnai dengan bentrokkan.

(Zaenal Arifin)

Sumber: aktual.com/Agung Rizki, 8 Desember 2015 6:33 AM

(nahimunkar.com)

(Dibaca 650 kali, 1 untuk hari ini)