densus 88

ilustrasi: merdeka.com

Desakan Evaluasi dan Pembubaran Densus

  •  Pelanggaran yang dilakukan oknum tim Densus 88 adalah melakukan penyiksaan yang mengakibatkan kematian kepada warga negara yang tidak berdaya, tidak bersenjata, dan sudah menyerah.
  • Komnas HAM menilai Densus telah melanggar beberapa undang-undang di antaranya, Pasal 28 I ayat (1) UUD 1945: “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran, ….. adalah hak asasi yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun”.
  • Terpidana Wiwin pada video tersebut disiksa, ditembak, dan ditelanjangi.
  • Menurut Siane, secara materi, video itu juga bisa dipastikan asli. Katanya, hal itu bisa dilihat dari konsistennya ukuran pixel video tersebut sejak menit pertama hingga menit ter akhir.
  • Menurut SOLI,  tindakan Densus 88 yang dalam banyak kasus telah terbukti melampaui kepatutan, kepantasan, dan batas perikemanusiaan berupa penangkapan, penculikan, penyiksaan, intimidasi, dan pembunuhan, yang sebagian terekam dalam video yang beredar, dan yang telah memakan banyak korban dan menimbulkan kesedihan, luka dan trauma.

 Inilah beritanya.

***

 Desakan Evaluasi dan Pembubaran Densus

 Komnas HAM: Densus 88 Lakukan Pelanggaran HAM Serius

 Senin, 18 Maret 2013

Hidayatullah.com–Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai oknum tim Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88) Mabes Polri  telah melakukan pelanggaran HAM serius kepada para tersangka kasus terorisme yang rekaman videonya telah diunggah di situsYoutube.

“Kita tidak bela teroris,” kata Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila, meluruskan anggapan soal kesimpulan lembaganya yang menilai Densus 88 telah melanggar HAM terhadap warga negara yang belum ditetapkan bersalah oleh pengadilan.

Hal itu katakannya kepada para wartwan di Kantor Komnas HAM, Senin (18/03/2013), di Jakarta.

Menurut Laila, pelanggaran yang dilakukan oknum tim Densus 88 adalah melakukan penyiksaan yang mengakibatkan kematian kepada warga negara yang tidak berdaya, tidak bersenjata, dan sudah menyerah.

Komnas HAM menilai Densus telah melanggar beberapa undang-undang di antaranya, Pasal 28 I ayat (1) UUD 1945: “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran, ….. adalah hak asasi yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun”.

Belum lama ini, pihak Komnas HAM telah melawat ke Palu dan Poso – Sulawesi Tengah, tempat kejadian video tersebut, untuk melakukan penyelidikan dan menemui pelaku.

Dalam temuannya, Komnas HAM memastikan video penyiksaan oknum terorisme yang diduga dilakukan tim Densus 88 terhadap sekelompok orang terduga pelaku teror yang diunggah di situs Youtube bukanlah rekayasa alias asli.[Baca juga: Investigasi Komnas HAM: Video Itu Asli!]

“Video itu valid,” kata Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Penanganan Tindak Pidana Terorisme Komnas HAM, Siane Indriani, pada jumpa pers di kantor Komnas HAM Jakarta, Senin (18/03/2013).*

Rep: Surya Fachrizal Ginting

Red: Cholis Akbar

***

Investigasi Komnas HAM: Video Itu Asli!

Senin, 18 Maret 2013

Hidayatullah.com–Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan video penyiksaan oknum terorisme yang diduga dilakukan tim Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88) Mabes Polri  terhadap sekelompok orang terduga pelaku teror yang diunggah di situs Youtube bukanlah rekayasa.

“Video itu valid,” kata Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Penanganan Tindak Pidana Terorisme Komnas HAM, Siane Indriani, pada jumpa pers di kantor Komnas HAM Jakarta, Senin (18/03/2013).

Menurut Siane, pihaknya telah melawat ke Palu dan Poso – Sulawesi Tengah, tempat kejadian video tersebut, untuk melakukan penyelidikan.

Katanya, kesimpulan itu diperoleh dari sinkronnya keterangan-keterangan yang diberikan oleh masyarakat setempat (Tanah Runtuh, Poso Kota) dengan terpidana Wiwin yang pada video tersebut disiksa, ditembak, dan ditelanjangi.

Menurut Siane, secara materi, video itu juga bisa dipastikan asli. Katanya, hal itu bisa dilihat dari konsistennya ukuran pixel video tersebut sejak menit pertama hingga menit ter akhir.

Siane mengatakan, penyelidikan itu dilakukan Komnas HAM pada 7 – 11 Maret lalu. Dalam melakukan penyelidikan, pihaknya juga melibatkan Majelis Ulama dan wartawan setempat.

Pelanggaran HAM Berat

Sebelumnya, 27 Ormas-ormas Islam yang tergabung dalam Silaturrahim Ormas Lembaga Islam (SOLI) mendesak pemerintah melakukan evaluasi atau bila perlu membubarkan Densus 88 atas dugaan pelanggaran HAM berat terkait beredarnya video kekerasan di Poso.

Menurut SOLI,  tindakan Densus 88 yang dalam banyak kasus telah terbukti melampaui kepatutan, kepantasan, dan batas perikemanusiaan berupa penangkapan, penculikan, penyiksaan, intimidasi, dan pembunuhan, yang sebagian terekam dalam video yang beredar, dan yang telah memakan banyak korban dan menimbulkan kesedihan, luka dan trauma.

Sementara tim investigasi Komnas HAM mengaku telah menemukan bukti-bukti yang cukup kuat untuk membawa kasus dugaan pelanggaran HAM berat berupa kejahatan kemanusiaan dalam penanganan terorisme yang diduga dilakukan oknum tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri.*

Rep: Surya Fachrizal Ginting

Red: Cholis Akbar/ hdytllhcom

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 1.792 kali, 1 untuk hari ini)