13 Begal Asal Lampung Diringkus, Pentolannya Masih Bebas Berkeliaran

Diam diam Polisi Tembaki Banyak Pelaku Begal Motor

Kenalilah Tempat-tempat Beroperasinya Komplotan Begal Kendaraan

Kenali Pula Ciri-ciri Komplotan Begal Motor

Merajalelanya begal akhir-akhir ini, disamping harus diwaspadai, perlu pula masyarakat terutama para pemimpin dan tokoh mengintrospeksi diri. Apakah ini akibat (atau balasan atau azab) dari kejahatan dan kemaksiatan yang sudah menjadi prilaku manusia di negeri ini, atau memang kekurang waspadaan. Karena bila masyarakat itu sendiri sudah jahat prilakunya, maka ada balasan langsung dari Allah.

Lima Kejahatan dibalas dengan lima bencana

Mari kita renungkan Hadits Nabi SAW tentang lima  kejahatan dibalas dengan lima adzab bencana berikut ini:

خَمْسٌ بِخَمْسٍ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا خَمْسٌ بِخَمْسٍ؟ قَالَ:مَا نَقَضَ قَوْمٌ الْعَهْدَ إِلا سُلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوُّهُمْ، وَمَا حَكَمُوا بِغَيْرِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلا فَشَا فِيهِمُ الْفَقْرُ، وَلا ظَهَرَتْ فِيهِمُ الْفَاحِشَةُ إِلا فَشَا فِيهِمُ الْمَوْتُ، وَلا طفَّفُوا الْمِكْيَالَ إِلا مُنِعُوا النَّبَاتَ وَأُخِذُوا بِالسِّنِينَ، وَلا مَنَعُوا الزَّكَاةَ إِلا حُبِسَ عَنْهُمُ الْقَطْرُ.

Lima  (kejahatan dibalas) dengan  lima  (bencana).  (1) Tidaklah suatu kaum yang merusak perjanjian, kecuali Allah akan  menimpakan atas mereka musuh yang menguasai mereka. (2) Dan tidaklah orang-orang yang menghukumi dengan selain hukum yang diturunkan Allah kecuali akan  tersebar  luas kefakiran di kalangan mereka.  (3) Dan  tidaklah adanya  perzinaan yang nampak pada mereka kecuali akan  (mengakibatkan)  tersebar luas bahaya kematian. (4) Dan tidaklah  ada  orang-orang yang mencurangi takaran kecuali mereka akan dicegah (adanya kesuburan)  tumbuh-tumbuhan. (5) Dan tidaklah orang-orang yang  menahan/tidak bayar zakat kecuali mereka akan diadzab dengan  ditahannya hujan dari mereka (kemarau panjang).” (HR At-Thabrani dalam Al-Kabier dari Ibnu Abbas, shahih).

Lima kejahatan itu pertama merusak perjanjian, baik kepada Allah maupun kepada pihak lain. Balasan dari perusakan janji itu adalah berkuasanya musuh atas mereka. (Janji-janji waktu kampanye, misalnya, apakah memang ditepati? Akibatnya, asing dan aseng sudah siap bancaan di negeri ini. Dan dari segi penjahat yang lain, begal pun merajalela).

Kedua, menghukumi dengan selain hukum yang diturunkan Allah, artinya menghukumi dengan selain hukum yang ada di dalam Al-Qur’an (plus hadits Nabi saw) dengan sengaja ataupun karena kebodohannya. Balasannya adalah kefakiran tersebar luas,  merajalela menimpa mereka. (Mungkin bukan hanya tidak menggunakannya, bahkan lebih dari itu, membencinya, dan berupaya sekuat tenaga untuk menjauhkannya dari Umat).

Ketiga,  kekejian yang nampak pada mereka, artinya  zina,  dan mereka tidak mengingkari pelakunya, maka akan  (mengakibatkan)  tersebar luas bahaya kematian.

Keempat,  mencurangi  takaran  ataupun  timbangan.  (Bukan  hanya mencurangi  takaran dan timbangan, namun dana-dana  atau  hak-hak orang pun disunat). Balasannya adalah dicegah (adanya  kesuburan) tumbuh-tumbuhan.  Artinya keberkahan tanam-tanaman  itu  dicabut, tidak berkah lagi.

Kelima, mencegah zakat, artinya tidak diberikan kepada  mustahiq  (yang berhak menerima, yakni fakir miskin  dsb.  Orang-orang kaya  ataupun  yang berkewajiban zakat  tidak  mau  mengeluarkan zakat).  Balasannya  adalah tidak diturunkan hujan  atas  mereka. (Lihat  Muhammad Abdur Rauf Al-Munawi, Faidhul Qadir,  Darul Fikr, cet 1, 1996/ 1416H, juz 3,  hal 554 ).

Satu bencana (kefakiran) saja sudah membuat bangsa ini terpuruk dengan aneka krisis. Bagaimana kalau lima-limanya? Na’udzublillaahi min dzaalik.

Mengenai merajalelanya keresahan masyarakat, Inilah berita-berita tentang komplotan begal yang sudah sangat mefresahkan masyarakat.

***

13 Begal Asal Lampung Diringkus, Pentolannya Masih Bebas Berkeliaran

 

JAKARTA — Kesadisan begal asal Lampung masih bakal terus terjadi. Sebab sampai kini kepala komplotan begal asal Lampung masih berkeliaran. Polisi baru menangkapi anggota komplotannya saja.

Hal itu terungkap dalam rilis pengungkapan pencurian dan kekerasan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/2/2015) pagi.

Saat ini, polisi baru meringkus 13 pelaku begal yang tergabung dalam beberapa komplotan Lampung. Tapi seluruh yang diringkus hanya anak buah, bukan kepala komplotannya.

“Ada 13 pelaku begal asal Lampung yang sudah kami tangkap,” ujar Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Unggung Cahyono kepada wartawan.

Salah satu anggota komplotan yang tertangkap adalah Serbo (25), anggota komplotan begal asal Lampung. Serbo tergabung dalam komplotan Thohir.

Tapi dari tujuh anggota komplotan Thohir, polisi baru menangkap dua anggota termasuk Serbo. Kemudian menembak mati seorang anggota komplotan Thohir. Sedangkan kepala Komplotannya, yakni Thohir masih bebas berkeliaran.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Heru Pranoto, mengakui betapa ganasnya komplotan Lampung. Mereka selalu melukai korbannya setiap beraksi. Bahkan saat korbannya sudah menyerah, tetap saja dilukai.

Masih berkeliaran kepala komplotannya, membuat aksi-aksi komplotan begal asal Lampung bakal terus terjadi. Masyarakat masih akan terus merasakan ganasnya komplotanbegal Lampung.(ote) tribunnews.com Jumat, 27 Februari 2015 11:36 WIB

***

Polisi menunjukan tiga tersangka pelaku begal motor IS (18), D (18), dan ADP (18) berikut barang bukti yang berhasil ditangkap di Mapolresta Depok, Jawa Barat, 1 Februari 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Unggung Cahyono menginstruksikan jajarannya untuk melakukan tembak di tempat terhadap pelaku begal yang bertindak membahayakan.

“Hingga saat ini sudah tujuh pelaku yang ditembak hingga tewas di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” katanya usai gelar perkara kasus teror di Markas Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota, Kamis, 26 Februari 2015.

Menurut dia, pelaku begal yang kerap beraksi di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya mulai dari Depok, Tangerang, dan Bekasi tergolong sadis karena dipersenjatai dengan senjata tajam hingga senjata api.

“Mereka tak segan menyakiti korbannya yang melawan. Bahkan, anggota juga ada yang terkena tembakan pelaku saat melakukan pengejaran,” katanya.

Sejauh ini kepolisian telah menangkap 29 pelaku begal yang kerap beraksi di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya, yakni di Depok, Tangerang, dan Bekasi.

“Sebanyak tujuh pelaku lainnya tewas karena berusaha melawan dan bertindak membahayakan,” katanya.

Dari tangan para pelaku didapati barang bukti 120 sepeda motor dan 21 mobil hasil curian. Polisi juga turut mengamankan 14 pucuk senjata api berupa 12 unit senjata rakitan, satu senjata air soft gun, satu unit senjata organik, serta 140 buah senjata tajam.

Dari 29 tersangka yang ditangkap, sebanyak 12 di antaranya berasal dari Sumatra. “Pengejaran dilakukan aparat hingga lokasi asal para pelaku. Pelaku asal Sumatra ini beraksi hingga 11 tempat kejadian perkara di Depok dan Tangerang,” katanya.

Unggung mengatakan fenomena begal ini mendapatkan atensi serius dari pihaknya sehingga penanganannya pun dilakukan dengan serius.

antara/ tempo.co, Jum’at, 27 Februari 2015 | 07:36 Wib

***

Inilah Tempat-tempat Beroperasinya Komplotan Begal Kendaraan

News.PolisiOnline.com – Aksi Begal Kendaraan semakin menggila, Langsung Bacok dan Tusuk di tempat. Komplotan Begal Terhadap Pengendara Sepeda Motor Telah Memasuki Jakarta bahkan Polri telah menghimbau pada warga untuk selalu waspada dan berhati-hati jika berkendara di malam hari.

Berikut titik-titik rawan pembegalan di Jakarta :

  1. Jakarta Utara :
  • Sepanjang Jl.Raya Cakung – Cilincing,
  • Jembatan Tinggi Tipar Cakung.
  • Raya Plumpang Semper.
  • Enggano (Mambo)
  • Yos Sudarso.
  • Pegangsaan II Kelapa Gading.
  • Sepanjang Waduk Permai, Jakarta Utara.
  • RE Martadinata (Depan Ancol).
  • Sepanjang Kemayoran (Khususnya Terowongan).
  • Sepanjang Danau Sunter.
  1.  Jakarta Timur :
  • Harapan Indah (Perbatasan Bekasi – Jakarta)
  • Kalimalang (dijempatan).
  • I Gusti Ngurah Rai.
  • Perlintasan KA Cipinang.
  • Pupar Cakung.
  • Kawasan Industri Pulogadung.
  • Pulomas (Sekitar RS.Omni Hospital).
  • Kramat Jati.
  • Pemancingan Pulo Gebang.
  • Sepanjang BKT (Banjar Kanal Timur).
  1. Jakarta Barat :
  • Fly Over Roxy Mas.
  • Mangga Besar
  • Sekitar terminal Kalideres.
  • Belakang Mall Puri Indah.
  • Kebon Jeruk.
  1. Jakarta Selatan :
  • Kebayoran Lama
  • Pasar Minggu.
  • Mampang Prapatan.
  1. Jakarta Pusat :
  • Lapangan Banteng.
  • Depan Terminal Senen.
  • Cempaka Putih (Terowongan).
  • Johar Baru.
  • Sawah Besar.

“Selalu Waspada dan Perketat Keamanan Lingkungan Setempat” Polisi Online. 

Mereka Beraksi pada malam hari sekitar jam 22.00 – 04.00 pagi. selalu waspada dan berhati-hati berkendara dan kepada masyarakat setempat perketat keamanan serta selalu berkoordinasi dengan pihak Keamanan Kepolisian setempat. Jangan sampai teman, saudara, keluarga dan orang yang kita cintai menjadi korban selanjutnya. Salam PolisiOnline.

***

Inilah Ciri-ciri Komplotan Begal Motor

Aksi komplotan begal motor yang semakin nekat di wilayah Jabodetabek kian marak dan meresahkan. Terakhir kali kawanan begal ini beraksi, salah satu pelaku dihajar massa dan dibakar hingga tewas di lokasi kejadian.

Menanggapi hal ini, kepolisian menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengenali ciri-ciri pelaku pembegalan yang biasanya berkelompok 4 sampai belasan orang.

“Ciri-ciri mereka ini, biasanya kos atau mengontrak rumah. Nanti akan ada datang orang-orang yang secara bergantian ke tempat tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul saat menampingi Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono yang ikut meninjau razia besar-besaran untuk mencegah maraknya pembegalan motor yang terjadi di Jalan Akses UI, Margonda, Kota Depok.

Selain itu, kata Martinus, pelaku begal sangat tertutup dengan warga sekitar, walaupun ada yang bersosialisasi tapi terkadang itu hanya alibi saja untuk menutupi tindakan komplotan mereka agar tidak terlalu dicurigai.

“Walaupun sebenarnya ada yang bersosialisasi, namun ada juga yang tidak bersosialisasi dengan warga sekitar,” katanya.

Selain mengadakan razia dan operasi pengamanan untuk mencegah tindakan kejahatan jalanan seperti begal, aparat kepolisian melakukan penyuluhan kepada seluruh komunitas di masyarakat agar ikut berperan aktif melakukan pencegahan dan pengamanan pelaku yang tertangkap.

“Kemudian, kami juga akan menjalin komunikasi dengan Lurah, RT, RW terkait informasi tentang keberadaan mereka dimana,” terangnya.

Aksi main hakim warga kepada pelaku pembegalan hingga tewas apalagi dengan cara yang sangat sadis yaitu dibakar seperti yang terjadi baru-baru ini, menuntut kepolisian agar merespon dan bertindak lebih cepat agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.

“Kami juga akan melakukan gelar personel polisi ke semua tempat rawan, seperti tempat yang pernah ada kejadian, tempat sepi, dan tanpa penerangan. Selain itu dengan menempatkan anggota di Pos Pantau. Pengerahan anggota di beberapa titik juga menjadi prioritas kami,” tandasnya.

[AndriIdaman/HD] HarianDepok.com – Berita – Nasional , By Andri Idamanon February 26, 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.063 kali, 1 untuk hari ini)