“Bangke nih ikut-ikut aja nih komisi. Udah babak belur di kasus Sambo. Sekarang ikutan pula di kasus Kanjuruhan,” sentil Panca dikutip dari unggahan twitternya, @panca66 (4/10/2022).

Ilustrasi. Panasnya Debat Mahfud MD & Desmond Mahesa Bahas Kompolnas

Mereka berdebat soal apakah keberadaan Kompolnas masih diperlukan atau tidak, mengingat Kompolnas pernah menyampaikan keterangan Polri soal kematian Brigadir J, yang ternyata itu adalah skenario Irjen Ferdy Sambo./kpscom/ ytb

Inilah berita sorotan terhadap Kompolnas soal kasus tragedi Kanjuruhan Malang.

***

Kompolnas Ambil Bagian pada Tragedi Kanjuruhan, Politisi Demokrat: Ikut-ikut Aja Nih Komisi

 

 

Kader Partai Demokrat Cipta Panca Laksana, mendadak menyinggung Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang juga ambil bagian pada tragedi Kanjuruhan.

 

Panca tidak lupa menyentil bagaimana Kompolnas dalam menangani kasus Sambo yang berjilid-jilid. Pada kasus Sambo, sebagaimana diketahui Kompolnas terlihat tidak berdaya.

 

“Bangke nih ikut-ikut aja nih komisi. Udah babak belur di kasus Sambo. Sekarang ikutan pula di kasus Kanjuruhan,” sentil Panca dikutip dari unggahan twitternya, @panca66 (4/10/2022).

 

“Seperti kata Mahfud di DPR, kalau mau bubarkan ya bubarkan saja. Yang bikin kan DPR, katanya. Setuju dibubarkan!!!,” sambungnya.

 

Diketahui sebelumnya, Kompolnas mengonfirmasi ada beberapa pintu di Stadion Kanjuruhan, Malang yang dikunci saat tragedi gas air mata terjadi pada Sabtu (1/10/2022).

Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto mengatakan belum diketahui secara pasti siapa yang menutup pintu tersebut. Sementara, berdasarkan keterangan yang didapat oleh pihaknya, Kapolres Malang tidak memerintahkan penutupan pintu tersebut.

 

Biasanya, dalam pertandingan sepak bola, pintu dibuka 15 menit sebelum pertandingan berakhir. Wahyu menjelaskan bahwa dalam stadion tersebut terdapat 15 pintu, dua di antaranya berukuran besar.

 

Dia belum mengetahui secara detail berapa jumlah pintu yang terkunci. Namun, akibat ada pintu yang dikunci tersebut, para supporter kesulitan ke luar saat gas air mata disemprotkan.

 

Sebelumnya, tragedi Kanjuruhan bermula saat polisi menembakan gas air kepada para penonton sepak bola. Polisi mengklaim gas air mata itu ditembakkan untuk melerai kerusuhan di para pendukung Arema yang kecewa dan turun ke lapangan untuk menemui tim dan ofisial.

 

Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada para suporter di lapangan, tetapi juga terhadap penonton di tribun sehingga membuat massa panik. Penonton pun berlarian dan berdesak-desakan menuju pintu keluar.

 

Banyak di antaranya yang sesak nafas dan terinjak-injak. Setidaknya 125 orang dilaporkan tewas dengan ratusan lainnya luka-luka akibat kerusuhan tersebut.

 

Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam menyatakan hanya dua pintu keluar yang terbuka dari 14 pintu saat insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Persebaya melawan Arema FC, Sabtu (1/10/2022).

 

Sumber: fajar

Foto: Cipta Panca Laksana/Net

oposisicerdas.com, Rabu, Oktober 05, 2022 Politik

(nahimunkar.org)