Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) dan Gejala Tokoh Bahkan Kyai Terpapar Paham Komunis

 

Kita lihat saja, hampir 1000 ulama, kyai, tokoh Islam yang kongres KUII di Bangka itu mentalnya sudah jadi budak harta dunia atau masih ada sisa pembelaannya terhdap Islam.

Bila kalah dengan kongres Ulama di Palembang 1957 yang berani menentang PKI (Partai Komunis Indonesia) terang2an padahal saat itu PKI lagi jaya2nya, namun para ulama tetap memutuskan, umat Islam haram berfaham komunis, dan yang meyakini faham komunis hukumnya kafir.

Kongres Alim Ulama se Indonesia Tahun 1957 di Palembang: Meyakini Komunis Hukumnya Kafir


Posted on 1 Mei 2016

by Nahimunkar.com


Sejarah mencatat, sikap umat Islam Indonesia tegas terhadap paham komunis sudah dimulai sejak Kongres Alim Ulama se Indonesia tahun 1957 di Palembang. Ada beberapa point yang dihasilkan dalam Kongres Alim Ulama se Indonesia tersebut, antara lain:

Pertama, Ideologi atau ajaran komunis kufur hukumnya, dan haram bagi umat Islam menganutnya. Kedua, bagi seseorang yang menganut ideologi komunis dengan keyakinan dan kesadaran, maka dia termasuk kafir
dan tidak sah menikah dengan orang Islam, tidak ada waris mewarisi (ahli waris), serta jenazahnya tidak diboleh diselenggaran secara Islam.

Ketiga, bagi seseorang yang memasuki organisasi atau partai yang berideologi komunis tidak dengan keyakinan dan kesadaran, maka dia termasuk orang yang sesat, dan harus diajak agar meninggalkan organisasi atau partai tersebut.
Keempat, walaupun Indonesia belum menjadi Negara Islam, namun haram bagi umat Islam mengangkat/memilih Kepala Negara/pemerintah yang berideologi komunis (di masa itu dasar Negara RI sedang dibahas dalam Konstituante berdasarkan UUD Sementara tahun 1959).

Kelima,
memperingatkan kepada pemerintah agar bersikap waspada terhadap gerakan aksi subversif asing yang membantu aksi-aksi perjuangan kaum komunis di Indonesia.

Keenam, mendesak kepada Presiden RI (Soekarno ketika itu) untuk mengeluarkan dekrit yang menyatakan PKI dan mantel organisasinya sebagai partai terlarang di Indonesia. (Selasa, 20 Zulhijjah 1435 H / 1 Oktober 2013 07:07 wib Ingat! Banyak Kiai dan Santri yang Syahid Dibunuh PKI Secara Keji voa-islam.com/nahimunkar.com)

 

https://www.nahimunkar.org/kongres-alim-ulama-se-indonesia-tahun-1957-palembang-meyakini-komunis-hukumnya-kafir/

 

Bila kini (26-29 Februari 2020) hampir 1000 orang yang kumpul di Pangkalpinang Bangka Belitung atas nama Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII itu kalah dengan kongres Ulama Palembang 1957 padahal jelas2 di depan mata ada Yudian Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) yang juga Rektor UIN Jogja dan sebagai Kyai NU/ tokoh Pengurus NU Jogja terang2an bilang bahwa ‘agama adalah musuh terbesar pancasila’, maka para ulama dll yang kumpul atas nama KUII itu (bila tidak berani menentangnya terang2an, hal-hal yang berkaitan dengan penyerangan terhadap agama Islam) berarti sudah jadi hamba2 sahaya harta-dunia. Tidak tersisa lagi perjuangan dan pembelaannya terhadap Islam. Kalah dengan manusia2 anti agama Islam dan munafiqin yang merajalela. kita tunggu saja, sudara2.

Gejala Kyai terpapar Paham Komunis itu telah dibeberkan oleh seorang professor. Ini cuplikan beritanya.

Terpapar Paham Komunis


Posted on 26 Februari 2020

by Nahimunkar.org



Ketika Prof Suteki dalam ILC tvOne (18/2/2020) menyebut Prof Yudian Wahyudi yang  berpendapat “Agama adalah musuh terbesar Pancasila” sebagai terpapar paham Marxisme Leninisme dan Komunisme dengan indikasi sama dengan dan serupa dengan kalimat kaum komunis agama sebagai racun, lalu ramai orang berpendapat bahwa itu tidak mungkin, sebab Prof Yudian itu Kyai (NU, red NM) Rektor IAIN Sunan Kalijogo Jogja tidak mungkinlah beliau terpapar Komunisme.

Saya agak merasa tercengang juga banyak orang lupa sejarah atau sengaja melupakan bahwa para tokoh tokoh PKI di Indonesia itu adalah awalnya seorang Kyai putra Kyai aktifis Organisasi Islam yang akhirnya keblinger oleh paham Komunisme lalu mereka berubah memusuhi agama terutama Islam, itulah goresan sejarah kita, mari kita baca ulang mari kita bongkar lagi.. saya kemukakan di sini 3 tokoh saja:

1. Kyai Ahmad Dasuki Siradj sejak kecil mondok di Jamsaren solo, Pondok pesantren mambaul di solo lalu di Rembang, aktif dalam pergerakan Serikat Islam lalu berkenalan dengan ISDV lanjut jadi tokoh PKI*. 

2. Musso atau Munawar Musso putra kyai besar di Kyai Hasan Muhyi di Kediri awalnya berguru pada HOS Tjokroaminoto bersama Bung Karno lalu berkenalan dengan ISDV juga lanjut jadi tokoh PKI memusuhi Islam memberontak dan berkhianat pada Kemerdekaan

3. Tan Malaka dari Tanah Sumatra kecilnya pandai mengaji khatam quran lanjut berkenalan dengan ISDV lanjut menjadi tokoh PKI

Mereka semua punya latarbelakang yang kental dengan agama namun keblinger dengan idiologi komunis melalui pikiran-pikiran yang intinya akhirnya menyebut agama adalah racun masyarakatAgama adalah musuh terbesar Pancasila ini sudah serupa dengan pikiran yang keblinger tersebut.

Jaman itu hanya berputar kadang mengulang apa yang sudah pernah terjadi, sebuah kebodohan  yang besar bila kita tidak bisa mengambil hikmahnya.

By Agus Maksum [fb]

 Ketika Prof Steven Suteki dalam ILC menyebut Prof Yudian Wahyudi yang berpendapat Agama adalah musuh terbesar Pancasila…
Dikirim oleh Agus Maksum pada Jumat, 21 Februari 2020

Video:

https://youtu.be/PaFuKgc7Sm4

[portal-islam.idSelasa, 25 Februari 2020  CATATAN

https://www.nahimunkar.org/terpapar-paham-komunis/

***

Berikut ini berita tentang pembukaan KUII VII di Bangka Belitung.

***

 

Wapres Resmi Buka Kongres Umat Islam Indonesia


Pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia

PANGKALPINANG – Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin di Novotel Bangka And Convention Centre, Pangkalpinang, Rabu (26/2/2020) malam.

KUII VII ini berlangsung pada tanggal 26 – 29 Februari 2020 dengan tema “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia Dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil dan Beradab”

Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh wakil presiden didampingi Sekjen MUI Buya Anwar Abbas, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan beberapa menteri.

KH Ma’ruf Amin mengatakan, MUI sebagai representasi dari ormas-ormas Islam hanya melanjutkan pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia yang telah diselenggarakan bahkan sebelum Indonesia merdeka.

“Berarti MUI hanya menyambung saja. Ini sudah yang ketujuh. Berarti sudah 35 tahun kita adakan,” kata Kiai Ma’ruf.

“Umat Islam harus ada pemimpinnya, harus ada imamahnya. Bukan imamah atau pemimpin personal tapi imamah institusionaliyah (kepemimpinan organisasi, red ) yaitu MUI yang merupakan representasi dari ormas-ormas Islam,” ujarnya.

Kongres yang mengusung tema “Strategi perjuangan umat islam untuk mewujudkan NKRI yang maju, adil dan beradab” ini diharapkan menjadi jalan untuk mewujudkan umat Islam Indonesi sebagai umat yang terbaik. (Jurnalislam.com) 27 Feb 2020 07:30:19 Reporter: Arie Ristyan Redaktur: Mazaya

(nahimunkar.org)