Innalillaahi wa inna ilaihi raji’un.

Takutlah kepada Allah سبحانه و تعالىٰ jika bencana ini akan terus-menerus menimpa saudara-saudara kita disana.

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي الطَّاهِرِ بْنِ السَّرْحِ الْمُضَرِيُّ ، ثنا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ ح ، وَحَدَّثَنَا أَبُو حُصَيْنٍ الْقَاضِي ، ثنا يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ ، قَالا : أَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَسْلَمَ ، حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ ، حَدَّثَنِي سَهْلُ بْنُ سَعْدٍ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ “

Dari Sahl bin Sa’ad رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Akan terjadi di akhir zaman, ditenggelamkannya manusia ke dalam bumi, dihujani dengan lemparan batu, dan diubah rupanya (menjadi kera dan babi). Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab, “jika telah tampak (dihalalkannya) alat-alat musik dan para biduanita serta dihalalkannya khamr (minuman keras).”

(Shahiih, HR. Ibnu Abid Dunyaa dalam Dzammul Malaahi, no. 1, ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir, VI/150, no. 5810, dan at-Tirmidzi, no. 2212, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 2203)

Dari Abu Malik Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِى الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا يُعْزَفُ عَلَى رُءُوسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ وَالْمُغَنِّيَاتِ يَخْسِفُ اللَّهُ بِهِمُ الأَرْضَ وَيَجْعَلُ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ

“Sungguh, akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr, mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi.”

[HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.]

(Shahiih, HR. Ahmad, V/342, Ibnu Majah, no. 4020, al-Baihaqi dalam Sunan-nya, VIII/295, X/221, Ibnu Hibbaan, no. 1384, dan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushanaf, VIII/81, no. 24108)

Via fb Moch Aziz Arief Sujatmiko, Kemarin,   dipetik bagian yang dalilnya shahih, dengan diberi teks hadits oleh nahimunkar.org

(nahimunkar.org)

(Dibaca 812 kali, 1 untuk hari ini)