Wakil Koordinator Kontras Chrisbiantoro mengaku khawatir jika kasus pencemaran nama baik ditangani dengan berlebihan akan menimbulkan kecemasan di masyarakat.
“Saya cemas wartawan dan masyarakat yang kritis akan menjadi target penangkapan juga,” katanya.

Tokoh yang lain menilai, Kelakuan Wimar Witoelar lebih berbahaya & biadab
Kelakuan Wimar lbh berbahaya & biadab krn dia terpelajar, mantan jubir presiden. Bandingkan dg arsad jauh..UU Pornografi pun ditolak PDIP
(#IndonesiaSatu ‏@Fahmisalim2 4:28 AM – 30 Oct 2014)

Sebagaimana diketahui, Wimar Witoelar adalah seorang dari tim sukses Jokowi waktu kampanye pemilihan presiden, dia menghebohkan umat Islam karena tulisannya yang menghina Islam. Hingga seorang pelajar pun sampai menulis:
Jahat banget ya om wimar witular ini. Tulisan “Gallery of Rogues.. kebangkitan Bad Guys” itu artinya “Galeri para bajingan… kebangkitan orang jahat”. Wow, Aa Gym dibilang b*jingan, Anis matta, ARB, dan lainnya juga. Gak hanya itu, partai yang mendukung Prabowo juga dibilang b*jingan. Gak ketinggalan Muhammadiyah dan HTI juga.
Penilaian KontraS dalam kasus Arsyad, inilah beritanya.
***

KontraS: Polisi berlebihan tangkap Arsyad

JAKARTA– Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Chrisbiantoro, kecewa atas tindakan kepolisian menangkap Muhammad Arsyad tersangka “bullying” atau penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo karena dinilai berlebihan.
Mengutip Antaranews, “Kami sangat menyayangkan tindakan kepolisian apalagi yang turun langsung menangkap adalah Mabes Polri, itu berlebihan,” kata Chrisbiantoro di Jakarta, Rabu (29/10).
Chrisbiantoro mengatakan kendati sudah menjadi tugas aparat penegak hukum untuk menjaga kewibawaan kepala negara namun penangkapan terhadap tersangka harus menjadi pilihan terakhir.

“Kami sepakat bahwa kepala negara harus dilindungi namun dalam kasus seperti ini upaya penegakkan hukum (penangkapan) mestinya menjadi langkah terakhir,” kata Chrisbiantoro.

Menurut Wakil Koordinator Kontras tersebut pihak kepolisian mestinya melakukan upaya di luar penangkapan seperti hukuman wajib lapor atau hukuman denda.
Chrisbiantoro mengaku khawatir jika kasus pencemaran nama baik ditangani dengan berlebihan akan menimbulkan kecemasan di masyarakat.
“Saya cemas wartawan dan masyarakat yang kritis akan menjadi target penangkapan juga,” katanya.
Menurut Chrisbiantoro, polisi semestinya mencari cara untuk mencegah kasus daripada berusaha untuk menangkap kasus pencemaran yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.

“Polisi harus mencari cara untuk mencegah kasus seperti ini karena polisi sendiri yang akan kelelahan karena akan banyak kasus-kasus pencemaran nama baik,” katanya.

Seorang pemuda berusia 24 tahun bernama Muhammad Arsyad alias Imen ditangkap aparat Mabes Polri Kamis (23/10/2014), dengan tudingan menghina Joko Widodo saat masih menjadi calon presiden di halaman media sosial Facebook.
Dia diduga melakukan tindak pencemaran nama baik dan pornografi dengan memuat gambar Presiden Joko Widodo. Arsyad ditangkap setelah ketua tim kuasa hukum Joko Widodo, Henry Yosodiningrat, melaporkan ke pihak kepolisian pada 27 Juli 2014 kemudian dirinya ditahan pada Kamis, 23 Oktober 2014. (azm/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Kamis, 7 Muharram 1436 H / 30 Oktober 2014 10:10

***

Kelakuan Wimar Witoelar lebih berbahaya & biadab

Kasus M Arsad, wong cilik buruh tusuk sate yang ditangkap dan dianggap menghina Jokowi lewat facebook ramai dikomentari masyarakat, di antaranya ada tokoh yang menulis di twitter begini:
Kelakuan Wimar lbh berbahaya & biadab krn dia terpelajar, mantan jubir presiden. Bandingkan dg arsad jauh..UU Pornografi pun ditolak PDIP
(#IndonesiaSatu ‏@Fahmisalim2 4:28 AM – 30 Oct 2014)

Sebagaimana diketahui, Wimar Witoelar adalah seorang dari tim sukses Jokowi waktu kampanye pemilihan presiden, dia menghebohkan umat Islam karena tulisannya yang menghina Islam. Hingga seorang pelajar pun sampai menulis:
Jahat banget ya om wimar witular ini. Tulisan “Gallery of Rogues.. kebangkitan Bad Guys” itu artinya “Galeri para bajingan… kebangkitan orang jahat”. Wow, Aa Gym dibilang b*jingan, Anis matta, ARB, dan lainnya juga. Gak hanya itu, partai yang mendukung Prabowo juga dibilang b*jingan. Gak ketinggalan Muhammadiyah dan HTI juga.
Beginikah akhlak pendukung Jokowi? Bukankah Jokowi sendiri yang menyerukan pilpres damai tanpa black campaign? Kenapa sekarang pendukungnya sekelas kolumnis Wimar berani menyamakan pendukung Prabowo dengan b*ajingan bahkan teroris? Dia pikir ini lucu-lucuan? Ini namanya diskriminasi. Ini namanya penghinaan. Ini namanya penistaan agama. Dia gak inget kalau jokowi dan yusuf kalla juga seorang muslim. Yang dia hina adalah capres dia sendiri! https://www.nahimunkar.org/wimar-dan-islamophobia/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 545 kali, 1 untuk hari ini)