Radio Taman Hidayah – Beredar rumor bahwah banjir bandang yang terjadi di Garut adalah akibat dari maraknya perzinahan, banyaknya bayi-bayi hasil aborsi dibuang ke sungai dan jauhnya masyarakat dari agama.

Allah taala berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).(QS. Asy Syuraa: 30)

Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan,

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Perkataan ‘Ali –radhiyallahu ‘anhu– di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy Syuraa: 30)

Para ulama salaf pun mengatakan yang serupa dengan perkataan di atas.

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Di antara akibat dari berbuat dosa adalah menghilangkan nikmat dan akibat dosa adalah mendatangkan bencana (musibah). Oleh karena itu, hilangnya suatu nikmat dari seorang hamba adalah karena dosa. Begitu pula datangnya berbagai musibah juga disebabkan oleh dosa.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)

Diluar dari kevalidan rumor diatas, janganlah sampai menutup hati kita untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah di Garut.

Bukankah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda berkaitan dengan sedekah yang di terima Allah:

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallammenceritakan tentang seorang lelaki (dari Bani Israil). Lelaki itu berkata (dalam hatinya), “Sungguh saya akan memberi satu sedekah (pada malam ini), maka ia keluar membawa harta sedekahnya, lalu (dengan diam-diam) ia letakkan sedekahnya itu di tangan seorang pencuri  (tanpa ia ketahui bahwa orang itu pencuri). Pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa  seorang pencuri telah diberi sedekah (tadi malam). Maka lelaki itu berkata, “Allahumma lakal hamdu (Ya Allah! Bagi-Mu segala puji. Sedekahku telah jatuh ke tangan seorang pencuri).”

(Pada malam kedua ia berniat lagi) katanya, “Aku akan memberi sedekah lagi.” Maka ia pu keluar membawa sedekahnya, lalu (dengan diam-diam) ia meletakkannya di tangan seorang wanita pelacur (tanpa ia ketahui bahwa wanita itu pelacur). Pagi harinya orang-orang pun  ramai membicarakan bahwa seorang pelacur telah diberi sedekah (tadi malam). Maka lelaki itu berkata, “Allahumma lakal hamdu (Ya Allah! Bagi-Mu segala puji. Sedekahku telah jatuh ke tangan seorang pelacur).”

(Pada malam ketiga ia pun berniat lagi) katanya, “Aku akan memberi satu sedekah.” Maka ia keluar membawa sedekahnya, lalu (dengan diam-diam) ia meletakkannya di tangan orang kaya (tanpa diketahuinya bahwa ia orang kaya). Pagi harinya orang-orang ramai membicarakan bahwa orang kaya telah di diberi sedekah (tadi malam). Maka lelaki itu berkata “Allahumma lakal hamdu (Sedekahku telah jatuh ke tangan) seorang pencuri,pezina dan orang kaya).”

Kemudian ia dimimpikan oleh seseorang bahwasanya dikatakan padanya, ‘(Sedekahmu telah diterima). Adapun sedekahmu pada seorang pencuri, maka karenanya ia telah berhenti dari perbuatan mencurinya; adapun sedekahmu pada seorang pelacur, maka karenanya ia telah berhenti dari perbuatan lacurnya; dan adapun sedekahmu pada orang kaya, maka karenanya ia telah mendapat pelajaran sehingga ia pun mulai menginfakkan harta yang telah dikaruniakan Allah kepadanya (di jalan Allah)’.” (HR. Bukhari).

Mari bersedekah, mudah-mudah sedekah kita diterima.. Aamiin.

 Publikasi: Selasa, 27 September 2016/ http://radiotamhid.com/kontroversi-bantuan-garut/

***

صحيح البخاري (2/ 110)

1421 – حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ [ص:111] عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” قَالَ رَجُلٌ: لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ، فَوَضَعَهَا فِي يَدِ سَارِقٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى سَارِقٍ فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ زَانِيَةٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ اللَّيْلَةَ عَلَى زَانِيَةٍ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، عَلَى زَانِيَةٍ؟ لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ، فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ غَنِيٍّ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى غَنِيٍّ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، عَلَى سَارِقٍ وَعَلَى زَانِيَةٍ وَعَلَى غَنِيٍّ، فَأُتِيَ فَقِيلَ لَهُ: أَمَّا صَدَقَتُكَ عَلَى سَارِقٍ فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعِفَّ عَنْ سَرِقَتِهِ، وَأَمَّا الزَّانِيَةُ فَلَعَلَّهَا أَنْ تَسْتَعِفَّ عَنْ زِنَاهَا، وَأَمَّا الغَنِيُّ فَلَعَلَّهُ يَعْتَبِرُ فَيُنْفِقُ مِمَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ “

__________

[تعليق مصطفى البغا]

1355 (2/516) -[ ش أخرجه مسلم في الزكاة باب ثبوت أجر المتصدق وإن وقعت الصدقة في يد غير أهلها رقم 1022

(رجل) قيل إنه من بني إسرائيل. (في يد سارق) أي وهو يظنه فقيرا ولا يعلم أنه سارق وكذلك الزانية والغني. (فأصبحوا) القوم الذين فيهم هذا الرجل المتصدق. (فأتي) رأى في المنام]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.840 kali, 1 untuk hari ini)