GAZA CITY (voa-islam.com) – Jumlah korban tewas akibat serangan militer Zionis terhadap Gaza, meningkat lebih dari 1049 jiwa, dan sekitar 6.000 terluka, ungkap laporan AFP mengutip petugas medis, saat berlangsung gencatan senjata sementara sampai Minggu malam, 27/7/2014.

Namun, kelompok Hamas menolak perpanjangan, dan menembakkan mortir ke Israel menjelang berakhir yaang hanya berlangsung selama 12 jam hari Sabtu, ungkap AFP. Hamas kembali menembakkan mereka ke Israel. Ini membuat Zionis menjadi panik.

Seorang juru bicara militer Zionis mengatakan kepada kantor berita AFP,  tiga mortir ditembakkan ke Israel dari Gaza, tapi  tidak korban atau kerusakan. “Rockets baru saja ditembakkan ke Israel, meskipun gencatan senjata kemanusiaan diperpanjang,” tulis mantan juru bicara militer Avital Leibovich melalui akun Twitternya, tak lama setelah pukul 17:00 GMT, ketika gencatan senjata akan berakhir.

Menteri luar negera-negara Barat membuat sandiwara diatas kematian dan penderitaan rakyat Gaza,  mereka melakukan pertemuan di Paris berusaha memperluas gencatan senjata yang berlangsung selama  12 jam antara Hamas dan Zionis-Israel. Sejatinya mereka ingin menyelamatkan Zionis-Israel dari kekalahan.

“Semuanya memanggil kepada  para pihak yang terlibat dalam konflik untuk memperpanjang gencatan senjata yang saat ini sedang berjalan,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius kepada wartawan, tak lama usai pertemuan, di mana para menteri luar negeri dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Qatar, Turki dan Amerika Serikat melangsugnkan pertemuan.

“Kita semua ingin secepat mungkin, negosiasi gencatan senjata bisa bertahan lama, dan  merespon kebutuhan keamanan Israel dan kebutuhan Palestina dalam hal pengembangan sosial-ekonomi Gaza,] dan membuka blokade terhadap  wilayah  Gaza, “tambah Fabius.

Para menteri, bersama dengan diplomat senior Uni Eropa Pierre Vimont, bertemu pada hari yang sama bahwa Israel mulai melaksanakan gencatan senjata, selama  12 jam , dan  mengatakan akan mencari terowongan yang digunakan oleh Hamas. Hamas, yang menguasai  Gaza, mengatakan semua faksi Palestina akan mematuhi gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry memelopori upaya internasional mengakhiri serangan Zionis-Israel yang berlansung selama 19 hari, dan mengakibatkan lebih 1045 yang tewas warga Gaza,   sebagian besar warga sipil, telah tewas.

Amerika Serikat menolak komunikasi dengan Hamas, karena menganggap Hamas sebagai kelompok teroris.

“Kebutuhan sekarang adalah menghentikan pembantaian ,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond kepada wartawan.

“Dan kita menghentikan hilangnya nyawa dengan  gencatan senjata berlangsung  selama 12 jam, 24 jam atau 48 jam – dan kemudian sampai kami menetapkan tingkat kepercayaan yang memungkinkan para pihak terlibat konflik  duduk putaran meja perundingan, dan berbicara tentang substantif masalah”, tegasnya.

Zionis-Israel Melarang Warga Gaza Kembali ke Rumah

Pasukan Zionis-Israel meminta Palestina memiminta warga Gaza mengosongkan rumah mereka “menahan diri untuk tidak kembali”. Mereka akan kembali melakukan serangan besar-besaran terhadap Gaza. Ini tindakan bar-bar yang sangat terkutuk.

“Warga sipil Gaza diminta mengosongkan dari tempat tinggal mereka, dan tidak kembali”, kata juru bicara militer Zionis-Israeldalam sebuah pernyataan.

“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan menyerang  jika Hamas memilih memanfaatkan waktu gencatan senjata ini menyerang personil IDF atau menyerang warga sipil Israel,” kata pernyataan itu.

“Selama ini, kegiatan operasional mencari dan menetralisir terowongan di Jalur Gaza akan terus berlanjut,” tambahnya.  Pada hari Jumat, dua tentara Israel dilaporkan tewas dalam pertempuran di Gaza, dan jumlah kematian militer Israel sejak awal operasi darat di sana mencapai 37 orang tentara. Ini angka tertinggi sejak Zionis-Israel melakukan agresi militer ke Gaza.

Kejahatan Zionis-Israel sangat luar biasa, barbar, dan melakukan pembantaian warga sipil dengan melaukan  serangan udara, darat, dan laut. Kekejaman Zionis-Israel  ini didukung oleh para pemimpin Arab dan Barat, dan membiarkan kekejaman terus berlangsung. Gencatan senjata yang hanya 12 jam itu, hanyalah ingin menunda kekalahan Zionis.

Dibagian lain, para pemimpin Barat bersandiwara di depan masyarakat dunia, dan sejatinya mereka memilliki andil dan memberi sumbangan yang besar atas pembantaian warga Muslim Gaza. Mereka memasok senjata kepada Zionis-Israel dan dana. Wallahu’alam.

*mashadi

(nahimunkar.com)

(Dibaca 60 kali, 1 untuk hari ini)