Jakarta – Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan bahwa kebijakan Pemprov DKI Jakarta terhadap korban gusuran yang ditempatkan di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) sangatlah tidak manusia.

Pasalnya sejumlah warga yang dipindahkan tersebut hanya digratiskan selama 3 bulan, dan lokasinya sangat jauh dari tempat usaha para warga.

“Mereka disuruh tinggal di rusunawa yang gratis cuman sampai 3 bulan doang, abis itu mesti disuruh bayar Rp700 ribu sampai Rp1,2 juta, bayar listrik, bayar air, jauh dari tempat nyari makan, pasti ini ngajak miskin,” ujarnya, Kamis (25/8).

Dikatakan Rizal untuk itu masih banyak yang santun untuk melakukan penggusuran tanpa harus ada isak tangis warga korban penggusuran.

“Kita bisa bangun Jakarta tanpa tangisan, karena ini 4 hektare,” paparnya.

(Andy Abdul Hamid, Aktual.com)

Sumber: repelita.com/ August 26, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 497 kali, 1 untuk hari ini)