Wakil Ketua DPR, Fadli Zon/ Ricardo/JPNN/JawaPos.com


JawaPos.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengeluarkan pernyataan pedas soal peran Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras.

Fadli Zon menyebut Ahok -sapaan akrabnya- merupakan pihak paling bertanggungjawab secara hukum dalam kasus tersebut.

Dengan percaya diri, politikus Gerindra itu mengatakan, KPK semestinya sudah menetapkan Ahok sebagai tersangka.

“Yang paling bertanggung jawab Saudara Ahok. Dia harus segera mendapatkan rompi oranye,” kata Fadli dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu (16/4).

Fadli Zon mengatakan, tidak ada alasan bagi KPK untuk mengulur-ulur penyelidikan kasus Sumber Waras. Pasalnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengeluarkan hasil audit investigasi yang menyatakan ada kerugian negara sebesar Rp 191 miliar dari pembelian lahan RS Sumber Waras.

Tak tanggung-tanggung, dia pun mengaku mendapat bocoran dari pimpinan KPK jilid III terdahulu, bahwa dalam kasus ini sudah jelas akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya dengar ini dari pimpinan KPK yang lalu. Sudah jelas akan ada tersangka. Artinya dia terlibat, dia pelaku utama,” ujar Fadli.

Oleh karena itu, Fadli meminta kepada KPK di bawah kepemimpinan Agus Rahardjo tidak tebang pilih dalam menuntaskan kasus ini ke tahap penyidikan.

“Jangan sampai ada ketidakadilan dalam pemberantasan korupsi. Karena akan merusak KPK dan sistem hukum kita,” tuturnya. ‎

BPK menilai pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI Jakarta terdapat enam penyimpangan. Enam penyimpangan itu adalah penyimpangan dalam tahap perencanaan, penganggaran, tim, pengadaan pembelian lahan RS Sumber Waras, penentuan harga, dan penyerahan hasil.

Menurut BPK, proses pembelian itu tidak sesuai dengan prosedur dan Pemprov DKI membeli dengan harga lebih mahal dari seharusnya sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.

Menindaklanjuti audit investigasi BPK, KPK pun mulai menyelidiki dugaan penyimpangan tersebut. Terbaru, KPK meminta keterangan Ahok. Dengan nada sarkas, Ahok pun menilai audit yang dilakukan BPK itu tidak tepat atau ngaco. (put/jpg)

Sumber : jawapos.com – Sabtu, 16 April 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.650 kali, 1 untuk hari ini)