Kamis, 09/10/2014 20:14:31

Jakarta (SI Online) – Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta mengenai pelarangan pemotongan hewan kurban di lingkungan Sekolah Dasar (SD) dinilai Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai kebijakan yang tidak tepat. Pasalnya, jika pemotongan hewan kurban dilakukan dengan baik maka hal itu justru akan memberikan dampak positif bagi anak.

“Jika instruksi itu berdasar pada aspek trauma anak maka hal ini harus dikaji lebih lanjut, sampai saat ini belum ada riset yang membuktikan mengenai dampak negatif dari pemotongan hewan kurban,” ucap Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Susanto seperti dikutip RoL, Kamis (9/10/2014).

Ia mengatakan sampai saat ini justru pemotongan hewan kurban di masjid-masjid banyak diramaikan oleh anak-anak yang ingin melihat proses pemotongan hewan kurban.

“Mayoritas masyarakat yang saat ini sudah berusia dewasa juga dulu saat masih kecil pernah melihat pemotongan hewan kurban, dan sampai saat ini tidak banyak yang mengalami trauma mendalam akibat dari menyaksikan hal itu,” ucap Susanto.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Purnama (Ahok) mengatakan instruksi tersebut dikeluarkan karena adanya anggapan kejam jika penyembelihan hewan kurban dilihat anak-anak.

“Itu verbalnya dari dinas peternakan. Soal SD itu memang dari permintaan kepala sekolahnya waktu rapat. Bukan saya yang larang motong kurban, mereka minta kalau bisa potong kurban jangan di SD biar anak-anak nggak ngelihat sama biar nggak kotor,” kata Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Rabu (24/9/2014) lalu.

red: adhila

(nahimunkar.com)

(Dibaca 573 kali, 1 untuk hari ini)