• Banyak fakta di lapangan bahwa banyak anak sekolah yang harus drop out, bahkan untuk sekedar memperoleh makan saja susah, justru diiming-imingi kehidupan yang hedonis.
  • “Alih-alih memberikan hiburan justru menjerumuskan anak pada budaya hedonis. Ini bertentangan dengan perlindungan anak yang kita bangun,” tegas komisioner KPAI yang juga membidangi urusan budaya.
  • “Konser ini jauh lebih banyak madaratnya bagi anak bangsa,”

JAKARTA, suaramerdeka.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkritik keras rencana pertunjukan konser Lady Gaga di Indonesia, apalagi dengan memberikan kelonggaran kemudahan bagi anak-anak pelajar untuk menyaksikannya.

KPAI menilai, rencana pertunjukan konser Lady Gaga akan berdampak terjadinya demoralisasi anak bangsa. Terlebih, Big Daddy sebagai promotor mendorong anak-anak untuk dapat menonton dengan pemberian insentif khusus.

“Yang saya ketahui, promotor pertunjukan, melalui media relation-nya menegaskan, pembelian tiket untuk pelajar boleh dicicil setengah harga. Ini jelas demoralisasi anak bangsa,” kata Wakil Ketua KPAI Asrorun Niam saat dikonfirmasi suaramerdeka.com, sore tadi (22/5).

Pria yang akrab disapa Niam ini menjelaskan alasannya, saat ini, banyak fakta di lapangan bahwa banyak anak sekolah yang harus drop out, bahkan untuk sekedar memperoleh makan saja susah, justru diiming-imingi kehidupan yang hedonis.

“Alih-alih memberikan hiburan justru menjerumuskan anak pada budaya hedonis. Ini bertentangan dengan perlindungan anak yang kita bangun,” tegas komisioner KPAI yang juga membidangi urusan budaya.

Untuk itu, KPAI minta kepolisian menjadikan pertimbangan prinsip perlindungan anak, khususnya pada aspek ketahanan budaya dan pencegahan terhadap gaya hidup hedonisme yang tersemai pada anak jadi salah satu variabel dalam penolakan konser. “Konser ini jauh lebih banyak madaratnya bagi anak bangsa,” pungkasnya.

( Hartono Harimurti / CN33 / JBSM )  22 Mei 2012 | 20:41 wib suaramerdeka.com

Ilustrasi: merdeka.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 252 kali, 1 untuk hari ini)