Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh

JAKARTA, muslimdaily.net – Menanggapi ditemukannya soal ujian semesteran anak sekolah dasar (SD) yang mengarah pada sosialisasi minuman keras (miras), Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis malam (9/10) menyampaikan keprihatinannya.

Menurut Ketua KPAI Asrorun Ni’am Sholeh, beredarnya soal ujian bermuatan sosialisasi miras kepada anak-anak SD sangat tidak layak dan bertentangan norma-norma.

Baca: Soal Ujian SD Ajari Anak Minum Wine

“Sangat tidak layak, materi pendidikan berisi hal yang bertentangan dengan norma, baik norma agama, hukum, maupun moral masyarakat,” kata Asrorun Ni’am kepada muslimdaily.net, Kamis malam (9/10).

Menurut Doktor hukum Islam UIN Jakarta itu, soal yang berisi konten ajaran minuman keras jelas sangat bertentangan dengan prinsip pendidikan.

KPAI mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten sebagai lembaga penanggung jawab pendidikan di daerah, harus bertanggung jawab secara moral dan hukum terhadap mnculnya soal yang justru bertentangan dengan hukum.

“Kepala dinas harus ambil langkah-langkah proaktif, pengusutan, dan menyatakan permohonan maaf atas kesalahan fatal tersebut. Tidak boleh lepas tangan,” tegasnya.

Mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tahun 1998 itu juga meminta Bupati Klaten penanggung jawab harus ambil langkah atas kesalahan fatal yang dilakukan aparatnya.

“Bupati harus ambil langkah atas kesalahan fatal yang dilakukan aparatnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Kamis (8/10) ditemukan kembali soal ujian semester anak SD kelas lima yang mengarah pada sosialisasi miras di sebuah SD Negeri di kecamatan Juwiring, Klaten.

Baca: Soal Miras Kembali Muncul Pada Ujian Semester SD di Klaten

Sumber : muslimdaily.net – Fri, Oct 9th, 2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 365 kali, 1 untuk hari ini)