Kriminolog Maria Zuraida: Komnas HAM Usut Tuntas Ga Usah Takut-takut Bilang Apa Adanya


Foto/ytb

Kriminolog Maria Zuraida menanggapi hasil temuan Komnas HAM, yang harus mengungkap secara tuntas soal tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) dengan Aparat kepolisian yang terjadi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

 

Maria berharap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) agar melakukan tugasnya dengan baik dan tidak boleh ada tekanan dari pihak-pihak yang berkepentingan sehingga bisa diselesaikan dengan tuntas seadil-adilnya tanpa harus melibatkan Mahkamah Internasional.

 

“Kalau masalah tembak-tembakan itu, pasti dua-duanya kena tapi yang satu kena tapi yang satunya lagi tidak. Dikira mereka kriminal. Ayolah Komnas HAM, ga usahlah so-soan takut-takutan, bilanglah apa adanya, daripada nanti dibawa ke Mahkamah Internasioanal”. Ucapnya seperti dikutip Perdananews melalu kanal Youtube LDTV Selasa, 12 Desember 2021.

 

Maria Zuraida Menjelaskan Ketua umum Partai Ummat Amien Rais yang akan membentuk Tim Pencari Fakta Independen terkait insiden tewasnya enam laskar FPI. malah langsung dimata-matai oleh bebrapa polisi yang sengaja menyewa rumah dekat kediaman Amien Rais.

 

“Dan ada sedikit yang terus terang terusik, Mas Amien Rais mau bikin Tim Pencari Fakta indepnden, bukan TGPF, lucunya dua rumah Mas Amien tiba-tiba ada polisi yang nyewa rumah dimata-matai kaya seperti di Petamburan, ee yang dimata-matai apa, kapan kita berdemokrasi dengan baik kan ga lucu itu dan tidak mencerminkan demokrasi yang baik”. Jelas Maria.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua umum Gerakan Bela Negara (GBN) Mayjen Purn Budi sujana dan Dewan Penasehat GBN Jendral Purn Agustadi.

 

“Kebetulan ini ada Ketum saya dari Gerakan Bela Negara (GBN) Mayjen (Purn) Budi Sujana dan Dewan Penasehat kami yang juga mantan kepala staf TNI AD Periode 2007-2009 Jendral (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo yang dulu menggantikan Jendral Joko Santoso”. Tambahnya.

 

Gerakan Bela Negara (GBN) merupakan suatu organisasi Anti Komunis dan dirinya juga merasa sangat miris dengan peristiwa yang selama ini terjadi di negri ini seperti jaman tahun 1965. Jamannya kebangkitan PKI.

Maria pun mengimbau kepada seluruh anak bangsa untuk selalu waspada terhadap gerakan-gerakan yang berbau komunisme.

 

“Gerakan Bela Negara ini terus terang saya Anti Komunis dan saya sebagai Ketua DPP Gerakan Bela Negara Bidang Hukum dan Advokasi sedih, risih, ngeri, melihat negara seperti ini. Dan terus terang saya, sekarang ini mirip dengan 1965 PKI. Dan KGB muncul. Dan ini sebenarnya hal-hal yang harus kita wasapadai. Dan serus terang saya hormat kspada Jendral Riyamizard Riyakudu yang dari dulu hingga sekarang tetap anti komunis.” Pungkasnya.

 

Editor Bahtiar Rifa’i

 

(PN/BR).

ByPerdananews Tasikmalaya, tasikmalaya.perdananews.com/2021/01/12

Video

https://twitter.com/i/status/1349150274204549120

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 411 kali, 1 untuk hari ini)