• Mobil Pintar yang melakukan pemurtadan di Bekasi itu illegal dan melanggar hukum. “Ini ilegal dan pelanggaran hukum karena tidak mengindahkan ketentuan terkait pengaturan masalah beragama baik Peraturan Bersama Menteri maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)”, kata Drs.  Sukarmawan, M.Biomed, Kepala Dinas Pendidikan Bidang PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Kabupaten Bekasi.
  • “Kita penasaran, siapa orang-orang yang mengatasnamakan program Mobil Pintar Bu Ani Yudhoyono. Kita harus minta pertanggungjawaban kepada lembaga itu karena sudah melakukan pelanggaran,” imbuhnya.
  •  Guru kelas 3 SD Negeri Mangunjaya 05, sempat mencatat nomor polisi tiga Mobil Pintar yang dipakai para misionaris ketika melakukan aksinya. Tiga mobil itu antara lain: minibus B 7004 KJA, mobil Elf B 7001 KDA dan sedan B 2947 VP.
  •  “Dengan data nomor mobil itu, polisi harus mengungkap siapa oknum pelaku Mobil Pintar itu. Polisi harus mengungkap, mobil itu mobil pribadi atau mobil lembaga. Jika lembaga, harus diungkap lembaga apa itu?” desak Sukarman.
  • “Mobil pintar yang disalahgunakan oleh misionaris ini jelas pembunuhan karakter pendidikan,” kata praktisi pendidikan luar sekolah Muhammad Faisal MMPd.

Berikut ini berita selengkapnya.

***

BEKASI – Untuk memurtadkan umat Islam, pihak walan tardho menghalalkan segala cara. Tak segan-segan, misionaris domplengi program Mobil Pintar untuk menyusupkan misi kristenisasi di beberapa SD Negeri dan SD Islam Bekasi beberapa waktu lalu. Tindakan ilegal ini jelas pelanggaran hukum dan berbahaya bagi kerukunan hidup antarumat beragama di Bekasi yang mayoritas Muslim.

Hal itu ditegaskan Drs.  Sukarmawan, M.Biomed, Kepala Dinas Pendidikan Bidang PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Kabupaten Bekasi.

Secara prosedural, jelas Sukarmawan, segala program luar sekolah yang akan masuk ke sekolah-sekolah harus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi bidang PNFI. Minimal mereka koordinasi dengan institusi terdekat yang punya wilayah, yaitu UPTD Tambun Selatan. “Tidak boleh sembarangan. Jangankan Mobil Pintar, ada rencana mau tes kesehatan guru dari lembaga lain saja izin dulu ke UPTD,” ujarnya kepada voa-islam.com, Senin (17/10/2011).

Terkait aksi Mobil Pintar yang masuk ke delapan sekolah dasar di wilayah Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Sukarmawan memastikan bahwa program itu ilegal karena tidak tercatat di Dinas Pendidikan Bidang PNFI Kabupaten Bekasi. “Kita tidak ada koordinasi dengan program Mobil Pintar. PNFI tidak ada program apalagi instruksi Mobil Pintar masuk ke sekolah-sekolah. Kita baru dalam proses pengajuan ke pusat untuk pengadaan taman-taman bacaan masyarakat (TBM). Kita akan gandengan dengan perusahaan-perusahaan untuk pengadaan mobil perpustakaan keliling, bukan Mobil Pintar. Jadi kita tidak ada program Mobil Pintar itu,” tegasnya. “Kalau mengatasnamakan mobil pintar atau mobil perpustakaan keliling, mana rekomendasinya dari PNFI?”

Selain ilegal, jelas Sukarmawan program Mobil Pintar yang melakukan pemurtadan di Bekasi juga melanggar hukum. “Ini ilegal dan pelanggaran hukum karena tidak mengindahkan ketentuan terkait pengaturan masalah beragama baik Peraturan Bersama Menteri maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” tuturnya.

Karenanya, Sukarmawan mengimbau seluruh pihak terkait untuk menyelidiki keberadaan Mobil Pintar ilegal itu. “Harus ditelusuri oknum yang mengatasnamakan mobil pintar itu di mana adanya. Dari mana datangnya, siapa itu orang di balik itu? Siapa dalangnya yang mempunyai skenario seperti itu?” tandasnya. “Ini harus ditelusuri dan diinvestigasi. Kita akan konfirmasi kepada Kepala UPTD Tambun Selatan, lalu investigasi ke SD-SD yang disinggahi Mobil Pintar,” tambahnya.

Sukarman juga mengecam keras insiden bernuansa SARA yang dilakukan oleh oknum misionaris dengan penyebaran agama lain kepada siswa yang sudah beragama itu. Menurutnya, hal ini bisa meresahkan warga Bekasi yang mayoritas Muslim. “Kita jadi penasaran siapa yang terindikasi melakukan kegiatan misionaris atau kristenisasi seperti yang diberitakan itu. Penyebaran agama lain kepada orang yang sudah beragama di sekolah-sekolah adalah hal sensitif yang memicu ketersinggungan. Apalagi daerah Tambun Selatan itu mayoritas Muslim,” ujarnya.

Sementara itu, praktisi pendidikan luar sekolah Muhammad Faisal MMPd mengecam keras aksi pemurtadan yang dilakukan secara licik oleh misionaris berkedok Mobil Pintar. Menurutnya, para misionaris itu telah mencoreng dunia pendidikan dengan kejahatan bernuansa SARA. “Mobil pintar yang disalahgunakan oleh misionaris ini jelas pembunuhan karakter pendidikan. Mereka terang-terangan melakukan edukasi di dunia pendidikan,” ungkapnya kepada voa-islam.com, Selasa (18/10/2011).

Karenanya, Faisal mendesak aparat untuk segera mengungkap siapa oknum misionaris yang telah memprovokasi dunia pendidikan dengan isu SARA itu. “Dalam hal ini aparat wajib menangkap dan menindak tegas provokator yang memakai mobil pintar itu. Mereka nyata-nyata mendompleng Mobil Pintar sebagai ajang Kristenisasi terselubung,” tegas Faisal yang juga Pembina Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi (GPAPB) itu.

Sebelumnya diberitakan voa-islam.com, insiden bernuansa SARA dilakukan sekelompok misionaris di beberapa SD Negeri dan SD Islam di Kabupaten Bekasi, hari kamis (6/10/2011), antara lain: SDN Mangunjaya 01, SDN Mangunjaya 05, SDN Mekarsari 03, SDN Mekarsari 06, SDN Mekarsari 07, SDN Mekarsari 08, SD Islam Al-Hikmah, dan masih banyak lagi. Modusnya, belasan misionaris ini masuk ke sekolah-sekolah menawarkan program edukasi dan motivasi yang mendompleng program Mobil Pintar yang digagas Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Dalam aksinya, belasan misionaris ini menyebarkan kekristenan melalui cerita-cerita, renungan dan lagu-lagu Kristen. Yang membuat resah pihak sekolah, para misionaris ini membagi-bagikan tas dan alat tulis bercorak Kristen yang memuat ayat-ayat Bibel. Prosesi puncaknya, para misionaris itu melakukan doa pemberkatan dan menciprati siswa-siswi SD dengan air yang mereka yakini sebagai air suci. Pihak guru dan beberapa ustadz pakar kristologi, menyebut prosesi itu sebagai pembaptisan.

Menurut Bernard Abdul Jabbar, mantan misionaris yang sekarang hijrah menjadi Muslim taat, di beberapa denominasi gereja terdapat prosesi baptis dengan pencipratan air. “Di Kristen ada berbagai prosesi baptis, di antaranya baptis selam dan baptis percik,” jelas Bernard yang juga Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Bekasi itu. [taz] Selasa, 18 Oct 2011, BEKASI (voa-islam.com)

***

Polisi Harus Cokok Misonaris Baptis Massal SD Bekasi dari Plat Nomor Mobil Ini

BEKASI– Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mendesak aparat kepolisian agar menangkap pelaku ‘baptis’ massal berkedok Mobil Pintar. Polisi harus bisa menangkap misionaris itu, karena nomor polisi tiga Mobil Pintar itu tercatat oleh pihak sekolah.

Pernyataan itu ditegaskan Drs  Sukarmawan M Biomed, Kepala Dinas Pendidikan Bidang PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Kabupaten Bekasi.

Maraknya aksi kristenisasi di lingkungan sekolah dasar Bekasi yang dilakukan oleh oknum misionaris yang mengaku dari program Mobil Pintar, sangat disayangkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Terlebih, pihak sekolah sama sekali tidak mengetahui asal-usul dan identitas para misionaris itu. Seharusnya, pihak sekolah berhati-hati menerima pihak luar yang menawarkan kerjasama. Kerjasama dengan pihak luar tanpa ada surat-surat, rekomendasi maupun dokumen resmi, jelas kecerobohan kepala sekolah.

Masa iya pihak sekolah sama sekali tidak tahu mereka siapa dan dari mana? Waktu mereka datang kan mestinya ada pertanyaan-pertanyaan, ini program dari mana, kantornya di mana, basecampnya di mana? Kalau tidak tahu kan kecolongan namanya?” jelas Sukarman kepada voa-islam.com, Senin (17/10/2011). “Kita penasaran, siapa orang-orang yang mengatasnamakan program Mobil Pintar Bu Ani Yudhoyono. Kita harus minta pertanggungjawaban kepada lembaga itu karena sudah melakukan pelanggaran,” imbuhnya.

Ketiadaan surat-surat dan identitas lembaga dan oknum itu, jelas melahirkan jalan buntu bagi pengusutan kasus bernuansa SARA tersebut. Namun, menurut Sukarman, masih ada titik terang untuk mengungkap siapa pelaku dan dalang di balik aksi tak terpuji di dunia pendidikan itu, karena pihak sekolah sempat mencatat nomor polisi dari tiga Mobil Pintar itu.

Berdasarkan laporan wartawan voa-islam.com, Bu Rahma, guru kelas 3 SD Negeri Mangunjaya 05, sempat mencatat nomor polisi tiga Mobil Pintar yang dipakai para misionaris ketika melakukan aksinya. Tiga mobil itu antara lain: minibus B 7004 KJA, mobil Elf B 7001 KDA dan sedan B 2947 VP.

Karenanya, Dinas Pendidikan mendesak aparat kepolisian untuk mengusut pelaku insiden bernuansa SARA di berbagai SD Negeri dan SD Islam Bekasi. Pengusutan itu, jelas Sukarman, bisa dimulai dari nomor polisi yang tertera di plat mobil tersebut. “Kalau sudah tercatat nomor plat mobilnya, kan polisi bisa melacaknya. Seharusnya mudah bagi polisi untuk melacaknya,” ujarnya.

Selanjutnya, dengan menangkap pelakunya, polisi harus mengungkap institusi di balik misi yang meresahkan tersebut. “Dengan data nomor mobil itu, polisi harus mengungkap siapa oknum pelaku Mobil Pintar itu. Polisi harus mengungkap, mobil itu mobil pribadi atau mobil lembaga. Jika lembaga, harus diungkap lembaga apa itu?” desak Sukarman.

Bila kasus ini tidak diusut tuntas, Dinas Pendidikan khawatir insiden serupa menular ke berbagai daerah dengan modus yang lebih licin. “Jangan-jangan sudah masuk ke wilayah-wilayah lain,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif, sambil menunggu kerja kepolisian, Dinas Pendidikan Bidang PNFI akan berkoordinasi dengan Pendidikan Dasar agar mewaspadai program Mobil Pintar ilegal yang meresahkan tersebut. “Kami akan koordinasi ke Dikdas supaya membuat imbauan agar mewaspadai Mobil Pintar ilegal ini,” janji Sukarmawan. “Saya sangat prihatin dan terpukul. Ini adalah insiden dan kecolongan. Saya tidak tinggal diam,” tutupnya.  [taz] Selasa, 18 Oct 2011/  (voa-islam.com).

(nahimunkar.com)

 

 

(Dibaca 1.769 kali, 1 untuk hari ini)