KAMIS, 25 SHAFAR 1436H / DECEMBER 18, 2014

JAKARTA (Panjimas.com) – Pakar Kristologi dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Drs.H. Zahir Khan SH. Dipl. T.E.F.L, mengingatkan kaum Muslimin agar mewaspadai misi Kristenisasi di daerah bencana.

Ia pun mengimbau kepada para aktivis Islam yang menjadi relawan di daerah bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Banjarnegara, Jawa Tengah, untuk turut membentengi aqidah umat. Mengingat para misionaris Kristen akan memanfaatkan kondisi korban bencana yang pada umumnya dalam kesulitan yang menghimpit.

“Mereka itu akan selalu mencari kesempatan terutama di daerah-daerah yang kondisinya sangat sulit seperti daerah bencana,” kata Zahir Khan dalam diskusi mingguan bertema “Membongkar Kedok Kristenisasi Melalui Berbagai Modus” di Markaz Besar Partai Bulan Bintang (PBB) di Jl Raya Pasar Minggu Km 18, Jakarta Selatan, Rabu sore (17/12/2014).

Menurutnya, pola Kristenisasi saat ini masih menggunakan cara klasik, yaitu dengan iming-iming uang, makanan atau bantuan lainnya.

“Jadi mereka mengumpulkan uang dari negara-negara Eropa, Amerika untuk dikirimkan ke negara-negara berkembang seperti di Asia dan Afrika, melakukan pemurtadan Kristenisasi. Caranya ya seperti itu, mereka bagi-bagi uang, makanan dan berbagai macam cara,” ungkap mantan diplomat Indonesia tersebut.

Ia kembali menekankan agar umat Islam waspada, sebab para misionaris akan menjadikan korban bencana sebagai obyek pemurtadan sebagaimana pernah terjadi sebelumnya, seperti Tsunami, meletusnya gunung Merapi dan gunung Kelud.

“Daerah bencana ini merupakan obyek yang mereka anggap sangat vital untuk mempengaruhi, karena kondisi korban dalam kesulitan,” tandasnya. [AW]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 770 kali, 1 untuk hari ini)