jamaah

Jamaah sudah memadati Masjid Istiqlal Solo, namun akibat banyaknya ancaman akhirnya kajian dibatalkan.

Solo (An-najah.net)– Kajian rutin Ramadhan di Masjid Istiqlal Solo, Jawa Tengah dengan tema ‘Hubungan Gelap Antara Syi’ah dan Yahudi’ dengan pembicara Ust. Tengku Azhar, pada Sabtu, (03/08) tiba-tiba dibatalkan panitia akibat banyaknya ancaman teror.

Masjid Istiqlal memiliki agenda Ramadhan yang agak berbeda dengan masjid-masjid lain. Setiap malam, tarawih dilakukan tengah malam dan “menghabiskan” satu juz penuh. Biasanya dimulai sekitar pukul 23:00 hingga 00:30 WIB. Sebelum tarawih, sekitar pukul 22:00 diadakan ceramah selama kurang lebih 1 jam, dengan menghadirkan ulama-ulama yang dikenal publik Solo dan sekitarnya.

Sabtu Malam ini  sebenarnya panitia mengundang Ustadz Tengku Azhar untuk membahas bahaya Syiah dan Zionisme. Namun karena, beruntunnya SMS teror yang dilakukan terhadap Takmir masjid, kegiatan pun urung dilaksanakan.

Berikut ini kronologis dibatalkannya kajian bahaya Syiah dan Zionis di Masjid Istiqlal, Sumber Solo:

1. Pada Sabtu pagi, beredar SMS gelap yang mengatakan Ustadz Tengku dan Ustadz Mudzakir akan mengadakan debat terbuka. Takmir masjid Istiqlal ketika dihubungi membantah akan adanya acara debat terbuka tersebut.

2. Namun Panitia mengaku mendapat tekanan agar acara tersebut dibatalkan dari sekelompok komunitas yang sedang gencar dituduh sebagai Syiah.

3. Panitia bersikukuh tetap menggelar acara tersebut. Sedangkan pihak yang berkeberatan dengan acara tersebut mensyaratkan beberapa hal bila acara tetap terus digelar. Di antara syaratnya adalah untuk tidak menyinggung kelompok tertentu.

4. Sore hari, kembali beredar SMS gelap yang mengatakan massa Gumuk (pengajian Ustadz. Mudzakir) sudah menyiapkan pasukan lengkap dengan pedang untuk menyerang membubarkan pengajian tersebut. Dan beredar pula SMS permintaan doa bahwa ust. Tengku dengan ust. Izzud akan menyerang gumuk.

5. Walaupun banyak teror malam hari sehabis sholat tarawih umat Islam berdatangan ke masjid Istiqlal, mereka ingin mengetahui apa bahaya syiah yang akan disampaikan oleh ust. Tengku Azhar.

6. Pukul 22.00 panitia menyampaikan pembatalan acara dengan pertimbangan keselamatan pemateri dan menjaga kesatuan umat Islam. Akhirnya jama’ah pengajian itu kecewa karena adanya pembatalan acara itu. Walaupun kajian itu tidak jadi diisi oleh ust. Tengku diganti Ust. Amru khori dari MUI Solo membahas aliran sesat Ingkarus Sunnah. Kajian berjalan dengan khitmat. Sementara aparat kepolisian tampak berjaga-jaga sekitar 100 m dari masjid.

7.Usai pengajian, Ustadz. Tengku Azhar datang. Di depan massa yang masih berkerumun di halaman masjid, ia menjelaskan penyebab  batalnya pengajian. Berikut inti penjelasan singkat Ustadz Tengku Azhar:

a. Malam ini adalah jadwal kajian saya.

b. Ada pihak tertentu yang meminta panitia untuk membatalkan.

c. SMS terror yang beredar berasal dari pihak yang ingin membungkam kebenaran.

d. Mohon maaf kepada jamaah atas batalnya kajian ini.

8. Setelah menyampaikan permintaan maaf dari Ust. Tengku atas batalnya acara malam ini. Para jama’ah yang berada di luar masjid meneriakkan takbir. Akhirnya Massa pun membubarkan diri dengan tertib. Sementara sebagian tetap di masjid mengikuti shalat tarawih. (Anwar/Annajah) Publikasi: Ahad, 27 Ramadhan 1434 H / 4 Agustus 2013 10:15

***

DSKS: Kajian Bahaya Syiah Penting Untuk Menimbulkan Daya Imunitas Umat Islam

Publikasi: Ahad, 27 Ramadhan 1434 H / 4 Agustus 2013 15:03

SOLO (an-najah) – Kajian Bahaya syiah itu penting untuk menimbulkan daya imunitas umat Islam. Hal ini disampaikan oleh Ust. Mu’inuddinillah Basyri saat dihubungi An-najah, di Solo, pada Ahad (4/8).

Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) ini, sangat terkejut dengan adanya pembatalan kajian bahaya syiah di Masjid istiqlal, Sumber, Solo, Jawa Tengah tadi malam yang sebenarnya akan di sampaikan oleh ust. Tengku Azhar Lc.

Dalam menanggapi pembatalan acara itu, Dosen Pasca Sarjana UMS ini mengatakan secara umum pembatalan dan tidak pembatalan itu tergantung kepada penilaian kondisi. Dengan banyaknya SMS teror itu panitia ingin menolak bahaya.

Ia menegaskan yang paling penting harus dilacak SMS itu dari siapa. “Yang paling penting harus dilacak siapa yang menyebarkan SMS teror itu, bisa jadi bukan dari dua-duanya atau salah satunya” ujarnya.

Alumni Madinah ini menambahkan bahwa DSKS akan mengadakan kajian yang mendalam tentang bahaya syiah. Dengan menghadirkan para ahli dalam  syiah yang diteliti dari kitab-kitab syiah.  Sehingga dengan adanya kajian ini untuk menumbuhkan daya imunitas kepada umat Islam, agar umat Islam ini bisa menangkal ajaran syiah ini.

Oleh karena itu, umat Islam harus bersinergi mengadakan acara ini. Sehingga harapannya kalau umat ini sudah punya daya imun maka kalau sampai ada yang mengaku syiah maka akan berhadapan dengan masyarakat pada umumnya.

Ketua DSKS mengingatkan akan visi dan misi DSKS bahwa DSKS itu berpegang teguh kepada kebenaran harus diimbangi dengan bersikap bara’  dengan kemusyrikan.

Acara kajian yang mendalam tentang syiah ini akan dilaksanakan dalam waktu yang akan dekat. “Insyaalah dari DSKS akan mengadakan kajian itu biar umat punya daya imun, kira-kira 2 atau 3 bulan kedepan”. (Anwar/annajah)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 7.516 kali, 1 untuk hari ini)