• Jumat malam (6/4), Sholeh (dikenal sebagai preman, pacar si korban) bersama tiga temannya memperkosa Izzun (mahasiswi UIN Jakarta asal Lamongan Jawa Timur). Dua orang lainnya tidak ikut memperkosa, tapi menyaksikan aksi brutal tersebut. Selanjutnya, mereka membunuh gadis itu dengan menggorok lehernya.

***

Tangerang – Setelah hampir dua pekan berlalu, akhirnya misteri kematian Izzun Nahdiyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat, terungkap. Ia diperkosa dan dibunuh oleh kekasihnya sendiri hanya karena sebuah laptop.” Empat dari enam enam pelaku memperkosa korban sebelum akhirnya dibunuh,”ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang, Komisaris Shinto Silitonga, Selasa, 24 April 2012.

Polisi hingga kini masih memburu Muhammad Sholeh alias Oleng, 33 tahun, kekasih Izzun yang diduga menjadi otak pembunuhan berencana tersebut. Lima pelaku lainnya berhasil ditangkap di Desa Ranca Buaya, Kecamatan Jambe, Selasa tadi pagi pukul 03.30 WIB.

Pembunuhan mahasiswi semester 12 jurusan Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Ciputat ini dilatarbelakangi oleh peminjaman latop oleh pacar korban.

Berikut kronolgis dari pembunuhan Izzun versi polisi:

Jumat 6 April 2012 siang

Izzun mendatangi rumah kekasihnya, Sholeh, di Kampung Garedok, Desa Ranca Buaya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang untuk mengambil laptop HP warna pink yang dipinjam oleh kekasihnya. Ia juga membawa uang Rp 600 ribu untuk menebus biaya reparasi laptop tersebut yang menurut kekasihnya sedang diservis.

Walaupun Izzun terus mendesak agar laptopnya dikembalikan, namun Sholeh tidak memberikannya dan mengatakan jika laptop tersebut sudah dijual. Izzun marah dan terus mendesak agar laptop miliknya tersebut diambil kembali. Karena kesal, Sholeh menyekap korban di salah satu rumah temannya.
Saat kekasihnya disekap, Sholeh yang dikenal sebagai preman di kampung tersebut merencanakan pembunuhan Izzun dengan memanggil lima orang kawannya yang berusia sekitar 25-30 tahun.

Jumat malam, Sholeh bersama tiga temannya memperkosa Izzun. Dua orang lainnya tidak ikut memperkosa, tapi menyaksikan aksi brutal tersebut. Selanjutnya, mereka membunuh gadis itu dengan menggorok lehernya.

Sabtu 7 April dinihari, enam orang tersebut membuang mayat Izzun di Jalan Pemda DKI, Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang. Sabtu siang, mayat Izzun ditemukan warga setempat.

Selasa 24 April 2012, polisi menangkap lima tersangka lainnya dan Sholeh dinyatakan DPO.
JONIANSYAH/ TEMPO.CO, RABU, 25 APRIL 2012 | 09:49 WIB

***  

SELASA, 24 APRIL 2012 | 14:05 WIB

Sebelum Dibunuh, Mahasiswi UIN Diperkosa

Tangerang – Empat dari enam tersangka pembunuh Izzun Nahdiyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, melakukan tindakan biadab sebelum membunuh korban. Mereka menyekap dan memperkosa korban secara bergantian.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, Izzun mendatangi rumah Muhammad Soleh alias Oleng, pacar korban, di Desa Ranca Buaya, Jambe, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 6 April 2012. Izzun mau mengambil laptopnya yang dipinjam Oleng, preman di desa tersebut yang berpacaran dengan Izzun dalam tiga bulan terakhir.

Sebelum datang ke rumah pelaku, korban telah menghubungi pelaku dan meminta laptopnya dikembalikan. Tapi Oleng mengatakan laptop tersebut sedang direparasi. ”Korban membawa uang Rp 600 ribu untuk menebus biaya reparasi laptop itu,” kata Shinto, Selasa, 24 April 2012. Ternyata laptop itu tidak pernah direparasi, tapi telah dijual oleh Oleng.

Di rumah tersangka, korban mendesak agar laptopnya segera dikembalikan. Tapi Oleng justru menahan Izzun dan menyekapnya di dalam kamar selama beberapa jam. Selama penyekapan, Oleng merencanakan pembunuhan pacarnya itu dengan lima temannya. Sebelum dibunuh, empat dari enam pelaku, termasuk Oleng, memperkosa Izzun secara bergantian. Setelah itu, korban langsung dibunuh dengan menggorok lehernya. “Para pelaku tinggal saling bertetangga,” kata Shinto.

Kemudian mayat gadis berkerudung putih itu dibuang ke Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang. Esok harinya, Sabtu, 7 April 2012, warga Ciangir digemparkan dengan penemuan mayat gadis tersebut.

Polisi mencokok kelima tersangka di Desa Ranca Buaya pada Selasa dinihari, 24 April 2012. Adapun Oleng hingga kini masih buron.

JONIANSYAH/ TEMPO.CO

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.396 kali, 1 untuk hari ini)