DEKLARASI ISTANBUL KTT LUAR BIASA OKI, “BEBASKAN “AL-QUDS” (JERUSALEM)

OIC/EX-CFM/2017/PAL/Declaration
Istanbul, Turki, Rabu, 25 Rabiul Awal 1439 H / 13 Desember 2017 M 

Kami, dalam kapasitas kami sebagai Raja dan Kepala Negara dan Pemerintahan negara-negara anggota OKI berkumpul di KTT Luar Biasa OKI yang diadakan di Turki pada tanggal 13 Desember 2017, Setelah membuat pertimbangan mengenai pernyataan yang dibuat oleh pemerintahan Trump dan berikut perkembangan status historis Al Quds, di mana Haram al-Sharif merupakan kiblat pertama kami dan satu dari tiga Masjid Suci Islam dan tempat terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj.

Mengingat undangan yang dibuat oleh Presiden Republik Turki, Yang Mulia Recep Tayyip Erdogan selaku Ketua Pimpinan Organisasi Kerjasama Islam ke seluruh dunia akan pentingnya membela Palestina dan Al Quds yang merupakan tujuan utama pendirian Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Menegaskan kembali akan pentingnya melestarikan kesucian dan status historis Al Quds dan Haram al-Sharif untuk seluruh umat Islam, Menekankan bahwa umat Islam dapat dengan kuat mempertahankan Al-Quds secara global dalam bentuk solidaritas dan persatuan mereka.

Menghargai perlawanan yang sangat damai dari seluruh rakyat Palestina, khususnya
penduduk Al Quds, didukung dan dicapai melalui banyak pengorbanan melawan pelanggaran Israel di Al-Haram al-Sharif pada bulan Juli 2017.

Menggarisbawahi pentingnya aksi bersama terhadap pernyataan Presiden AS Trump, bersama dengan semua mitra internasional yang berpikiran sama berdasarkan hukum internasional dan legitimasi serta menahan diri dari segala bentuk kekerasan.

Mendukung peran Kerajaan Hashimiyah Yordania Abdullah II sebagai penjaga tempat-tempat suci di Al Quds dan pendirian tegas Yayasan Islam Jordan, mengacu pada pelestarian dari kesucian dan status historis Al-Haram al-Sharif, yang merupakan tempat ibadah umat Islam secara keseluruhan.

Mengecam kegiatan permukiman ilegal, pengambilalihan, pembongkaran dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh Israel di tanah Palestina.

Memperhatikan bahwa usaha bersama kita akan berlanjut dengan maksud untuk mengakhiri blokade yang merampas hak 2 juta saudara kita Palestina akan kebebasan mereka dan hidup mereka. Deklarasi ini sebagai upaya  untuk mengurangi penderitaan mereka :

  1. Kami menolak dan mengutuk pernyataan pemerintah AS yang melanggar hukum internasional mengenai status Al-Quds (Jerusalem).
  2. Sama seperti fakta bahwa keputusan Israel untuk mencaplok Al Quds dan agresinya yang tidak pernah diterima, kami menyatakan bahwa keputusan ini sama sekali tidak benar dan batal dari sudut pandang hati nurani, keadilan dan sejarah.
    Kami mengundang semua anggota PBB, Uni Eropa dan masyarakat internasional untuk tetap berkomitmen untuk status Al Quds dan semua Resolusi PBB.
  3. Kami tekankan bahwa deklarasi negara merdeka Palestina dengan Al-Quds sebagai ibukota berdasarkan fakta perbatasan tahun 1967, yang kami anggap sebagai prasyarat untuk perdamaian dan keamanan di wilayah ini.
  4. Kami menyatakan bahwa kami akan bertindak dalam kerjasama dan koordinasi untuk melindungi Palestina dan Al Quds di kancah internasional, terutama di PBB.
  5. Kami menyatakan bahwa kami akan memobilisasi dukungan atas nama seluruh umat manusia untuk memperkuat Negara Palestina dan institusi-institusinya di segala bidang.
  6. Kami memanggil semua negara yang belum mengenal Negara Palestina, yang mana
    dinyatakan pada tahun 1988 di Aljazair sebagai hasil kehendak rakyat Palestina untuk hidup merdeka, untuk mengambil langkah penting ini. Pengakuan Negara Palestina sekarang menjadi penting secara berurutan. Kami menegaskan bahwa Palestina negara merdeka dan Jerusalem sebagai ibukotanya, dan kami menyerukan seluruh dunia untuk mengakuinya.
  7. Kami berpendapat bahwa, untuk membela kepentingan Palestina, sangat penting saat ini kondisi untuk mencapai rekonsiliasi Palestina tanpa penundaan lebih lanjut atas dasar saling menguntungkan rasa hormat, kepercayaan, kompromi dan rasa solidaritas nasional. Kami mengulangi dukungan kami akan hal ini.
  8. Kami menyerukan pemerintah AS Donald Trump untuk membatalkan keputusannya yang melanggar hukum yang telah memicu kekacauan di wilayah ini.
  9. Sebagai Organisasi Kerjasama Islam, kami menegaskan kembali dukungan penuh kami terhadap Palestina khususnya Presiden Negara Palestina, Yang Mulia Presiden Mahmoud Abbas dalam perjuangan mereka untuk Palestina yang merdeka dan berdaulat, dengan
    Al Quds sebagai ibukotanya.

Klik disini untuk mendownload Deklarasi Istanbul KTT Luar Biasa OKI

Sumber : Siaran Pers Organisasi Kerjasama Islam (OKI)/kabasurau.co.id

Redaktur : Hermanto Deli

(nahimunkar.org)

(Dibaca 383 kali, 1 untuk hari ini)