.

 

– Sejumlah ormas Islam dari Forum Umat Islam dan Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) berada di lokasi penahanan untuk memberikan dukungan moral dan membezuk Adam.

Kuasa hukum Adam menolak menandatangani berita acara penangkapan dan penahanan Adam Amrullah mantan LDII. Meski demikian, pihak kepolisian masih tetap melakukan penahanan.

“Kita tidak mau menanda tangani berita acara penangkapan dan penahanannya,  kita sudah buat berita acara penolakannya” ungkap Farhan Hazairin, pengacara Adam dari Tim Pengaca Muslim (TPM) Bekasi kepada kiblat.net.

Penolakan dilakukan, menurutnya, karena Polsek melakukan penahanan kepada Adam sebelum dilakukan pelimpahan berkas tahap kedua ke kejaksaan.

“Pelimpahannya kan besok jam 9, tapi ini sudah ditahan duluan,” ujar Farhan.

Selain itu, pihak kepolisian belum mengantongi izin dan penetapan pengadilan untuk melakukan penahanan terhadap Adam. Padahal, berdasarkan UU ITE pasal 3 ayat 6, penahanan tersangka dapat dilakukan harus dengan izin dan penetapan ketua pengadilan negeri setempat dalam waktu 1×24.

“Penahanan harus ada penetapan, makanya kita protes. Sekarang Adam ditahan dulu, kepolisian sedang mengusahakan mendapatkan penetapan Pengadilan, karena di undang-undang diberi waktu 1×24 jam,” jelasnya

Kata Farhan, sejumlah ormas Islam dari Forum Umat Islam dan Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) berada di lokasi penahanan untuk memberikan dukungan moral dan membezuk Adam.

“Mereka insyaAllah juga dapat menjadi saksi bila diperlukan terkait penahanan Adam saat ini,” tutupnya.

Seperti diketahui, Adam yang saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Forum Ruju Ilal ‘Haq (FRIH) dilaporkan polisi oleh Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri karena telah menyebarkan video berjudul “Nasehat Sekjend FRIH dan Tantangan Mubahalah LDII” di situs Youtube. Adam ditetapkan tersangka oleh Polsek Bekasi Selatan dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) pasal 27 ayat 3.

Menurut Adam, disebarluaskan video itu karena ingin memberitahukan kepada kaum muslimin Indonesia akan kesesatan LDII.

LDII AJaran Sesat

 

Perlu diketahui, LDII adalah ajaran sesat menurut rekomendasi MUI.

 

LDII sesat. MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan Ahmadiyah agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat.

 Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut: “Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah. MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

 

Muhammad Faisal, S.Pd, M.MPd/Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.165 kali, 1 untuk hari ini)