RIYADH  – Anda boleh percaya ataupun tidak, wafatnya raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz telah menjadi jalan turunnya hidayah kepada ratusan pekerja asal Cina yang ada di negara petrodolar tersebut, sebagaimana dilaporkan Baitul Maqdis pada Senin (2/2/2015).

Sebuah video YouTube yang dibagikan oleh surat kabar Saudi menunjukkan 500 pekerja Cina menyatakan diri masuk Islam setelah tersentuh oleh kesederhanaan pemakaman almarhum Raja Abdullah bin Abdul Aziz beberapa waktu yang lalu.

“Mereka semua menjadi Muslim setelah mengucapkan dua kalimat syahadat dengan bimbingan seorang warga Arab melalui pengeras suara,” video di YouTube tersebut menunjukkan, lapor surat kabar Ajel dan dikutip oleh Onislam.net.

Video itu memperlihatkan para pekerja Cina berkumpul dekat kantor perusahaan mereka di kota timur Jubail dan kemudian membaca dua kalimat Syahadat.

Mereka juga menerima instruksi dari otoritas keagamaan Saudi tentang bagaimana setelah mereka memeluk agama baru.

Raja Abdullah sendiri wafat pada Jumat pekan lalu dan kematiannya menjadi jalan bagi saudara tirinya Salman (79 tahun) untuk dinobatkan sebagai raja baru.

Jenazah Abdullah dibawa menggunakan ambulan menuju ke masjid untuk dishalatkan sebelum dimakamkan di sebuah pemakaman umum tanpa nisan bertanda khusus.

Ia dimakamkan seperti orang biasa tanpa ada prosesi yang berbelit-belit dan kematiannya juga tidak otomatis menjadikan negara kerajaan itu memberlakukan masa berkabung bagi seluruh rakyat Saudi

(adibahasan/arrahmah.com) Adiba HasanSenin, 12 Rabiul Akhir 1436 H / 2 Februari 2015 17:40

***

FP Nahimunkar.com Diserbu Pengunjung

Sementara itu fp nahimunkar.com di facebook ketika memuat kuburan Raja Saudi itu ternyata kemudian kebanjiran pengunjung dan pemberi komentar. Menurut catatan mesin, kini pengunjung foto  kubur Raja ‘Abdullah di fp nahimunkar.com mencapai 93.600 orang, sedang jumlah komentar ada 303.

Padahal, foto kubur Raja Saudi itu hanya ditampilkan dengan sedikit pengantar sebagai berikut:

NahiMunkar.com

24 Januari

Inilah kubur Raja ‘Abdullah bin Abdul Aziz-Rahimahullah-

Tak ada senjata tertembak ke langit, tak ada terompet dan nyanyian. Anda tak akan melihat ratapan dan suara gendang, tak pula rakyat yang ngalap berkah, tak pula seabrek bid’ah.

Tentu saja, dengan kekayaannya, sang raja sangat mampu membangun istana megah di kuburnya itu sebagai lambang keperkasaan, seperti kubur-kubur mewah di nusantara kita.

Tetapi tidak, biarlah sang raja seperti rakyatnya di tempat dan tanah yang sama dan tak ada nama dan tulisan bahwa kuburnya adalah kuburan seorang raja. Semua kuburan berbentuk dan berukuran sama. Tak ada pemakaman khusus. Semuanya sama disejajarkan dengan para rakyat jelatanya.

Sungguh, semuanya sunyi dari keharaman dan begitu sederhana untuk kuburan seorang pemimpin.

Via: Abu Ashraf Mardhatillah

(4 foto)

Dari tiga ratus lebih komentar yang disampaikan ke fp nahimunkar.com, di antaranya ada yang menunjukkan keteguhan seperti ini:

DioNe Leandra Alridwan; Islam seharus nya begini karena mati tidak akan bawa kedudukan,harta,tahta dan kekuasaan.. Kita pulang cuma bawa amal ibadah,akhlaq,amal dan keimanan kita karena kita bukan kaum yahudi.. Kita adalah islam sejati…

Suka · Balas ·(jempol) 7 · 24 Januari pukul 12:03

Ada juga yang begini:

Ida Said Hadromi: Subhanallah..mmg seharusnya begitulah kuburan orang muslim.tanpa kijing,Tanpa bunga

Suka · Balas (jempol)· 4 · 24 Januari pukul 7:55

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.254 kali, 1 untuk hari ini)