Pekarangan Komunitas Salihara __sarang baru kaum liberal JIL_ di Pejaten Pasar Minggu Jakarta Selatan.

  • Hingga pukul 21.00 WIB, warga masih berkumpul di pekarangan Komunitas Salihara __sarang baru kaum liberal JIL_ seraya meneriakkan Irshad Manji, Ulil dan Guntur Romli sebagai antek Setan dan Zionis Yahudi. Sementara  itu, terlihat kendaraan yang melintas dari arah Pejaten dan sekitar Jalan Salihara, Pasar Minggu, macet dan tersendat. Dan ini kali pertama, Komunitas Salihara di kepung massa, sejak aktivis JIL sudah jarang beraktivitas di Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur.
  • Akhirnya, kurang dari Pukul 22.00 WIB, Irshad Manji yang berambut pendek dan berbaju kuning pun dapat dievakuasi dengan mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat kepolisian, baik dari Polres maupun Polsek setempat. Manji yang didampingi oleh sesama kaumnya (Lesbi) dan aktivis JIL lainnya pun keluar. Manji menumpangi mobil Sedan bernomor R 165 NH.   
  • Ternyata oh ternyata, pembubaran acara diskusi yang dihadiri oleh Irshad Manji bukan yang pertama. Acara dan peluncuran buku Irshad Manji yang selalu diwarnai pro dan kontra juga pernah terjadi di Amsterdam (Belanda). Dan itu diakui sendiri oleh Defri, salah satu peserta diskusi di komunitas Salihara yang juga berpikiran liberal. 
  • Irshad Manji adalah wanita kelahiran Uganda, Afrika Timur tahun 1968. Dia adalah seorang penulis dari Kanada, jurnalis dan pengacara dari reformasi dan progresif Islam. Dan yang paling mengejutkan adalah secara terbuka dia mengaku, dirinya seorang lesbian. 
  •  “Homoseksualitas dan lesbianisme terlalu kotor di sisi Allah, mereka yang terlibat dalam praktek seperti itu layak mendapat hukuman mati. Ketika mereka dibunuh, mayat mereka juga harus diperlakukan buruk, “kata Malam Abdulkadir Apaokagi. (Ulama Nigeria Serukan Hukuman Mati bagi Komunitas Gay 16 December 2011, nahimunkar.com, https://www.nahimunkar.org/10130/ulama-nigeria-serukan-hukuman-mati-bagi-komunitas-gay/

Inilah beritanya.

***

Kasiyan Deh Loh! Kuliah Umum Dibubarkan, Irshad Manji pun Angkat Kaki

JAKARTA– Pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Goenawan Mohamad yang juga bekas Pemimpin Redaksi Majalah Tempo sempat ketar-ketir, begitu warga Pasar Minggu dan sekitarnya mengepung gedung Komunitas Salihara, seraya berujar, kuliah umum ini bubar saja. Meski rekan-rekannya sesama aktivis JIL tetap bertahan dan ngotot hendak melanjutkan kuliah umum “lesbong” Irshad Manji.

Sebagian warga menyusup ke dalam ruangan, tempat acara kuliah umum berlangsung dan minta acara ini dibubarkan. Aparat pun mencoba menenangkan warga agar tidak berbuat tindakan anarkis. Negosiasi aparat, warga dengan panitia penyelenggara pun berlangsung  alot. Kendati, kemudian Irshad Manji dan beberapa peserta yang hadir naik ke lantai tiga gedung Salihara. Tidak diketahui, apakah mereka melanjutkan kuliah umumnya atau tidak.

Hingga pukul 21.00 WIB, warga masih berkumpul di pekarangan Komunitas Salihara seraya meneriakkan Irshad Manji, Ulil dan Guntur Romli sebagai antek Setan dan Zionis Yahudi. Sementara  itu, terlihat kendaraan yang melintas dari arah Pejaten dan sekitar Jalan Salihara, Pasar Minggu, macet dan tersendat. Dan ini kali pertama, Komunitas Salihara di kepung massa, sejak aktivis JIL sudah jarang beraktivitas di Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur.

Akhirnya, kurang dari Pukul 22.00 WIB, Irshad Manji yang berambut pendek dan berbaju kuning pun dapat dievakuasi dengan mendapat pengawalan ketat dari pihak aparat kepolisian, baik dari Polres maupun Polsek setempat. Manji yang didampingi oleh sesama kaumnya (Lesbi) dan aktivis JIL lainnya tertunduk lemas dan sedih. Di lapangan, Voa Islam mencatat, Manji menumpangi mobil Sedan bernomor R 165 NH.   

Detik-detik evakuasi, tidak terlihat Guntur Romli dan Ulil Abshar Abdalla menghantarkan tamunya yang lesbong itu menuju mobil yang akan ditumpangi Irshad Manji. Sepertinya memang, Guntur Romli dan Ulil gemeteran, dan ngumpet di lantai tiga Gedung Salihara. Keduanya takut dikepruk warga Pasar Minggu, Pejaten dan sekitarnya yang sejak pukul 19.00 mengepung gedung Salihara. Desastian, Sabtu, 05 May 2012 (Voa-Islam)

***

Warga Kepung Salihara, Protes Kuliah Umum Irshad Manji Dibubarkan

JAKARTA (VoA-Islam) – Komunitas Salihara, sebuah wadah aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) berkumpul, semula akan menggelar Kuliah Umum bertajuk “Iman, Cinta dan Kebebasan”, sekaligus peluncuran buku berjudul “Allah, Liberty & LoveSuatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan, Suara Baru Reformis Muslim Kontemporer.Kegiatan berlangsung di Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, malam ini , pukul 19.00 WIB, Jum’at (4 Mei 2012), dengan menghadirkan Irshad Manji sebagai pembicara. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya alias gratis.

Begitu acara dimulai, dan selang beberapa menit kemudian, puluhan warga Pasar Minggu dan sekitarnya, menyatroni gedung Salihara dan mendesak agar kuliah umum dibubarkan. Warga juga minta agar Irshad Manji meninggalkan ruangan dan tempat kuliah umum ini berlangsung.

Pihak aparat dari kepolisian terlihat berjaga-jaga di pintu gerbang masuk halaman Komunitas Salihara. Saat acara berlangsung, dari arah belakang, aparat memberitahukan sekaligus menghimbau kepada pihak panitia dan narasumber agar kegiatan ini dihentikan, mengingat massa telah mengepung tempat ini. Pihak kepolisian bermaksud hendak memberikan keamanan, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Lalu dedengkot JIL Guntur Romli berdiri dan membela diri seraya mempertanyakan pasal apa yang dikenakan kepolisian menghentikan acara tersebut. Nampak hadir dalam kuliah umum itu antara lain: Goenawan Mohamad, Ulil Abshar Abdalla, Nong Darol Mahmada, Guntur Romli dan simpatisan JIL lainnya. Meski sudah diingatkan, Irshad Manji pun tetap meneruskan kuliahnya.

Pihak aparat tentu saja merasa kesal atas suara Guntur Romli yang meninggi. Lalu terjadilah negosiasi pada kedua belah pihak. Sementara warga masih tetap menunggu di pekarangan Komunitas Salihara untuk menunggu Irshad Manji keluar meninggalkan kuliah umum dimana ia sebagai pembicara.

Manji oh Manji

Seperti diketahui, kuliah ini berangkat dari buku terbaru Irshad Manji yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia:Allah, Liberty & LoveSuatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan, Suara Baru Reformis Muslim Kontemporer.

Dalam sebuah situs Salihara , kelompok JIL menilai Irshad Manji sebagai salah seorang reformer Muslim paling cemerlang saat ini, Manji mencoba mendamaikan antara iman dan kebebasan. Upaya ini sudah dimulai dari buku sebelumnya The Trouble With Islam Today:  A Muslim’s Call for Reform in Her Faith (2004), yang menjadi bestseller internasional, dan telah melontarkan dirinya ke pusaran debat tentang agama dan kebebasan.

Masih dalam situs itu, tidak seperti kaum sarjana yang berkutat di alam teori, Manji justru menjalani hidupnya dengan bertemu dengan politisi, akademisi, mahasiswa, keluarga, dan orang biasa dari pelbagai agama, kebudayaan, serta tradisi. Tidak semata-mata menganalisis, ia membuka jalan bagi kaum Muslim dan non-Muslim untuk mempertahankan nilai-nilai demokrasi liberal—dengan demikian ia menemukan Allah sebagai sumber kemerdekaan dan cinta.

Dengan keterlibatan di dalam perkara penting di abad ke-21 ini, setiap individu bisa memulai perjalanan masing-masing menuju “keberanian moral”. Dihidupkan oleh komitmen sang pengarang terhadap ijtihad, Allah, Liberty & Love adalah sebuah buku tentang bagaimana cara menjadi warga dunia yang berani, punya “keberanian moral”.

Lagi-lagi komunitas JIL menilai Irshad Manji adalah Director of the Moral Courage Project di New York University, Amerika Serikat. Karya dokumenternya Faith Without Fear (2007) yang diunggulkan sebagai peraih Emmy Award menceritakan perjalanannya untuk mendamaikan Islam dengan hak asasi manusia dan kebebasan. Tulisan-tulisannya disiarkan di The Wall Street JournalNewsweekDer TagesspiegelThe Times (London) and Al-Arabiya.net. Mengingat misi Manji untuk mengembangkan reformasi Islam dan keberanian moral, The New York Times menyebutnya sebagai “mimpi terburuk Osama bin Laden”.

Dalam acara ini akan diluncurkan edisi bahasa Indonesia buku terbaru Irshad Manji, Allah, Liberty & Love: Suatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan, Suara Baru Reformis Muslim Kontemporer yang diterbitkan oleh ReneBook, Mei 2012. Irshad Manji akan berceramah dalam bahasa Inggris dan didampingi penerjemah. Program ini merupakan kerjasama antara Komunitas Salihara dan Penerbit ReneBook. Desastian Sabtu, 05 May 2012

***

Jiahhh!! Ternyata “Lesbong” Irshad Manji Pernah Diusir di Belanda

JAKARTA (VoA-Islam) – Bukan kali pertama Irshad Manji datang ke Indonesia. Ini adalah untuk yang kedua kalinya bagi Manji atas undangan komunitas liberal yang berpusat di Jakarta. Manji diminta untuk menjadi pembicara dalam kuliah umum di sejumlah kota di Indonesia, seperti Jakarta, Solo dan Yogjakarta. Spesialisnya adalah menebarkan paham sesat soal “reformasi Islam” atas nama Allah, Cinta dan Kebebasan.

Kejadian semalam saat menggelar diskusi dan peluncuran buku “Allah, Kebebasan dan Cinta” di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Manji mendapat pengalaman baru, yakni sikap protes dan pengusiran warga terhadap dirinya karena dianggap telah meresahkan umat Islam atas pemikiran-pemikiran liberalnya selama ini. Sebelumnya, ia merasa nyaman dan leluasa menyampaikan pemikiran ngawurnya soal Islam. Dan ini juga yang pertama bagi Komunitas Salihara didatangi para pengunjuk rasa.

Ternyata oh ternyata, pembubaran acara diskusi yang dihadiri oleh Irshad Manji bukan yang pertama. Acara dan peluncuran buku Irshad Manji yang selalu diwarnai pro dan kontra juga pernah terjadi di Amsterdam (Belanda). Dan itu diakui sendiri oleh Defri, salah satu peserta diskusi di komunitas Salihara yang juga berpikiran liberal. 
Seperti diberitakan Voa-Islam sebelumnya, awalnya pelucuran buku dimulai pada pukul 19:00 WIB. Tetapi polisi meminta acara dihentikan. Acara kemudian dilanjutkan tanpa menggunakan pengeras suara. Dalam diskusinya, Irshad mengatakan bahwa ia mempertanyakan tentang bagaimana mereformasi Islam itu sendiri.
Selain itu, dia merasa senang berkunjung ke Indonesia. Sejak pertama kali datang ke Indonesia belum banyak merespons. Pada saat kunjungan kali ini, Manji  mengatakan bahwa Jakarta mempunyai nuasa fundamentalis sangat besar.

Sekelumit Irshad Manji  

Mau tahu, siapa sebenarnya Irshad Manji? Irshad adalah wanita kelahiran Uganda, Afrika Timur tahun 1968. Dia adalah seorang penulis dari Kanada, jurnalis dan pengacara dari reformasi dan progresif Islam. Dia adalah pendiri dan presiden organisasi Projek Ijtihad. Organisasi itu bergerak dalam mempromosikan tradisi berpikir kritis, perdebatan dan perbedaan pendapat dalam Islam. Organisasi tersebut berada di antara jaringan reformis muslim dan non muslim.

Selain seorang penulis, Manji terkenal sebagai kritikus Islam arus utama tradisional. Dan dia pernah diberitakan oleh The New York Times sebagai mimpi buruk bagi Osama Bin Laden.

Hasil Karya tulis terakhir Manji berjudul Allah, Liberty and Love. Buku itu diterbitkan pada bulan Juni 2011 di Amerika Serikat (AS), Kanada dan lainnya. Dalam buku itu dijelaskan, bagaimana menjadi seorang yang berani jika ada orang ingin membungkam mulutmu. Buku ini merupakan panduan utama untuk menjadi warga dunia yang berani.

Manji memiliki keturunan ayah dari Gujarat dan ibu dari Mesir. Keluarganya pindah ke Kanada ketika dia berusia empat tahun. Dia dibesarkan di lingkungan sekuler dan sebuah sekolah beragama Islam. Dia mempelajari Islam melalui perpustakaan umum dan tutor bahasa Arab selama 20 Tahun. Dan yang paling mengejutkan adalah secara terbuka dia mengaku seorang lesbian. Desastian Sabtu, 05 May 2012

***

Sarang Baru Aktivitas JIL: Dari Utan Kayu ke Komunitas Salihara

JAKARTA (VoA-Islam) – Nongkrong di komunitas liberal ”Salihara” ibarat duduk di atas bara. Setiap kali menyimak obrolan anak-anak muda di komunitas itu, bisa membuat gendang telinga ini mendidih. Pembicaraan mereka adalah seputar penolakan terhadap syari’at, menggunjing gerakan Islam anti-liberal, hingga meledek penegak amar ma’ruf nahi mungkar. Hanya tawa dan olok-olok yang terdengar. Seperti itulah suasana di komunitas liberal yang pernah Voa-Islamtelusuri.

Banyak agenda yang mereka gelar dalam setiap event. Seolah-olah tak ada ruang kosong dan waktu yang luang untuk tidak mengasongkan dagangan mereka: sekularisme, pluralisme, liberalisme, relativisme, multikulturalisme dan sebagainya. Berbagai kegiatan diskusi, seminar, bedah buku, pemutaran film, hingga pergelaran seni-budaya menjadi bagian dari aktivitas mereka.

Yang membuat anak-anak muda betah dengan komunitasnya adalah suasana tempat yang nyaman untuk nongkrong. Komunitas yang berlokasi di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu memiliki gedung yang dirancang dengan konstruksi bangunan yang unik, asri dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti toko buku, perpustakaan, cafe, ruang theater, ruang diskusi hingga hotspot.

Sambil ngopi atau ngeteh, anak-anak muda itu merasa at home, seperti di rumah sendiri. Mereka bisa mengisi waktunya dengan membaca, on line, atau sekadar ngobrol dengan teman-teman se-visi. Mereka seperti menemukan keluarga baru. Sangat disayangkan komunitas budaya ini dinodai oleh pemikiran sepilis yang sering diasongkan di tempat ini.

Sekelumit Komunitas Salihara

Dalam sebuah situsnya dipaparkan, Komunitas Salihara adalah sebuah kantong budaya yang berkiprah sejak 8 Agustus 2008, dan pusat kesenian multidisiplin swasta pertama di Indonesia.

 Berlokasi di atas sebidang tanah seluas sekitar 3.800 m2 di Jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kompleks Komunitas Salihara terdiri atas tiga unit bangunan utama: Teater Salihara, Galeri Salihara, dan ruang perkantoran. Desastian Sabtu, 05 May 2012

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.582 kali, 1 untuk hari ini)