Kumpulkan Buzzer di Istana Bogor, Jokowi Merasa tak Populer di Mata Rakyat

 

  • “Buzzer ini akan mencari pembenar berbagai kebijakan Jokowi yang menyengsarakan rakyat,” papar Achsin.
  • “Omnibus law RUU Cipta Kerja mendapat protes keras dari rakyat Indonesia. Maka buzzer Istana mengkampanyekan bahwa omnibus law RUU Cipta Kerja sangat baik,” pungkasnya.

     


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para buzzer di Istana karena merasa tidak populer di mata rakyat.

“Mengumpulkan buzzer di Istana, Jokowi merasa sudah tidak populer di mata rakyat,” kata pengamat politik Achsin Ibnu Maksum kepada suaranasional, Sabtu (22/2/2020).

Kata Achsin, setelah dikumpulkan di Istana Bogor, buzzer ini akan mempromosikan Jokowi di media sosial.

“Buzzer ini akan mencari pembenar berbagai kebijakan Jokowi yang menyengsarakan rakyat,” papar Achsin.

Achsin mengatakan, kemungkinan dalam waktu dekat, buzzer Istana akan mengkampanyekan pentingnya omnibus law.

“Omnibus law RUU Cipta Kerja mendapat protes keras dari rakyat Indonesia. Maka buzzer Istana mengkampanyekan bahwa omnibus law RUU Cipta Kerja sangat baik,” pungkasnya.

Presiden Jokowi mengumpulkan para pendukungnya dari kalangan artis, influencer, dan pegiat media sosial, di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/2). Mereka berdiskusi, saling tukar pikiran tentang permasalahan bangsa.

suaranasional.com, 22/02/2020ByIbnu Maksum

 

***

Peringatan Penting: Nasib Manusia di Akherat bila di Dunia Tidak Beriman dan Tidak Mendorong untuk Memberi Makan Orang Miskin

… Telah hilang kekuasaanku daripadaku

 

{ وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ (25) وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ (26) يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ (27) مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ (28) هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ (29) خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (30) ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ (31) ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (32) إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ (33) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ } [الحاقة: 25 – 34]

25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini). [Al Haqqah:25]

26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. [Al Haqqah:26]

27. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. [Al Haqqah:27]

28. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. [Al Haqqah:28]

29. Telah hilang kekuasaanku daripadaku”. [Al Haqqah:29]

30. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. [Al Haqqah:30]

31. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. [Al Haqqah:31]

32. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. [Al Haqqah:32]

33. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. [Al Haqqah:33]

34. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. [Al Haqqah:34]

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.253 kali, 1 untuk hari ini)