JAKARTA PUSAT–Jumat (22/11/13) LAZIS Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia mengadakan seminar internasional bertema “Skenario Kebangkitan Islam Melayu” di Aula Gedung Menara Dakwah Jl Kramat 45 Raya Jakarta Pusat.

Dr Tiar Anwar Bachtiar, Seorang Peneliti INSIST, menjadi pembicara terakhir menerangkan tentang sejarah kebangkitan Islam di Indonesia. Pria kelahiran tahun 1979 itu memulai dengan memaparkan asal muasal penulisan dan penetapan periodisasi sejarah di Indonesia ini.

Penulis sejarah pada masa Sukarno adalah Muhammad Yamin  dan masa Orba orang yang ditunjuk oleh Suharto adalah Nuggroho Notosusanto. Kedua orang ini telah menghidupkan kembali apa yang telah ditulis oleh Penulis Belanda tentang sejarah Indonesia bahwa sejarah Indonesia dalam persepsi Muhammad Yamin dan Nugroho Notosusanto itu kejayaannya dimulai dengan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Sekalipun pada masa kolonial Belanda, Sriwijaya dan Majapahit ini hanya ditmukan artefaknya.

Muhammad Yamin membuat periodisasi sejarah yang disahkan di dalam seminar sejarah Indonesia pertama pada tahun 1957 bahwa masa gemilang Indonesia dimulai pada masa Sriwijaya dan Majapahit.

Dalam periodesasi sejarah Indonesia, kerajaan-kerajaan Islam tidak pernah dimasukkan sebagai periode emas. “Dan Bahkan kalau kita lihat di dalam buku sejarah Indonesia yang resmi diajarkan di Indonesia keraajaan Indonesia itu dianggap sebagai perpecahan dan kemunduruan di Indonesia”.

Dalam sejarah Indonesia, Kerajaan Majapahit dianggap sebagai pemersatu melalui sumpah palapanya Gajah Mada. Dan konon persatuan yang dibangun atas sumpah tersebut hancur karena menyebarnya ajaran Islam. “Ini semacam faktor pemksaan terhadap generasi muda bangsa ini bahwa berkembang dan masuknya Islam di Indonesia ini salah satu penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit yang telah mempersatukan wilayah Nusantara Ini.” Tegas Doktor kelahiran Banjarsari, Ciamis.[usamah] (voa-islam.com) Senin, 25 Nov 2013

***

Senin, 25 Nov 2013

Ternyata Pengaruh Islam Lebih Hebat dibandingkan Majapahit

 

JAKARTA PUSAT (voa-islam.com) –Jumat (22/11/13) LAZIS Dewan Da’wah Islamiyyah Indonesia mengadakan seminar internasional bertema “Skenario Kebangkitan Islam Melayu” di Aula Gedung Menara Dakwah Jl Kramat 45 Raya Jakarta Pusat.

Sebagaimana yang diklaim oleh penulis sejarah Indonesia bahwa masa kegemilangan Indonesia adalah pada periode Sriwijaya dan Majapahit, dan pada masa Suharto yang diunggulkan kisah Majapahit serta masa kemunduran Indonesia pada masa merebaknya Kerajaan Islam, maka Prof Sayyed Hussein Alatas menerangkan hal yang terbalik dari sejarah versi kaum nasionalis.

Tahun 74, Prof Alatas menyampaikan pidato di UKM dengan memberikan teori, yang belum pernah diutarakan oleh peniliti sebelumnya, bahwa kalau kita ingin melihat sejauh mana Islam ini berpengaruh di alam Melayu ini, bukan hanya Indonesia, kita harus melihat dari bahasanya. Selama ini perdebaatan itu ditekankan pada penemuan artefak. Padahal dalam konteks Islamisasi, yang Islam kan ide. Contohnya, Borobudur itu dibangun dengan sangat megah, tetapi sampai hari ini, tidak ada satupun penganut agama Budha.

“Oleh karena itu kalau kita ingin melihat pengaruh Islam, kita melihat pengaruh pada pemikirannya. Dan pengaruh pemikiran yang paling mudah untuk dilihat itu dari bahasa. Bahasa ini kan mewakili cara berfikir. Oleh karena itu Prof Alatas, Beliau adalah pakar linguistik yang sangat baik. Beliau menganalisis bagaimana pengaruh Islam terhadap perkembangan linguistic Bahasa Melayu. Dan beliau menemukian Bahasa Melayu setelah perkembangan Islam sangat dipengaruhi oleh kosakata Bahasa Arab yang telah diIslamkan.”

“Oleh karena itu sangat tidak beralasan kalau mengatakan Islam sangat tidak berpengaruh di Indonesia. Tapi nasi memang sudah jadi bubur di Indonesia ini. Pengajaran sejarah di Indonesia ini sudah dipengaruhi oleh kepercayaan bahwa Hindu-Budha ini sangat berpengaruh di Indonesia.”[usamah]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.161 kali, 1 untuk hari ini)