BEKASI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin. Dia ditangkap terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi.

“Untuk Bupati sedang dijemput dan dibawa ke KPK,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/10/2018), dilansir detikcom.

Selain Neneng, KPK telah lebih dulu mengamankan 10 orang. Ada kepala dinas dan pihak swasta yang diamankan.

KPK sudah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini terkait dugaan tindak pidana korupsi pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Seperti diketahui, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin masuk dalam tim pemenangan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 wilayah Jawa Barat.

Dilansir PikiranRakyat, nama Neneng tercantum dalam tim pemenangan Jokowi – Ma’ruf wilayah Jawa Barat yang diketuai mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Berdasarkan Surat Keputusan nomor 015/KPTS/TKN-JKWMA/IX/2018 yang diterbitkan Tim Kampanye Nasional, Neneng tercatat sebagai pengarah teritorial bersama Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Terjeratnya Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dalam OTT KPK ini melengkapi daftar kepala daerah anggota timses Jokowi-Maruf yang kena OTT KPK dan ditetapkan jadi tersangka.

Sebelumnya Bupati Malang Rendra Kresna dan Wali Kota Pasuruan Setiyono sudah jadi tersangka KPK./portal-islam.id

***

MANTAP! Dalam Sepekan, Dua Kepala Daerah Timses Jokowi-Maruf Jadi Tersangka KPK

[PORTAL-ISLAM.ID] Bupati Malang Rendra Kresna mengaku dirinya telah ditetapkan tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun 2011. Pasca berstatus tersangka dirinya menyatakan mundur dari tim pemenangan calon Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Siapa yang jadi pengganti saya akan otomatis menjadi pengganti tugas saya sebagai tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Kabupaten Malang,” kata Rendra Kresna, Selasa (9/10/2018), seperti dilansir VIVA.co.id.

Rendra Kresna juga telah mundur dari jabatan Ketua DPD Partai Nasdem Jawa Timur, surat pengunduran diri ia buat pada Senin, 8 Oktober 2018.

Ini kali kedua dalam sepekan Kepala Daerah yang jadi anggota Timses Jokowi-Maruf jadi tersangka KPK.

Sebelumnya, Wali Kota Pasuruan Setiyono resmi ditahan oleh KPK dan jadi tersangka pada Jumat (5/10/2018).

Wali Kota Pasuruan Setiyono terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan menerima suap proyek di Pemkot Pasuruan.

Usai ditetapkan jadi tersangka KPK, Wali Kota Pasuruan Setiyono akhirnya dicopot dari daftar Tim Kampanye Daerah pasangan capres cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Timur.

Setiyono sebelumnya tercatat sebagai Koordinator Wilayah Tim Kampanye Daerah pasangan capres cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin Kota Pasuruan.

“Namanya otomatis kami coret setelah yang bersangkutaan terlibat kasus dugaan korupsi, apalagi sekarang sudah tersangka,” kata Wakil Sekretaris Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, Jumat (5/10/2018), seperti dilansir Kompas.

Sebagai gantinya, yang otomatis menduduki jabatan Korwil adalah wakil Setiyono, yakni Raharto Teno Prasetyo. “Posisi Pak Setiyono digantikan Pak Teno, wakilnya,” tutur Sri Untari.

Dalam sepekan dua anggota Timses Jokowi-Maruf jadi tersangka kasus KORUPSI./portal-islam.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.817 kali, 1 untuk hari ini)