Apakah ada penguasa yang musyrik atau jadi antek yahudi, hingga masjid-masjid dibongkar?

Atau sebagian tokoh Islam sudah ketahuan gampang dibeli?

Sudah ketahuan ya?! Buktinya, kalau ada gereja bermasalah dan didirikan tanpa prosedur yang benar, justru sebagian tokoh yang mengaku Islam sangat rajin membela gereja. Tapi giliran masjid-masjid dibongkar, mereka bungkam, bagai orang bisu.

Pertanda apa ini?

Penguasa yang musyrik atau antek yahudi tentunya bila sampai membongkar masjid maka umat Islam telah diingatkan:

Firman Allah Ta’ala:

{لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا} [المائدة: 82]

82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. (QS AL-MAAIDAH: 82.)

Adapun sebagian tokoh yang membela gereja namun bungkam saja ketika masjid-masjid dibongkar, maka kemungkinan telah terkena “penyakit” menjual agamanya demi harta dunia. Sebagaimana telah diingatkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari harta dunia” (HR. Muslim no. 118).

Hadits ini berisi perintah untuk bersegera melakukan amalan sholih. Yang disebut amalan sholih adalah jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas pada Allah dan mengikuti tuntunan Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Jika tidak memenuhi syarat ini, suatu amalan tidaklah diterima di sisi Allah.

Dalam hadits ini dikabarkan bahwa akan datang fitnah seperti potongan malam. Artinya fitnah tersebut tidak terlihat. Ketika itu manusia tidak tahu ke manakah mesti berjalan. Ia tidak tahu di manakah tempat keluar.

Fitnah boleh jadi karena syubuhaat (racun pemikiran), boleh jadi timbul dari syahwat(dorongan hawa nafsu untuk bermaksiat).

Fitnah di atas itu diibaratkan dengan potongan malam yang sekali lagi tidak diketahui. Sehingga seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir. Dalam satu hari, bayangkanlah ada yang bisa demikian. Atau ia di sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi harinya kafir. Mereka bisa menjadi kafir karena menjual agamanya.

Bagaimanakah bisa menjual agama?  Menjual agama yang dimaksud di sini adalah menukar agama dengan harta, kekuasaan, kedudukan atau bahkan dengen perempuan.

Pelajaran lainnya dari hadits ini:

1- Wajibnya berpegang teguh dengan agama.

2- Bersegera dalam amalan sholih sebelum datang cobaan yang merubah keadaan.

3- Fitnah akhir zaman begitu menyesatkan. Satu fitnah datang dan akan berlanjut pada fitnah berikutnya.

4- Jika seseorang punya kesempatan untuk melakukan satu kebaikan, maka segeralah melakukannya, jangan menunda-nunda.

5- Jangan menukar agama dengan dunia yang murah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk bersegera dalam kebaikan dan terus menjaga agama kita. (Rumaysho.Com, Bersegeralah Beramal Sholeh Sebelum Datang Musibah)

***

Bila telah berkomplot antara orang musyrik, antek yahudi dan bahkan tokoh yang mengaku Islam namun telah menjual agamanya, maka pemandangan yang menggerus Islam pun terjadi. Di antaranya seperti dibongkarnya masjid bersejarah ini.

***

 

MUI Sayangkan Masjid Bersejarah Dibongkar

Jumat, 18/10/2013 17:07:39 | syaiful falah

Masjid Amir HamzahMasjid Amir Hamzah sudah hancur dibongkar pemprov DKI (Foto: Okezone)

Jakarta (SI Online) – Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) S Sinansari Encip menyayangkan pembongkaran Masjid Amir Hamzah yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

“MUI sangat menyayangkan adanya pembongkaran masjid tersebut. Apalagi jika tidak ada penggantinya,” ujar Sinasari di Jakarta, Jumat (18/10/2013).

Dia menambahkan masjid tersebut mempunyai nilai sejarah karena dibangun pada era Gubernur Ali Sadikin. Masyarakat sekitar juga menggunakan masjid tersebut untuk beribadah. “Kalau pun ada pembongkaran, harus ada penggantinya secepatnya,” jelasnya.

Pembongkaran masjid tersebut dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta. Akibat pembongkaran masjid itu, aktivitas ibadah dipindahkan ke lantai dasar gedung yang berdekatan dengan bekas masjid itu.

Rencananya lahan bekas pembongkaran tersebut, akan digunakan untuk pembangunan Gedung Fakultas Film Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta juga membongkar Masjid Baitul Arif di Jatinegara dengan alasan pembangunan rumah susun. Pemprov DKI mengatakan akan membangun masjid di kawasan rumah susun itu, namun hingga kini belum ada kabar pembangunan kembali masjid tersebut.

red: syaiful
sumber: republika/antara

(nahimunkar.com)

(Dibaca 551 kali, 1 untuk hari ini)