Lagi Ramai soal Gus Miftah dan Anies Baswedan di Gereja. Fatwa KH Hasyim Asy’ari Larangan Ikut Ikutan Ibadah Agama Lain


Instagram @aniesbaswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan renovasi Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, di Jalan Bandengan Utara No. 40, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (29/4/2021) kemarin. / WartaKotalive.com (Paling kiri Gus Miftah -yang puisinya di Gereja ini disoroti tajam Kyai Najih di bawah ini. Sosok ketiga dari kiri: Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta, red NM).

***

VIRAL… Tanggapan Keras KH. Muhammad Najih Maimoen Terkait Puisi Gus Miftah di Gereja

 

Posted on 3 Mei 2021

by Nahimunkar.org


VIRAL… Tanggapan Keras KH. Muhammad Najih Maimoen Terkait Puisi Gus Miftah di Gereja

    • Membenarkan kekufuran kesyirikan. Katanya Miftah ‘kami memanggil Allah, mereka memanggil Yesus Kristus, hanya masalah nama’. Tuhannya berarti sama maksudnya kan? …

    • Na’udzubillah min dzalik. Jelas tidak bisa. Tidak bisa sama. kata putra kedua (alm) KH. Mamoen Zubair itu dalam video

KH. Muhammad Najih Maimoen atau Gus Najih menanggapi kontroversi puisi dan pernyataan yang disampaikan Gus Miftah saat peresmian Gereja Bethel Indonesia atau GBI di Jakarta beberapa waktu lalu.

Gus Miftah dalam sambutan/pidato di Gereja Bethel Indonesia menyampaikan hakikatnya kita (umat Islam dan Kristen) adalah satu, yang memiliki Tuhan sama (Dia), cuma beda sebutannya saja.

“Membenarkan kekufuran kesyirikan. Katanya Miftah ‘kami memanggil Allah, mereka memanggil Yesus Kristus, hanya masalah nama’. Tuhannya berarti sama maksudnya kan? Na’udzubillah min dzalik. Jelas tidak bisa. Tidak bisa sama,” kata putra kedua (alm) KH. Mamoen Zubair itu dalam video yang diunggah chanel Youtube Ribath Darusshohihainpada Senin (3 Mei 2021).

Selengkapanya video:

[cuplikan]

Tanggapan KH.Muhammad Najih Maimoen Terkait Puisi Gus Miftah di Gereja

Full : https://t.co/QZTzbzEprO pic.twitter.com/cEPLfybhKK

— ᵗʷⁱᵗ 𝑎𝑘𝑜𝑒 (@Xp0se_) May 2, 2021

[full]

https://youtu.be/GI_U4d4DJkY

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 03 Mei 2021 KABAR UMAT

https://www.nahimunkar.org/viral-tanggapan-keras-kh-muhammad-najih-maimoen-terkait-puisi-gus-miftah-di-gereja/

***

Beredar video: Cuplikan video puisi Gus Miftah di Gereja, cuplikan pidato UAS haram hukumnya masuk ke tempat ibadah agama lain. Dan cuplikan pidato UAH soal fatwa Kyai Hasyim Asy’ari Larangan Ikut Ikutan Ibadah Agama Lain

Video

https://youtu.be/E9rOjYKq7G4

Silakan simak ini.

***

Munafik Paling Tinggi, Munculnya Kata Minggu, Fatwa KH Hasyim Asy’ari Larangan Ikut-Ikutan Ibadah Agama Lain – Ustadz Adi Hidayat

Mumtaz 7/27/2017

(Ambiguistis) – Kemunafikan yang paling tinggi adalah toleransi yang kebablasan. Beribadah dengan agama lain yang kadang ia hatinya ingkar tapi ia merestui ibadah itu. Buya Hamka berkata sesungguhnya orang-orang yang terjebak dalam kemunafikan tingkat tinggi yaitu orang yang hadir pada ibadah agama umat lain. Itu adalah hipokrit tingkat tinggi kata beliau.


Orang yang datang pada suatu tempat tapi hatinya tidak suka, ini hal yang aneh. KH. Hasyim Asy’ari pernah menulis 19 kitab. Kitab yang kedua berjudul Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pada halaman ke-14 paragraf pertama dituliskan Awal Munculnya Bid’ah Di Tanah Jawa. Bid’ah yang dimaksud adalah bid’ah dalam hal akidah bukan ibadah.

Kata beliau penduduk Jawa seluruhnya adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Di tahun 1330 H, tiba-tiba entah dari mana datang paham sesat ke tanah Jawa. Di antara aliran menyimpang itu adalah Rofidoh (syiah).

Pada halaman ke-14 ada yang menarik kata Ustadz Adi Hidayat. Ditemukan pula orang-orang yang ikut-ikutan beribadah ke gereja-gereja. Gereka dibangun pada masa Portugis. Gereja aslinya bukan bahasa Indonesia melainkan bahasa latin.

Umat Islam pada hari Jum’at pergi ke masjid. Orang katolik yang awal muncul ini datang ke geraja datang ke tempat ibadah 2 hari setelah Jum’at. Ibadah mereka dilakukan dengan perantara. Ibadah mereka melalui perantara Santo Dominggo. Jadi ketika berangkat ketika ditanya mau ke mana, mereka berkata mau menyembah Dominggo.

Munculnya kata minggu

Perubahan kata Ahad menjadi Minggu adalah dari sini. Umat Islam yang ada di tanah Jawa yang awalnya akrab dengan kata Ahad berubah menjadi Minggu. Kemudian muncullah fatwa dari KH. Hasyim Asy’ari larangan ikut-ikutan ke geraja. Bahkan larangan pula mengikuti atribut mereka karena bisa terjebak dalam kekafiran.

Lucunya sekarang ada adzan di tempat ibadah orang lain. Ada pula buka puasa bersama di tempat ibadah orang lain. Tidak sedikit pula yang ceramah atau sholawatan di tempat agama lain.

Mumtaz 7/27/2017

(nahimunkar.org)

(Dibaca 378 kali, 32 untuk hari ini)