Ada semacam polemik mengenai kejahatan cina komunis, dari menjajah bangsa Indonesia dengan kejam sebagai mata-mata dan laskarnya penjajah Belanda, kemudian dua kali cina komunis bergabung dengan PKI memberontak dengan membunuhi tentara, Ulama, dan Umat Islam. Masih ditambah pula, cina konglomerat hitam menggarong duit bangsa Indonesia sampai 650-an triliun dalam kasus BLBI.

Tentara

Itu semua merupakan kejahatan-kejahatan yang sangat tinggi dan membahayakan bagi bangsa Indonesia yang penduduknya terbesar sedunia jumlah umat Islamnya. Sedangkan menurut Islam, umat Islam itu tidak pantas untuk tersengat dua kali dalam satu lubang. Oleh karena itu, rencana-rencana kerjasama dengan Cina Komunis harus ditolak. Karena dalam sejarahnya dan kenyataannya telah benar-benar menyengsarakan dan memusuhi pribumi (terutama para pejuang kemerdekaan) dengan kejamnya, serta kemudian menipu besar-besaran.

Penolakan kerjasamna dengan Cina Komunis itu merupakan konsekuensi logis dari peringatan yang ada dalam ajaran Islam: Tidak layak bagi orang mukmin (Umat Islam) tersengat dua kali dalam satu lubang.

Kalau ada yang berkilah bahwa negeri ini bukan negara Islam, maka perlu kita tanyakan: Bukankah menjalankan keyakinan agama (Islam) yang bahkan menjadi agama mayoritas penduduk negeri ini dilindungi oleh konstitusi? Ketika dilindungi, maka umat Islam berhak menjalankannya, dan tidak boleh ada yang mengganggunya.

Ketika bekerjasama dengan Cina Komunis yang telah terbukti aneka kejahatannya terhadap bangsa ini dengan diawali sebagai penjajah yang kejam lalu kejahatan-kejahatan besar lainnya pun dilancarkan untuk menyengsarakan bangsa ini; berarti kerjasama itu bertentangan dengan keyakinan yang dipegangi Umat Islam tersebut alias mengganggu. Ketika demikian, artinya justru mengganggu Umat Islam, dan itu bertentangan dengan konstitusi yang telah menjamin untuk menjalankan keyakinan agama, bahkan keyakinan mayoritas penduduk.

Oleh karena itu, segala gangguan apalagi yang bertentangan dengan konstitusi, maka wajib dihilangkan. Maka jalan keluarnya adalah menolak dan membatalkan kerjasama dengan Cina Komunis.

Inilah semacam polemik yang dimaksud, dengan disamarkan identisnya, dan sudah disunting.

S A Pak #H: apakah krn sebagian nenek moyang orang cina perna bergabung dgn penjajah belanda, lantas semua orang Cina di Indonesia harus di usir ?
Kan banyak juga warga pribumi (dominan bangsawan) yg perna berafiliasi dgn Belanda, apakah anak keturunanya harus kita usir juga dan etnis mereka ada jahat semua ?

H: Orang asing ke Indonesia kemudian menjajah namanya penjajah.

Belanda datang kemudian menjajah namanya penjajah. Cina datang ikut melancarkan penjajahan bahkan lebih kejam, namanya penjajah juga, bahkan lebih kejam.

Adapun pribumi yg kamu katakan berafiliasi dengan Belanda namanya pengkhianat.

Menangani penjajah tentu beda dengan pengkhianat. Penjajah perlu diusir, karena kalau tidak maka akan menjajah lagi. Apalagi yang praktek menjajahnya lebih kejam yaitu laskar cina Po An Tui (buatan penjajah Belanda) yang membunuhi pribumi para pejuang kemerdekaan yang jadi tawanan, sedangkan tawanan itu dilarang dibunuh. (Dalam sejarahanya) itu di antaranya terjadi di Temanggung Jawa Tengah. Dan memang pejuang kemerdekaan, orang-orang pribumi cukup tangguh dalam menghadapi penjajah, termasuk menghadapi cina yang jadi penjajah. Hingga di wilayah Temanggung itu dikenal slogan ” Granggang soko Parakan ampuhe ora karuan” (Granggang dari Parakan Temanggung ampuhnya tidak tanggung-tanggung).

Adapun pengkhianat ya ditindak saja. Tidak perlu diusir, karena bukan penjajah, hanya pengkhianat.

Terimakasih, sudah secara tidak langsung mengakui bahwa cina komunis itu memang penjajah. dan sudah saya jelaskan, penjajah perlu diusir.

Apalagi sekarang cina dari negeri komunisnya mau datang lagi, walau dalam bentuk lain, maka perlu ditolak. Demikian pula cina-cina keturunan juga melakukan kejahatan besar, diantaranya banyak yang bergabung dengan PKI yang memberontak dua kali 1948 di Madiun membunuhi ulama, pemberontakan PKI 1965 membunuhi tentara dan ulama serta umat Islam; maka jelas PKI dan Cina komunis itu merupakan pengkhianat bangsa sekaligus musuh Islam dan tentara.

Kemudian cina konglomerat hitam menggondol duit 650-an triliun yang dikenal dengan kasus BLBI. Itu kejahatan yang luar biasa.

Apakah dengan pengkianatan, pemberontakan, permusuhan terhadap bangsa, tentara, dan Umat Islam yang menjadi penduduk mayoritas, masih pula ditambah penggarongan 650-an triliun oleh cina itu bukan persoalan besar?

Lantas akan didatangkan penjajahan baru kembali dari negeri komunis cina, apakah tidak akan lebih berkhianat lagi cina-cina di sini dan lebih jadi garong lagi?

Ketahuilah, Umat Islam ada tuntunan dari Nabinya, tidak pantas orang mukmin (Orang Islam) tersengat dua kali dalam satu lubang.

Dalam kenyataan yang dialami bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam ini sudah berkali-kali bukan hanya disengat, tapi dijajah cina, diberontak cina komunis bersama PKI dua kali, lalu digarong besar-besaran; apakah pantas, masih menerima cina, bahkan mendatangkannya? Kecuali kalau memang mereka yang pro cina itu terus terang mengaku anti bangsa ini, anti tentara, anti Islam, anti ulama dan mengaku terus terang sebagai musuh bangsa ini, musuh tentara dan musuh pejuang kemerdekaan, musuh Islam, dan musuh ulama.

Hidup ini pakai aturan. Aturan Umat Islam adalah dari Allah swt yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. di antaranya seperti itu (Tidak pantas bagi orang Islam tersengat dua kali dalam satu lubang). Maka konsekuensinya, kami Umat Islam harus melaksanakannya, agar tidak tertimpa kejahatan cina yang lebih besar dan berbahaya lagi. semoga faham!

Ilustrasi:  Milisi Cina Indonesia yang dikenal sebagai ‘Po An Tui’ yang dibentuk oleh Administrasi Belanda untuk membantu mereka melawan Pejuang Indonesia. Beberapa unit (seperti di Jawa Tengah) Laskar Cina Indonesia  ini terlibat dalam Agresi, dan beberapa dugaan mereka melakukan kejahatan perang dengan membunuh POW (tawanan perang) di Temanggung./ militaryphotos.net/forums https://www.nahimunkar.org/kejamnya-milisi-cina-indonesia-po-tui-terhadap-kaum-pribumi/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.292 kali, 1 untuk hari ini)