SEBUAH laporan terbaru mengungkapkan bahwa jumlah orang yang tewas sebagai akibat hampir lima tahun konflik di Suriah jauh lebih tinggi dari angka total yang dikeluarkan oleh PBB, AFP melaporkan.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah melaporkan bahwa 400.000 warga Suriah telah tewas sejak pecahnya krisis dan ini bertentangan dengan hitungan terbaru PBB yang menempatkan angka sebesar 260.000.

Laporan itu menambahkan bahwa 70.000 orang tewas karena kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai, makanan, air bersih, sanitasi dan perumahan yang layak, terutama bagi mereka yang mengungsi dalam zona konflik.

Lebih lanjut laporan mencatat bahwa angka kematian warga Suriah melonjak dari 4,4 per seribu di tahun 2010 menjadi 10,9 per seribu pada tahun 2015, dan harapan hidup jatuh dari 70 pada 2010 menjadi 55,4 pada tahun 2015.

Laporan ini juga menyebutkan jumlah mereka yang terluka sebanyak 1,9 juta orang. Laporan juga menyatakan bahwa 11,5 persen penduduk Suriah telah tewas atau terluka sejak krisis pecah pada Maret 2011.

Selain itu, 6.360.000 orang terlantar dan lebih dari empat juta orang telah melarikan diri dari negara itu sejak awal konflik.

Sebanyak 13,8 juta warga Suriah juga telah kehilangan sumber pendapatan mereka. Pada tahun 2015 saja, kemiskinan meningkat menjadi 85 persen dan harga konsumen naik 53 persen pada tahun lalu.

“Harga di daerah konflik dan daerah yang terkepung jauh lebih tinggi daripada di tempat lain di negara ini dan hal ini meningkatkan margin keuntungan bagi para pedagang perang yang memonopoli pasar daerah tersebut,” kata laporan itu.[fq/islampos]

Sumber: islampos.com/ Jumat 3 Jamadilawal 1437 / 12 Februari 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 233 kali, 1 untuk hari ini)