larangan berjilbab

PENGADILAN Tinggi Banding mendukung keputusan pengadilan yang lebih rendah untuk menghukum seorang profesor Turki dari Ege University dengan hukuman lebih dari dua tahun penjara karena ia berulang kali melarang wanita berjilbab memasuki gedung fakultas tempat ia bekerja.

Pengadilan Pidana Tingkat Pertama İzmir tahun lalu menghukum profesor yang melanggar privasi Fatma Nur Gidal – salah satu wanita yang ia larang memasuki gedung fakultas karena mengenakan jilbab.

Sang profesor Esat Rennan Pekünlü, dari departemen universitas astronomi dan ilmu ruang angkasa, pada bulan Mei lalu sempat tertangkap kamera sedang memotret mahasiswi berjilbab dan mencegah mereka memasuki gedung fakultas.

Pekünlü tertangkap oleh juru kamera kantor berita Cihan saat sedang berdiri di depan pintu gedung fakultas dan mengambil foto mahasiswi berjilbab. Juru kamera tiba di fakultas setelah beberapa mahasiswi melaporkan bahwa profesor itu melanggar hak-hak perempuan yang mengenakan jilbab di kampus mereka.

Dewan Pendidikan Tinggi (YOK) Turki sebelumnya telah mencabut larangan pemakaian jilbab di kampus universitas pada tahun 2010. Namun, beberapa perguruan tinggi terus memberlakukan larangan tersebut. Penentang larangan, termasuk tokoh konservatif dan beberapa tokoh liberal, berpendapat bahwa larangan tersebut melanggar hak-hak dasar karena mencabut beberapa hak mereka untuk mendapatkan pendidikan.[fq/islampos/worldbulletin] By Al Furqon on July 26, 2013

(nahimunkar.com)

(Dibaca 708 kali, 1 untuk hari ini)