Jakarta (SI Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras tindakan Pemerintah Cina yang melarang para pegawai negeri, anggota partai, serta dosen dan guru yg beragama Islam di Xinjiang untuk menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, Anwar Abbas, mengatakan tindakan Pemerintah Cina itu telah melanggar hak asasi manusia dan kebebasan beragama.

“Tindakan pemerintah Cina itu jelas-jelas telah menyakiti hati umat Islam, tidak saja umat Islam yang ada di Cina, tetapi juga umat Islam di seluruh dunia,” ujar Anwar seperti dikutip Rol, Kamis (3/7/2014).

MUI mengimbau pemerintah Cina untuk menghormati hak asasi warganya untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan  kepercayaan yang dianutnya. MUI juga mengimbau dunia internasional untuk menghentikan cara-cara yang telah ditempuh pemerintah Cina.

Pasalnya, ungkap. Anwar, hal itu jelas-jelas mencerminkan sebuah pemerintahan yang tidak beradab, juga sangat mengganggu terwujudnya kehidupan dunia yang aman, rukun dan damai.

Selain Anwar, kecaman juga disampaikan ketua MUI Pusat bidang luar negeri KH Muhyidin Djunaidi. Ia menegaskan, kebijakan pemerintah Cina, melalui Partai Komunis China (PKC) jelas melanggar konvensi hak asasi manusia (HAM) tentang kebebasan beragama.

Apalagi konvensi HAM itu sudah menjadi piagam PBB yang telah diratifikasi oleh seluruh negara anggota PBB, termasuk Cina.

“Pemerintah Cina tidak boleh menerapkan diskriminasi rasial dan membatasi kebebasan beragama bagi penduduk minoritas Muslim di Cina, khususnya di Uighur, Xinjiang,” ujar Muhyidin.

Pemerintah Cina, kata dia, juga tidak boleh menggeneralisasi semua umat Islam di Uighur sebagai kelompok pemberontak melawan pemerintah.  “Hak beragama dan menjalankan ibadah harus dilindungi pemerintah Cina.”

MUI meminta Pemerintah Cina untuk menghormati kebebasan beragama dengan menjamin hak dasar umat Islam di Xinjiang dan seluruh wilayah Cina.

Menurut Muhyidin, kebijakan diskriminasi hak beragama bagi warga Xinjiang tentu berimplikasi negatif terhadap hubungan Cina dengan negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

red: adhila
sumber: RoL/ si online, Jumat, 04/07/2014 17:17:46

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.695 kali, 1 untuk hari ini)