Bahasa kerennya sesajen…

Sesajen atau sajen adalah sejenis persembahan kepada dewa atau arwah nenek moyang pada upacara adat di kalangan penganut kepercayaan kuno di Indonesia (Wikipedia).

Sekarang sesajen diubah dg bahasa yg cukup halus dg istilah sedekah laut , sedekah bumi, dll.
Yang namanya kesyirikan tetep tercium baunya meski dibungkus dengan kemasan apapun.

Umat Muslim yang ikut sedekah laut dan yakin bahwa Penunggu laut, Nyi Roro kidul, Nyi Blorong, dewa, roh nenek moyang atau setan lainnya bisa memberikan rezeki dan keberkahan hidup maka Bisa membatalkan keislaman orang itu alias MURTAD.

Syirik adalah memalingkan salah satu ibadah kepada selain Allah. Orang yang memalingkannya disebut musyrik.

Di antara bentuk kesyirikan adalah do’a pada selain Allah, penyandaran hati (tawakkal) pada selain Allah, dan harus memenuhi syarat tumbal atau sesajen. Padahal ini semuanya adalah bentuk ibadah. Barangsiapa yang memalingkan satu bentuk ibadah kepada selain Allah, maka ia musyrik kafir.

Dalam ayat, Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun” (QS. An-Nisa’: 36).

لَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَخْذُولًا

Janganlah kamu adakan Rabb yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).” (QS. Al-Isra’: 22).

Sumber : fotodakwah.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 855 kali, 1 untuk hari ini)