Serangan udara koalisi Arab teluk yang dipimpin Arab Saudi baru-baru ini telah menewaskan sedikitnya 59 militan teroris syiah Houthi, termasuk pemimpin terkemuka mereka dan puluhan lainnya luka-luka, Al Arabiya News melaporkan pada hari Senin (15/02).

Laporan menurut sumber dari Pasukan Perlawanan Populer (PRF), bentrokan terjadi di wilayah tenggara kota Ta’iz, di mana koalisi menargetkan daerah yang diduduki teroris syiah Houthi. Yahya Zafran, seorang pemimpin Houthi, berada di antara 29 teroris yang dilaporkan tewas.

Sumber mengatakan enam teroris Houthi lainnya tewas dalam bentrokan di provinsi Marib, dan depot senjata milik teroris Houthi berhasil dihancurkan oleh serangan udara koalisi.

Sedangkan di Sana’a timur dilaporkan sebanyak 10 teroris Houthi tewas, termasuk pemimpin mereka,Yahya al-Mutawakkil Taha, dalam bentrokan dengan tentara nasional Yaman dan PRF.

Di pusat propinsi Ibb, PRF melakukan serangan kejutan ke posisi Houthi dan berhasil menewaskan lima teroris.

Di provinsi Al-Bayda, PRF juga melakukan serangan ke posisi Houthi, menewaskan lima dan melukai beberapa teroris Houthi lainnya.

Di bagian barat Al-Hudayda, pemimpin kelompok teroris syiah Houthi, Abdulwahab al-Houthi, dilaporkan berhasil dibunuh oleh PRF.

Arab Saudi

   Tentara Pro-pemerintah Yaman.

Sedangkan dari pihak muslimin, di perbatasan selatan Arab Saudi dilaporkan seorang penjaga perbatasan Saudi wafat terkena rudal dari teroris Houthi, berita ini telah dikonfirmasi oleh kementerian dalam negeri Arab Saudi pada hari Senin (15/02).

Penjaga perbatasan tersebut wafat selama pemboman pada hari Minggu (14/02) malam dari pos perbatasan di sektor Al-Harth wilayah Jazan, kantor berita resmi SPA melaporkan.

Lebih dari 90 warga sipil dan tentara Saudi tewas dalam penembakan dan pertempuran di sepanjang perbatasan sejak Maret 2015 lalu, ketika koalisi yang dipimpin Saudi melakukan intervensi militer di Yaman.

Koalisi ini mendukung pemerintahan sah Yaman dalam menghadapi pemberontakan dari teroris syiah Houthi yang didukung Iran dan sekutu mereka yang menyerbu dan menduduki ibu kota Sana’a pada bulan September tahun 2014.

PBB mengatakan lebih dari 6.100 orang telah tewas dalam pertempuran sejak Maret 2015, sekitar setengah dari mereka adalah warga sipil yang ditargetkan oleh Houthi.

By: Al-Arabiya/middleeastupdate.net/February 16, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.487 kali, 1 untuk hari ini)