• Kasudin Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI Jakarta Leofold mengaku akan bertemu dengan pihak keluarga untuk membicarakan masalah tersebut. Bila tidak menemui titik temu, maka Pemprov DKI Jakarta akan segera membongkar makam tersebut dan mengembalikan seperti makam-makam yang lain.

JAKARTA – Ustaz Ahmad Al-Habsy mengomentari besarnya anggaran untuk pembangunan makam Ustaz Jeffry Al-Buchori atau Uje, yang bersumber dari salah seorang pengusaha. Al Habsy mengungkapkan, ekspresi kecintaan terhadap Uje harusnya tidak berlebihan.

“Setiap orang punya hak untuk mengekspresikan sesuatu yang ia suka dan sayangi. Tapi jangan sampai yang kita lakukan itu menjadi hal yang berlebih-lebihan,” kata Al-Habsy, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (28/9).

Ia berharap dana pembangunan makam itu lebih baik dialokasikan untuk sesuatu yang lebih penting. Misalnya menyelesaikan pondok pesantren yang dirintis Uje./ jpnn.com, Sabtu, 28 September 2013 , 23:43:00

Sementara itu inilah.com memberitakan, Pemugaran makam alm. Ustadz Jefri AlBukhori, alias Uje, seharusnya dibangun sesuai keinginan Uje. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang sahabatnya, Opik.

Sahabat yang sempat bertemu dengan alm. Uje di hari-hari terakhirnya itu mengungkapkan bahwa sebaiknya makam yang bagus adalah yang rata dengan tanah. Tidak hanya itu, keinginan alm. Uje pun harus diperhatikan.

Kasudin Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI Jakarta Leofold Pasaribu kepada wartawan, Kamis (26/9) mengatakan: “Ada Peraturan Daerah No 3 tahun 2007 yang menyatakan larangan untuk membangun di atas pusara, selain plakat dan juga rumput,” ujar Leofold.

Bila melihat Perda tersebut, maka makam ustaz yang terkenal gaul itu jelas sudah menyalahi peraturan, karena makam tersebut terkesan mewah dengan batu marmer dan tinggi yang tidak sesuai dengan peraturan tersebut.

“Kalau dilihatkan makam Uje sudah menyalahi Peraturan Daerah tersebut. Untuk itu kami imbau pihak keluarga agar segera memperbaiki makam Uje sesuai dengan Perda nomor 3 Tahun 2007,” lanjut bawahan Gubernur Jokowi it seperti diberitakan beritasatu.com.

Leofold mengaku akan bertemu dengan pihak keluarga untuk membicarakan masalah tersebut. Bila tidak menemui titik temu, maka Pemprov DKI Jakarta akan segera membongkar makam tersebut dan mengembalikan seperti makam-makam yang lain.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.278 kali, 1 untuk hari ini)