Suatu ketika, ada seseorang mengghibahi (menggunjing) saudaranya tanpa haq. Betul itu aib sebenarnya ada. Entah aib masa lalu atau masa kini. Aib yang Allah Ta’ala tutup. Lalu dibukanya. Hendaknya dia mengingat sabda Nabi Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

«الرِّبَا اثْنَانِ وَسَبْعُونَ بَابًا، أَدْنَاهَا مِثْلُ إِتْيَانِ الرَّجُلِ أُمَّهُ، وَأَرْبَى الرِّبَا اسْتِطَالَةُ الرَّجُلِ فِي عِرْضِ أَخِيهِ»

 “Riba memiliki tujuh puluh dua pintu. Yang paling rendah seperti menzinahi ibu kandungnya. Dan sesungguhnya riba yang paling riba adalah merusak kehormatan saudaranya.” [H.R. Ath-Thabrany, dimasukkan oleh al-Albany dalam Silsilah ash-Shahihah]

Maka perhatikanlah lisan dan jemari kita, barangkali kita telah menggores setetes tinta atau buah lidah yang jikalau dicelupkan ke samudera, ia menghitamkannya.

Semoga Allah beri taufiq kepada penulis dan pembaca tulisan kecil ini.

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.008 kali, 1 untuk hari ini)