Peneliti INSISTS, Henri Shalahuddin, mengatakan bahwa LGBT (Lesbian, gay, biseksual, dan transgender) termasuk masalah yang jelas-jelas menyimpang, baik ditinjau dari akal sehat maupun ajaran agama. Bahkan QS. Al’Araf: 80-84 secara gamblang menjelaskan perbuatan laknat ini yang tidak mungkin ditafsirkan selain perilaku homoseksual.

Dalam tafsir Al Kasysyaf, Imam Zamankhsyari (wafat.1143 M) menjelaskan makna “al-Fahisyah” dalam QS. Al-A’raf : 80 tersebut sebagai tindak kejahatan yang melampaui batas akhir keburukan.

Sedangkan ayat ata’tuna I-fahisyata (mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah itu) adalah bentuk pertanyaan yang bersifat pengingkaran dan membawa konsekuensi yang sangat buruk. Sebab, perbuatan faahisyah itu tidak pernah dilakukan siapapun sebelum kaum Nabi Luth. Maka janganlah mengawali suatu perbuatan dosa yang belum dilakukan kaum manapun di dunia ini.

Rasulullah Shallallahu A’laihi Wasallam bersabda:

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

Barangsiapa mendapati orang yang melakukan perbuatan seperti kaum Nabi Luth, maka bunuhlah kedua-duanya, baik subjek maupun objeknya,” (HR. Tirmidzi).

“Maka hukuman bagi perilaku seksual yang menyimpang dan menyalahi hukuman dan hikmah penciptaan, seperti homo dan lesbi dalam Islam adalah sangat jelas dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Itulah kejahilan yang hakiki, yaitu memandang baik sesuatu yang mestinya buruk dan memandang buruk hal yang semestinya baik,” ujar Henri. [Desastian/Islampos]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.134 kali, 1 untuk hari ini)