Jagad aneh di panggung Indonesia. Orang berbuat zalim hingga dinilai menghalangi dakwah Islam karena menyuruh untuk memblokir sejumlah situs media Islam secara semena-mena, tapi tiba-tiba bilang pihaknya terzalimi.

Masyarakat mudah sekali teringat pepatah, “memang lidah tak bertulang”, tapi persoalannya, segala perbuatan mesti dipertanggung jawabkan sesuai aturan.

Inilah beritanya.

***

 

Aneh bin Ajaib, 19 Situs Media Islam yang Diblokir kok BNPT yang Merasa Terzalimi

Kepala BNPT Komjen Pol Saud Usman Nasution (foto: viva.co.id)

Jakarta (SI Online) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution merasa dirinya terzalimi dalam sepekan terakhir ini. Hal ini terkait langkah lembaganya yang meminta Kemkominfo menutup 19 situs media Islam dengan dalih radikal.

“Dalam seminggu ini saya merasa terzalimi. Sebagai umat Islam, banyak ulama, pejabat menyalahkan langkah BNPT. Saya merasa terzalimi,” curhat Saud saat menghadiri diskusi ‘Kontroversi Penutupan Situs Radikal: Sensor Internet, Politis atau Perlindungan Publik?’ yang digelar di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (5/4/2015).

Perilaku penghakiman itu pun menurut Saud tak hanya didapat dari dalam negeri. Saat berkunjung ke negara-negara di Timur Tengah, dia mengaku selalu mendapat pertanyaan dari para ulama maupun mahasiswa Indonesia. Seputar upaya pemerintah mengatasi situs-situs internet yang dianggap menyebarkan radikalisme.

“Kita jujur saja, rekan-rekan pasti banyak melihat situs-situs tidak mendidik. Saya sedih sebagai seorang Muslim dituduh menutup situs Islam. Saya tidak pernah menutup situs Islam, yang saya rekomendasikan itu situs yang menyebarkan informasi negatif, SARA,” belanya.

Lantas, mengapa baru sekarang BNPT mengusulkan pemblokiran padahal situs-situs itu sudah bertahun-tahun beroperasi? Menurut Saud, pihaknya baru bisa bersikap karena selama ini aturan pemblokiran terhadap situs bernuansa negatif masih belum jelas.

“Kenapa sekarang baru ada surat kita untuk blokir, karena memang selama ini aturannya gak jelas. Itulah kenapa kita terombang ambing dalam ketidakpastian,” tegasnya.

red: abu faza/dbs, Senin, 06/04/2015 16:01:36

(nahimunkar.com)