Kursi Menlu Suriah terlihat kosong dalam pertemuan Liga Arab di Kairo, Mesir. FOTO ANTARA/REUTERS/Stringer

Kairo – Liga Arab akhirnya sepakat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Suriah. Sanksi tersebut disepakati saat Pemimpin Liga Arab bertemu di Kairo.

Sanksi untuk Suriah tersebut meliputi pembekuan aset pemerintah dan embargo investasi. Sanksi ini diberikan terkait unjuk rasa dan kekerasan yang semakin parah sejak beberapa bulan yang lalu.

Dari catatan PBB, diperkirakan 3500 orang tewas ditengah-tengah aksi unjuk rasa anti pemerintah. Sanksi ini merupakan lanjutan dari keputusan Liga Arab yang telah menskors Suriah dari keanggotaan Liga Arab.

Dalam kesepakatan yang ditetapkan di Kairo, ada 19 anggota Liga Arab yang setuju jika sanksi diberikan pada Suriah sedangkan 3 menolak. Kedua negara tetangga Suriah yang menolak yaitu Irak dan Lebanon. Kedua negara tersebut mengatakan bahwa blokade ekonomi tidak bisa diterapkan.

Seperti yang dilansir BBC, hingga Minggu (27/11) kekerasan di Suriah masih terus berlanjut. Ada 11 orang tewas di sejumlah daerah.

Oleh: Vivi Irmawati

News » Politics

Senin, 28 Nov 2011 – 11.20 WIB centroone.com

***

Liga Arab Terapkan Sangsi untuk Suriah

Liga Arab telah menyetujui sangsi terhadap Suriah untuk menekan pemerintah itu  mengakhiri delapan bulan tindakan keras terhadap demonstran pro-demokrasi.. Pada konferensi pers di ibukota Mesir (Minggu, 27/11) Sheikh Hamad bin Jassim Al Thani, menteri luar negeri Qatar, mengatakan 19 dari 22  negara-negara anggota menyetujui sangsi. Penerapan sangsi termasuk memotong transaksi dengan bank sentral Suriah dan menghentikan pendanaan pemerintah Arab untuk proyek-proyek di Suriah.
“Hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi saya, karena kita masih berharap saudara-saudara kami di Suriah akan menandatangani dokumen protokol dan menghentikan pembunuhan, dan untuk melepaskan para tahanan dan menarik militer dari kabupaten Suriah,” kata Sheikh Hamad. Dijelaskannya, “Kami berusaha untuk mencegah setiap intervensi asing ke Suriah .”

Sangsi-sangsi yang diterapkan termasuk penghentian  hubungan antara negara-negara Arab dan Bank Sentral Suriah. Stop  perdagangan valuta dengan pemerintah Suriah, dan larangan perjalanan  para pejabat Suriah. “Dalam keputusan sangsi itu kita bertujuan menghindari penderitaan rakyat Suriah,” kata Sheikh Hamad. “Kami ingin memastikan keputusan ini tidak memukul masyarakat Suriah, baik secara langsung atau tidak langsung.”

Liga Arab telah menetapkan tenggat Jumat bagi Suriah untuk memungkinkan pemantau hak asasi ke negara itu dan menarik tank dari jalan atau menghadapi sanksi, tetapi ultimatum itu dilanggar dan tidak ada komitmen tegas dari para pejabat Suriah.

Suriah menjelaskan langkah mengumumkan penerapan sangsi pada hari Minggu di Kairo, sebagai pengkhianatan solidaritas Arab. Walid al-Muallem, menteri luar negeri Suriah, sebelumnya mengirim surat penting kepada Liga Arab, menuduhnya mencoba untuk “internasionalisasi” konflik di Suriah. Dia telah menegaskan,  setiap sangsi akan bisa berakibat undangan untuk intervensi asing. Apa yang kita pahami dengan keputusan  terbaru Liga Arab, adalah lampu hijau diam-diam untuk internasionalisasi situasi di Suriah dan untuk mencampuri  urusan dalam negeri “.

Nabil Elaraby, Sekjen  Liga Arab, mengatakan sanksi akan dipertimbangkan kembali jika Suriah memenuhi tuntutan.”Kami meminta Suriah untuk segera menyetujui inisiatif Arab,” katanya.

Koran Al-Thawra milik negara  mengatakan langkah itu “belum pernah terjadi sebelumnya dan bertentangan dengan aturan kerjasama Arab”, dan bahwa sangsi yang diusulkan adalah “menargetkan orang-orang Suriah”.

Liga Arab memberikan rekomendasi setelah sanksi ditetapkan,  bahwa Liga  akan membantu Suriah dengan bantuan darurat melalui bantuan Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah, bekerja dengan kelompok-kelompok sipil lokal untuk mengirimkan barang-barang bantuan.

Irak telah abstain dari pemungutan suara, dan menolak untuk menerapkannya, sementara Libanon “memisahkan diri” dari keputusan tersebut. “Libanon telah dissasociated diri dari pemungutan suara karena dalam posisi yang sangat sulit,” lapor Al Jazeera Zeina Khodr dari Tripoli, sebuah kota tetangga Lebanon.

“Negara ini dibagi: ada orang-orang yang mendukung pemerintah Suriah dan ada mereka yang tidak. “Suriah adalah garis hidup ekonomi Lebanon, dan setiap sangsi berat akan mempengaruhi Libanon.”

Sangsi Liga Arab diterapkan setelah terjadinya bentrokan sengit antara tentara regular melawan tentara pembelot di kota Homs, titik pusat gerakan oposisi. “Bentrokan kekerasan terjadi pagi ini antara tentara reguler Suriah dan kelompok desertir di wilayah Talbiseh Dua transporter pasukan hancur,.” Kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok oposisi yang berbasis di Inggris.

“Para tentara reguler menggunakan senapan mesin berat dalam operasinya di Talbiseh … Empat warga sipil terluka.” Wartawan Al Jazeera Nisreen El-Shamayleh, melaporkan dari Yordania  bahwa total 26 orang tewas di Suriah pada hari Minggu.

Suriah telah melarang wartawan asing memasuki negara itu, mencegah mereka dari pelaporan dari tanah, oleh karena itu informasi yang diberikan tidak dapat diverifikasi.

Agusdin Syah | Senin, 28 November 2011 | 02:34:21 WIB

Red : Agusdin

Sumber : Al-Jazeera

Suaraislam online

(nahimunkar.com)

(Dibaca 303 kali, 1 untuk hari ini)