Dalam video tertera nama masjid:

Masjid Besar Kamalul Yaqin Mandalle Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan) Sulawesi Selatan

 

Lihat masjid tempat mulia justru di jadikan tempat senam aerobic, melenggak lenggok, teriak2, dan tanpa malu pamer auratnya.

 

https://www.facebook.com/watch/?v=458013076224193&extid=WA-UNK-UNK-UNK-AN_GK0T-GK1C&ref=sharing

 

Merdeka bukan berarti merdeka melakukan apa saja Semoga di usut tuntas..!!!

Setiap pengajian mereka tdk pernah di ajarkan soal aqidah yg…

Setiap pengajian mereka tdk pernah di ajarkan soal aqidah yg lurus, bagaimana itu syirik, bagaimana itu bid’ah, apa itu tasyabbuh, tabaruj.

 

Mereka hanya di suguhi sholawatan, dongeng khurafat, ghuluw kepada tokoh, fanatik pada ormas, ngalap berkah, bahkan banyolan dan lawakan.

 

Maka jangan heran jamaah dan hasil didikan mereka seperti ini.

 

Lihat masjid tempat mulia justru di jadikan tempat senam aerobic, melenggak lenggok, teriak2, dan tanpa malu pamer auratnya.

 

Naudzubillah Min Dzalik..

 

Info : Halaman mesjid Dekat pondok Darussunnah Benteng/ beredar di WA

***

Jangan dikira joget-joget dengan pakaian ketat itu bukan dosa besr, justru ancamannya sangat keras. Silakan simak ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا.

“Dua (jenis manusia) dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu; Kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok. Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mendapatkan wanginya, padahal sungguh wangi surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim, 3 /1680)

(nahimunkar.org)